Selera dan Kriteria Pemain yang Dibutuhkan Jose Mourinho

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Selera dan Kriteria Pemain yang Dibutuhkan Jose Mourinho

Sebagian besar pelatih atau manajer sepakbola memiliki kriteria tersendiri dalam menyusun skuat kesebelasannya. Tidak terkecuali dengan Jose Mourinho yang saat ini menjabat sebagai manajer Manchester United (MU).

Mourinho mulai melatih sebuah kesebelasan saat menggantikan Jupp Heynckes menjadi Pelatih Benfica pada 2000 silam. Kemudian Mourinho melanjutkan kariernya di berbagai kesebelasan lainnya, yaitu Uniao de Leiria, Porto, Chelsea, Internazionale Milan, Real Madrid, dan kembali ke Chelsea sebelum menjadi Manajer MU saat ini. Artinya, Mourinho sudah melatih enam kesebelasan berbeda dari empat negara.

"Saya merasa sangat beruntung sebagai pelatih dan manajer karena sekarang saya bekerja di empat negara. Spanyol, Italia, Inggris dan Portugal. Hal yang baik untuk memiliki kesempatan, membandingkan perbedaan emosi dan pengalaman dari kompetisi yang berbeda. Kami selalu mendiskusikan kualitas sepakbola dari sepakbola yang berbeda negara," ungkap Mourinho seperti dikutip dari buku The Manager.

Pengalaman itulah yang membuat Mou menjadi pelatih atau manajer yang sangat memahami kebudayaan-kebudayaan sepakbola di kesebelasannya. Ia pun telah mempersembahkan 25 gelar juara untuk kesebelasan-kesebelasan besutannya tersebut. Maka bukan tanpa alasan menyebut Mourinho sebagai pelatih yang jenius dan penuh dengan fenomena di Eropa.

Salah satu faktor pendukung kejeniusan Mourinho karena ia tahu area-area yang harus diperbaiki di dalam skuatnya. Pria asal Portugal itu memiliki kriteria pemain tersendiri dalam membangun susunan skuatnya. Hal itu karena Mourinho menegaskan bahwa kesuksesannya bersama kesebelasan besutannya karena memiliki skuat yang hebat.

"Tugasku yaitu untuk mencoba dan membuat sebuah tim yang bisa memenangkan Liga Champions. Mereka harus mengerti untuk membuat kesebelasan yang kuat untuk memenangkan Liga Champions," tegas Mourinho

Setelah mengantarkan FC Porto menjuarai Liga Champions, target yang sama selalu menuntut kariernya bersama kesebelasan berbeda-beda. Maka dari itu diperlukan skuat yang sesuai dengan keinginannya. Mourinho pun memiliki kriteria tersendiri atas skuat yang diinginkannya tersebut. Kriterianya itu bisa dilihat dari tiga kesebelasan besutannya ke belakang sampai sekarang di MU.

Kiper Harus Fasih "Menggunakan" Kakinya

Mourinho tidak ingin kiper miliknya hanya mengandalkan tangan untuk menghalau bola yang menuju gawangnya. Manajer kelahiran Setubal itu selalu menuntut agar kipernya bisa memakai kakinya untuk mendistribusi bola maupun menjaga gawangya. Selain itu, kiper miliknya juga wajib memiliki keberanian untuk memotong bola-bola udara. Kemampuan-kemampuan itulah yang dimiliki David de Gea, Diego Lopez, Julio Cesar, Petr Cech dan Thibaut Courtois.

Atas kriteria itu juga yang membuat Mourinho lebih memilih Lopez ketimbang Iker Casillas ketika melatih Madrid dari 2010 sampai 2013. "Dia (Lopez) bermain baik dengan bek tengah, bermain bagus dengan kakinya, mendominasi di udara," ungkapnya seperti yang dikutip dari Football-Espana pada Mei 2013.

Bek Tinggi Besar yang Bisa Mencetak Gol

Di depan kiper, Mourinho selalu memiliki bek tengah dengan postur tinggi besar. Tidak hanya kuat ketika bertahan, bek tengah berpostur tinggi diharapkan bisa mencetak gol melalui duel udara saat menyambut umpan silang dari tendangan sudut. Lihat saja bek-bek tengah yang dimiliki Mourinho di setiap kesebelasannya.

Ia memiliki John Terry, Marco Materazzi dan Sergio Ramos di kesebelasan-kesebelasan sebelumnya. Atas alasan ini pula Phil Jones terbilang aman dalam skuat MU. Hanya saja Jones perlu diasah lagi penyelesaian akhirnya agar bisa berkontribusi mencetak gol selain bertahan. Apalagi ia cuma mencetak dua gol dari 125 penampilannya bersama MU sejak 2011 lalu.

"Tapi dari tahun ke tahun dia rawan cedera dan itu adalah masalahnya sekarang. Dia mengeluh tentang masalah pergelangan kaki, jadi dia jenis pemain yang harus banyak mendapatkan perawatan dari departemen medis, pelatih kebugaran dan asisten saya. Di gym selalu berusaha mencegahnya (dari cedera) dan melakukan pemulihan. Jika kami berhasil membuatnya aman, terlindung dari cedera, saya pikir dia adalah bek tengah yang saya suka," ujar Mourinho seperti dikutip dari Goal Internasional.

Distribusi Bola Dari Gelandang Bertahan

Mourinho kerap menggunakan lima pemain di sektor tengah pada formasi 4-2-3-1 yang biasa diterapkannya. Tapi hanya ada satu posisi yang wajib memenuhi kriterianya di lini tengah tersebut, yaitu gelandang bertahan yang tidak sekadar melindungi empat beknya. Gelandang bertahan itu wajib memiliki akurasi operan yang baik untuk mengalirkan bola antara lini belakang dan depan.

Atas kriteria gelandang bertahan seperti itulah yang membuat Mourinho begitu ngebet mendatangkan Nemanja Matic dari Chelsea pada bursa transfer musim panas lalu. "Dia merepresentasikan semua yang kami inginkan dari dalam diri pesepakbola. Loyal, konsisten, berambisi dan bermain secara tim," kata Mourinho ketika MU berhasil mendatangkan Matic, seperti dikutip dari Telegraph.

Matic sendiri pernah bekerja sama dengan Mourinho selama satu musim lebih di Chelsea sejak 2014 lalu. Selain Matic, gelandang-gelandang bertahan yang pernah bekerja sama dan memenuhi kriteria Mourinho adalah Esteban Cambiaso, Michael Essien dan Sami Khedira.

Penyerang Utama pun Wajib Miliki Badan Tinggi dan Besar

Badan tinggi dan besar pun tidak hanya menjadi syarat bek tengahnya. Kriteria itu juga berlaku di lini depan. Badan yang besar dan tinggi diharapkan bisa menahan bola dengan baik serta unggul saat duel udara. Tentunya, seluruh kriteria itu akan disempurnakan atas gelontoran-gelontoran golnya. Penyerang-penyerang seperti itulah yang membuat Mourinho percaya kepada Didier Drogba dan Samuel Eto`o.

Bahkan postur seperti itu juga yang menjadi salah satu alasan Mourinho menjadikan Cristiano Ronaldo menjadi penyerang tengah inti sewaktu melatih Madrid. Pada musim lalu pun kriteria itu yang dipercayakan Mourinho kepada Zlatan Ibarhimovic di MU. Sementara saat ini pun Mourinho mengandalkan Romelu Lukaku atas postur badannya tersebut di lini depan.

"Untuk setiap penyerang, dia bisa bermain dengan fenomenal, tapi ketika dia tidak mencetak gol, dia tidak akan senang. Penyerang harus bisa bermain sangat baik untuk tim dan bukan karena ada tekanan dari saya," tutur Mourinho seperti dikutip dari The Guardian.

Pemain Sensasional di Lapangan

Selain pelatih yang dikenal dengan kejeniusannya, Mourinho juga dikenal sebagai manajer atau pelatih yang menyebalkan. Tidak sedikit penikmat sepakbola dibuat kesal atas tingkahnya di lapangan atau komentar-komentarnya di media. Rasa kesal kepada Mourinho pun semakin terasa karena di setiap kesebelasan besutannya selalu ada pemain-pemain bengal dan provokatif di lapangan.

Setelah Zlatan Ibrahimovic cedera panjang, masih belum ada pemain-pemain yang terbilang sensasional di lapangan. Sejauh ini baru Marouane Fellaini yang terlihat cukup jahil di lapangan melalui jangkauan-jangkauan tangannya kepada lawan. Sebelumnya, Mourinho memiliki pemain yang dikenal lebih menyebalkan lagi di dalam diri Diego Costa, Materazzi dan Pepe. Kendati demikian, tidak jarang Mourinho memuji tipikal pemain-pemain yang kerap kontroversial saat pertandingan tersebut.

"Dia itu populer, itu normal bahwa dia populer. Dia anak laki-laki yang hebat, dia profesional yang hebat, dia menyukai kemenangan. Ketika Anda bekerja di jalan yang dia lakukan, pergerakannya, kreativitasnya, dia sangat fantastis," puji Mourinho kepada Costa yang dilatihnya di Chelsea dari musim 2013/2014 sampai pertengahan musim 2015/2016.

Sumber lain: Its Round And Its White, Manchester Evening News,

Komentar