Matic Membuat Pogba Lebih Nyaman Menyetir Man United

Taktik

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Matic Membuat Pogba Lebih Nyaman Menyetir Man United

Salah satu posisi yang butuh untuk diperkuat oleh Manchester United menjelang musim 2017/2018 adalah gelandang bertahan. Jose Mourinho dikabarkan mengincar salah satu dari Eric Dier, Nemanja Matic, atau Fabinho untuk mengisi posisi gelandang bertahan ini. Salah satu dari tiga pemain tersebut, Matic, hampir dipastikan berseragam Manchester United.

Matic berpotensi menyeberang dari kesebelasan juara bertahan, Chelsea, untuk bereuni kembali dengan Mourinho. Biaya sebesar 40 juta paun dilaporkan menjadi uang yang harus dikeluarkan oleh Manchester United. Salah satu yang digadang-gadangkan akan terjadi di musim 2017/2018 dengan Matic sebagai gelandang bertahan adalah bisa bebasnya permainan Paul Pogba. Tapi, benarkah demikian?

Sebelum ini, “Setan Merah” bisa dibilang tidak memiliki gelandang bertahan yang murni. Michael Carrick yang sudah berusia 36 tahun dianggap menjadi pemain yang paling cocok bermain di posisi ini meskipun permainannya tidak mengandalkan fisik dan/atau kecepatan seperti yang biasanya ditunjukkan oleh seorang gelandang bertahan.

Selanjutnya ada Marouane Fellaini yang juga bisa dipasang sebagai gelandang bertahan meskipun banyak orang, kecuali Mourinho, yang menganggapnya tidak terlalu memuaskan selain soal keunggulan duel udara (74,40% musim lalu).

Sementara itu, Ander Herrera dan Pogba adalah gelandang lain yang sering “dikorbankan” untuk terlalu fokus bertahan akibat tidak adanya gelandang bertahan murni di Manchester United.

Tapi sebenarnya jika Mourinho mau mencoba-coba, Timothy Fosu-Mensah, Daley Blind, dan Axel Tuanzebe bisa menjadi gelandang bertahan jika dibutuhkan.

Apapun itu, kedatangan Matic dianggap sebagai upgrade yang dibutuhkan Mourinho agar kesebelasannya bisa lebih seimbang, terutama ketika bertahan. Sehingga untuk menjawab anggapan jika Matic bukan hanya bisa bertahan, melainkan bisa membebaskan Pogba, kita perlu untuk meninjau statistik mereka semua, setidaknya sepanjang musim 2016/2017.

Tabel perbandingan statistik aspek permainan bertahan Nemanja Matic dengan para gelandang Manchester United sepanjang Liga Primer Inggris musim 2016/2017

Melihat nama-nama di atas, angka statistik bisa berkata lain, tapi kenyataannya Mourinho selama ini kesulitan memainkan skema dengan lini tengah tanpa ia memainkan Carrick sebagai holding midfielder. (Selengkapnya: Holding Midfielder Lebih Kompleks dari Gelandang Bertahan)

Hal ini jelas membuat siapapun gelandang bertahan yang berhasil United datangkan akan menjadi rekrutan yang menjawab permasalahan (entah jawabannya benar atau keliru). Bagaimanapun, Matic adalah pemain yang berpengalaman di Liga Primer. Meskipun usianya sudah 28 tahun, tidak semuda Dier (23 tahun) yang merupakan incaran lainnya, pemain asal Serbia ini bisa menjadi sosok yang kuat di jantung lini tengah “Setan Merah”.

Statistik memang tidak menunjukkan aspek bertahan Matic yang unggul daripada keempat pemain United di atas (kecuali Pogba yang memang lebih menyerang). Tapi itu terjadi karena Matic lebih berperan seperti Herrera (box-to-box) di Chelsea pada musim 2016/2017, dan setelah The Blues sudah memiliki N’Golo Kante sebagai gelandang bertahan andalan.

Kalau kita ingin melihat Matic sebagai gelandang bertahan murni, kita mungkin bisa melihat statistik pada 2015/2016 atau 2014/2015 ketika Chelsea juara bersama Mourinho. Sebelum ada Kante, Matic berhasil mencatatkan total 73 intersep, 129 sapuan, dan memenangkan 51% tekelnya.

Saat itu juga Matic adalah pemain yang berhasil membebaskan Francesc Fabregas. Ia lebih bertugas di posisi yang lebih dalam sehingga Fabregas tidak perlu khawatir karena permainan kreatifnya terlindungi karena kehadiran Matic.

Saat pemain asal Spanyol itu bebas bergerak mencari ruang untuk menerima dan melepaskan bola, Matic adalah pemain yang melindungi ruang yang ditinggalkan Fabregas untuk memenangkan bola kembali, memotong operan-operan serangan balik yang membahayakan, dan bertarung di lini tengah. Hal ini yang diharapkan akan terjadi juga pada Pogba jika Matic bergabung.

Lagipula jika kita melihat angka statistik di atas secara seksama, Matic bisa menjadi upgrade yang baik dan seimbang untuk Carrick, Fellaini, dan Herrera.

Angka operan dan aksi bertahannya tidak sebaik Carrick, tapi Matic bisa menyediakan permainan yang lebih fisikal daripada Carrick. Kemudian duel udaranya juga tidak sebaik Fellaini, tapi Matic bisa lebih diandalkan dalam bermain dengan bola di kakinya. Sementara jika dibandingkan dengan Herrera, Matic sama-sama memiliki energi yang tinggi untuk naik dan turun di atas lapangan, yang mungkin bisa menjadi rekan ideal dalam formasi dua gelandang bertahan (4-2-3-1).

Jika Mourinho bisa memainkan Matic dengan tepat, yang mana itu pernah dilakukan olehnya, Matic akan menjadi rekrutan yang berharga bagi United. Dari kualitas yang Matic tunjukkan terutama saat masih bersama Mourinho di Chelsea, ia bisa menyempurnakan paket lini tengah yang sudah ada di Old Trafford.

Dengan didatangkannya Matic, Mourinho sudah benar-benar memenuhi kebutuhan United. Tapi satu hal yang mungkin agak ironis, sebenarnya United sudah memiliki “Matic lain” yang lebih muda dan energik, hanya saja ia dilepas ke Everton pada Januari lalu. Pemain tersebut adalah Morgan Schneiderlin.

Namun apapun yang terjadi, statistik-statistik di atas kurang-lebih bisa menunjukkan jika kehadiran gelandang bertahan murni memang bisa membebaskan Paul Pogba sebagai daya gedor penyerangan United dari lini tengah. Tapi masalahnya, apakah Matic adalah gelandang bertahan itu? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, karena statistik bisa jadi hanyalah angka-angka.

Untuk sementara ini, setidaknya saya hanya bisa menyimpulkan jika Pogba akan benar-benar nyaman dan bebas dalam "menyetir" lini tengah Manchester United, tanpa harus khawatir kakinya pegal-pegal karena berkali-kali menginjak kopling. Semua itu terjadi karena kehadiran Matic.

Komentar