Pemain Arsenal Ini Dapatkan Kewarganegaraan Amerika

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Pemain Arsenal Ini Dapatkan Kewarganegaraan Amerika

Tak banyak yang tahu soal sosok Gedion Zelalem. Wajar, ia baru lahir 17 tahun yang lalu dan kini hanya bermain di tim Arsenal U-21. Namun, di balik itu semua, Pelatih Amerika, Juergen Klinsmann seolah tahu seluk beluk sang pemain.

Pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan kewarganegaraan penuh bagi Gedion. Selasa (29/12) lalu, ia sudah menerima passport Amerika, dan pengesahannya tinggal menunggu persetujuan dari FIFA. Gedion menjadi salah satu amunisi masa depan timnas Amerika, karena karirnya yang membela salah satu tim besar di Liga Inggris.

Kehadiran Gedion sebenarnya tak lepas pengaruh Klinsmann. Di tangan pria asal Jerman tersebut, banyak pemain yang lahir di Jerman, kemudian menjadi pemain timnas Amerika. Contohnya saja, di skuat yang berlaga di Piala Dunia 2014, terdapat empat pemain kelahiran Jerman.

Meski telah sah sebagai warga negara Amerika, menurut aturan FIFA, Gedion sebenarnya masih bisa membela timnas Jerman, negara tempatnya lahir, dan timnas Ethiopia, negara tempat ibunya berasal. Namun, Gedion telah meneguhkan sikap untuk berpartisipasi dalam program berjenjang sepakbola Amerika. Salah satu buktinya adalah ia rela meninggalkan latihannya di London untuk terbang ke Washington.

Gedion rencananya akan menjadi ujung tombak timnas Amerika di Olimpiade 2016 dan Piala Dunia 2018. Gelandang Arsenal tersebut sebelumnya pernah membela timnas Jerman U-15, U-16, dan U-17. Untungnya, semua pertandingan yang dilakoninya tidak termasuk dalam kompetisi resmi FIFA, dan ia pun belum membela timnas senior Jerman, sehingga kansnya untuk membela Amerika masih ada.

Pemain kelahiran Berlin tersebut mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat karena sang ayah, Zelalem Woldyes, juga mendapatkannya tahun lalu. Ada hukum di Amerika yang memperbolehkan anak berusia 18 tahun untuk menjadi warga negara asalkan orang tuanya juga sudah dinaturalisasi.

Gedion tinggal di Amerika sejak usia sembilan tahun di Washington bersama ayah dan adik perempuannya. Karir sepakbolanya ditemukan pemandu bakat Arsenal, Danny Karbassiyoon. Sebelum usia 16 tahun, ia sudah bergabung bersama akademi Arsenal.

Keberhasilan Gedion ini sebenarnya makin menambah catatan diskriminasi Amerika Serikat terhadap warga Latino dan Hispanik yang belum memiliki kewarganegaraan, salah satunya Diego Fagundez, talenta muda asal Uruguay, yang tak juga mendapat kewarganegaraan. Amerika Serikat seolah lebih terbuka dan mudah memberi kewarganegaraan untuk warga kelahiran Eropa.

Komentar