Kegemilangan Cutrone yang Membuat Montella Mantapkan Skema Dua Penyerang

Taktik

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Kegemilangan Cutrone yang Membuat Montella Mantapkan Skema Dua Penyerang

Jasa Sinisa Mihajlovic bagi AC Milan belumlah pudar sepenuhnya. Setelah dipecat Milan pada April 2016, perlu dicatat bahwa kepercayaannya kepada pemain muda tidak hanya melahirkan Gianluigi Donnarumma.

Perlahan, kepercayaan yang pernah diberikan kepada pemain muda telah melahirkan bakat baru bernama Patrick Cutrone. Ia diberikan kepercayaan oleh Mihajlovic ketika menjalani uji tanding melawan Alcione di Stadion San Siro pada 10 Juli 2015. Cutrone yang berstatus penyerang Tim Nasional (Timnas) Italia U19 itu diduetkan dengan M`Baye Niang pada babak kedua dalam formasi 4-3-1-2. Pada pra-musim 2015/2016 itu jugalah Donnarumma mulai mencuat ke publik sepakbola.

Namun nasib Cutrone tidak seperti rekannya di akademi Milan tersebut. Ia baru dipromosikan ke skuat senior Milan asuhan Vincenco Montella pada Januari 2017 karena hengkangnya Luiz Adriano. Cutrone baru diberikan debut oleh Montella ketika menghadapi Bologna pada 21 Mei lalu. Saat itu Cutrone dimasukkan Montella menggantikan Gerard Deulofeu pada menit 85. Serie-A 2016/2017 pun selesai dan kemudian menjalani waktu menyambut musim baru.

Pada waktu itulah Cutrone tidak menyia-nyiakan kepercayaan Montella selama pra-musim 2017/2018. Ia langsung mencetak gol pada uji tanding perdana menghadapi FC Lugano dari Liga Swiss. Hebatnya, Cutrone mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Namanya semakin mencuri perhatian sepakbola Eropa ketika Milan mengalahkan Bayern Munich pada ajang pra-musim bertajuk International Champions Cup 2017 di Stadion Shenzhen Universiade, Sabtu (22/7).

Tidak diduga-duga Cutrone sanggup memborong dua gol pada kemenangan 4-0 tersebut. Namanya tidak terduga karena Milan sudah memiliki dua penyerang baru, yaitu Andre Silva dan Fabio Borini. Justru Silva-lah yang digadang-gadang bakal bersinar karena ia dianggap pemain masa depan Portugal.

Tapi Cutrone muncul sebagai salah satu pemuda potensial Milan selama pramusim 2017 ini. Ia juga hampir mencetak gol perdananya di ajang resmi lebih cepat andai golnya pada menit 5 ke gawang Craiova dari Liga Rumania dalam pertandingan kualifikasi Liga Eropa 2017/2018 tidak dianulir. Tapi penyerang 19 tahun itu tidak menyerah begitu saja. Cutrone baru bisa mencatatkan gol pertama di pertandingan resminya pada menit 51. Golnya itu menggandakan kemenangan Milan atas Craiova di Stadion San Siro, Kamis (3/8).

Penampilannya semakin manis ketika Serie-A 2017/2018 di mulai. Pertandingan pertama Milan menghadapi Crotone ia tampil luar biasa. Cutrone mencetak satu gol dan memberikan asis kepada Suso ketika bertandang ke Crotone. Kontribusinya itu membuatnya sebagai pemain kedua kelahiran 1998 setelah Christian Pulisic dari Borussia Dortmund yang mencetak gol dan asis musim ini di antara lima liga top Eropa.

Pertandingan kemarin pun Crutone kembali berkontribusi besar bagi kesebelasan berjuluk I Rossoneri tersebut. Ia mencetak gol semata wayang kemenangan Milan ke gawang Shkendija pada laga kualifikasi Liga Eropa di Stadion Nacionalna Arena Filip, Kamis (24/8). Tentu golnya itu memastikan Milan lolos ke Liga Eropa 2017/2018.

Mengingatkan Kepada Filippo Inzaghi

Cutrone bukanlah pemain yang lahir di Kota Milan, melainkan di Kota Como. Di sana ia mulai menggeluti sepakbola bersama sekolah Paradiense. Barulah Cutrone bergabung dengan akademi Milan ketika menginjak usia delapan tahun pada 2006 silam. Ia dikenal sebagai penyerang subur ketika berada di akademi Milan. Sebelum diturunkan Mihajlovic pada pra-musim 2015/2016, Cutrone sudah mencetak 29 gol untuk Milan junior.

"Ia memiliki posisi yang fantastis untuk mencetak gol saat masih kecil," ujar Mauro Bianchessi selaku Direktur Olahraga Milan junior, seperti dikutip dari Gianluca Di Marzio.

Kabar yang tersiar adalah Cutrone mengagumi sosok Alvaro Morata, penyerang Spanyol yang kini bermain di Chelsea. Permainan penyerang yang gagal didatangkan Milan itu dijadikan inspirasi bagi Cutrone. Tapi nyatanya di lapangan, permainannya justru mengingatkan kepada sosok Filippo Inzaghi yang merupakan penyerang legendaris Milan.

Cutrone masih sangat muda, tapi sudah memperlihatkan kepercayaan diri yang sangat tinggi sebagai penyerang seperti Inzaghi. Rasa percaya diri itu diperlihatkan dengan keberaniannya mengarahkan peluang walau berada di posisi yang sulit. Hal itu terlihat ketika golnya ke gawang Crotone. Ia berlari ke tiang dekat untuk mendapatkan umpan silang dari Suso. Pergerakannya itu berhasil mengalihkan bek lawannya saat itu, Alex Cordaz. Kemudian pemain bernomor punggung 63 itu bisa mencetak gol walau berada di dalam posisi yang sulit.

Proses golnya itu seperti gerakan naluriah diiringi dengan penyelesaian intuitif seperti yang dimiliki Inzaghi. Kehebatan lainnya adalah ia bisa berlari menemukan ruang dan menembus pertahanan lawan. Gerakannya tersebut berpengaruh kepada penempatan posisinya yang begitu cerdas. Selain mencetak gol dan menyumbangkan asis, akurasi operan Cutrone mencapai 88% dan menciptakan dua kali peluang.

Usai penampilan gemilangnya itu, Cutrone dipastikan Montella akan bertahan walau Milan baru mendatangkan Nikola Kalinic dari Fiorentina,. "Kami memutuskan untuk mempertahankannya bersama kami. Tahun lalu dia banyak bermain dengan saya, dan musim panas ini dia telah mengesankan saya dan sekarang kami melihat hasilnya," tegas Montella seperti dikutip dari ESPN FC.

Memang Kalinic akan memberikan pilihan kepada Milan karena keunggulannya dalam duel udara. Duel udara di lini depan adalah kelemahan Milan pada musim lalu. Tidak ada penyerang Milan yang bisa memenangkan duel udara melebihi Kalinic atas 48 kali keberhasilannya. Penyerang Milan musim lalu yang paling banyak memenangkan duel udara hanya Gianluca Lapadula, yakni sebanyak 21 kali.

Sementara Silva merupakan penyerang yang suka melibatkan dirinya dalam membangun serangan. Ia rajin turun ke tengah untuk mencari bola. Tentu lini depan Milan sudah hebat dengan adanya dua penyerang baru itu, namun Crutone adalah bonus tambahan. Ia bisa memiliki alat lengkap untuk menjadi pusat perhatian karena mencetak gol melalui kaki maupun kepalanya. Cutrone juga sadar terhadap rekan-rekannya sehingga bisa memberikan asis kepada Suso. Terpenting, Cutrone memiliki kecepatan dan gerakan yang baik untuk menghadapi bek lawan.

"Dia tampil bagus tapi dia harus tetap tenang karena bagian terberat akan dimulai. Tekanan menjadi pemain AC Milan, perhatian media yang saya harap tidak begitu banyak. Dia harus tetap tenang," kata Montella seperti dikutip dari Daily Mail.

Kualitas dan pembuktian Cutrone sejauh ini seolah menjawab kebutuhan Milan akan sosok penyerang haus gol. Sebelumnya, Milan juga dikabarkan sangat bernafsu untuk mendatangkan Pierre-Emerick Aubameyang. Dengan adanya Cutrone, ditambah penyerang lain seperti Silva, Borini hingga Kalinic, rasanya lini serang Milan sebenarnya sudah komplet.

Montella pun tampaknya sudah tak ragu lagi pada Cutrone. Mantan pelatih AS Roma tersebut menolak meminjamkan Cutrone meski sejumlah kesebelasan tertarik menggunakan jasanya. Bahkan karena Cutrone yang gemilang, Montella mulai mencoba skema 3-5-2 pada dua laga melawan Shkendija, padahal selama pramusim Milan selalu memantapkan skema 4-3-3. Setidaknya itu menjadi indikasi bahwa Montella punya rencana untuk memberi jam terbang lebih bagi Cutrone, yang sejauh ini sudah mencetak tiga gol dari lima penampilan.

Sumber lain: ESPN FC, Italian Football Daily.

Komentar