Bintang-bintang Prancis Kunci Kemenangan Bayern atas PSG

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Bintang-bintang Prancis Kunci Kemenangan Bayern atas PSG

Untuk mengalahkan tim super kuat asal Prancis, Bayern Munchen ternyata hanya membutuhkan para bintang berkebangsaan Prancis. Di Allianz Arena, Paris Saint-Germain takluk 1-3.

Franck Ribery, yang sudah dua bulan tidak bermain sebagai starter, kembali memainkan pertandingan sejak sepak mula. “Saya senang saya berada di starting line-up untuk pertama kali dalam dua bulan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari situs resmi Bayern. “Tim tampil baik. Kemenangan ini manis serta penting bagi kami dan para penggemar. Selalu harus menang di pertandingan kandang. Ini kemenangan bergengsi.”

Tak hanya kembali bermain sejak menit pertama, Ribery juga kembali dipercaya menjadi kapten tim. Terakhir kali peran itu dipercayakan kepadanya pada 2013. Pelatih kepala Bayern saat itu, yang juga pelatih kepala Bayern saat ini, adalah Jupp Heynckes.

Ribery bukan yang paling bersinar. Bintang sebenarnya dalam kemenangan semalam adalah Corentin Tolisso. Semalam, eks pemain Olympique Lyonnais tersebut mencetak dua gol penting. Gol pertamanya menggandakan keunggulan Bayern. Gol keduanya mengembalikan keunggulan dua gol Bayern, sekaligus mengunci kemenangan timnya.

Semasa membela Lyon, Tolisso sebelas kali bertanding melawan PSG; di antara semua klub yang pernah ia hadapi, Tolisso paling sering bertanding melawan PSG. Dalam semua pertandingan tersebut ia selalu bermain penuh.

Lyon lebih sering kalah, dan Tolisso hanya mencetak dua gol dalam sebelas pertandingan tersebut. Kedua golnya tak pernah berarti banyak: satu gol dalam kekalahan 1-4 di pertandingan Trophee des Champions 2016, satu lainnya dalam kekalahan 1-2 di perempatfinal Coupe de la Ligue 2015/16.

Semalam Tolisso memainkan pertandingan penuh pertamanya melawan PSG sebagai pemain Bayern (Tolisso hanya bermain 45 menit dalam kekalahan 0-3 di Paris) dan ia mencetak dua gol. Dalam satu pertandingan penuh bersama Bayern, jumlah gol Tolisso sudah menyamai jumlah golnya dalam sebelas pertandingan bersama Lyon. Nilainya jauh lebih penting, pula.

“Kami ingin membalas kekalahan 0-3 di pertandingan pertama,” ujar Tolisso sebagaimana dikutip dari situs resmi Bayern. “Saya sangat senang kami berhasil. Dua gol dalam satu pertandingan juga tentu saja rasanya hebat.”

Dengan tambahan dua gol tersebut, Tolisso kini sudah mengantungi tiga gol dan satu asis di fase grup Champions League.

Pemain Prancis lain yang juga pantas mendapat sorotan adalah Kingsley Coman, pencetak dua asis dalam kemenangan atas PSG. Coman mencetak asis untuk gol pembuka dan penutup di pertandingan semalam.

Mbappe Catatkan Rekor

Bayern Munchen unggul lebih dulu. Di menit kedelapan, Robert Lewandowski menceploskan bola dari jarak dekat, setelah menerima umpan sundulan Kingsley Coman. Gol tersebut merupakan gol ke-52 Lewandowski dalam 51 pertandingan untuk klub dan negara sepanjang tahun 2017.

Gol Lewandowski juga memastikan rangkaian selalu mencetak gol terus berlanjut. Termasuk semalam, Bayern selalu mencetak gol dalam 63 pertandingan kompetitif di Allianz Arena. Jika rangkaian ini terus berlanjut, dalam 14 pertandingan Bayern akan menyamai rekornya sendiri: selalu mencetak gol dalam 77 pertandingan kandang dari 1979 hingga 1982.

Nyaris setengah jam berselang, Corentin Tolisso menggandakan keunggulan Bayern. Tolisso menyundul masuk umpan silang James Rodriguez dari sayap kiri. Gol Tolisso di menit ke-37 membuat James mencetak asis pertamanya musim ini.

Tertinggal dua gol sebelum turun minum adalah situasi asing bagi Paris Saint-Germain. PSG terakhir kali menghadapi situasi ini pada Maret 2017, dalam pertandingan melawan Barcelona.

Selepas turun minum, Paris Saint-Germain membalas. Kylian Mbappe mencetak gol di menit ke-50. Sepanjang keikutsertaannya di Champions League, itu adalah gol kesepuluh Mbappe. Ia mencapainya dalam 15 pertandingan saja.

Bukan hanya itu, Mbappe juga menorehkan rekor sebagai pemain termuda yang berhasil mencetak sepuluh gol di Champions League. Dengan usia 18 tahun dan 11 bulan, Mbappe lebih muda dari Karim Benzema, Javier Saviola, Lionel Messi, Raul, dan Wayne Rooney saat mereka mencetak gol kesepuluhnya di Champions League.

Kedudukan 2-1 tidak bertahan lama. Pada menit ke-69, memanfaatkan umpan Coman, Tolisso mengembalikan keunggulan dua gol Bayern. Kedudukan berubah menjadi 3-1, dan bertahan hingga pertandingan berakhir.

Dengan kemenangan tersebut Bayern melengkapi tiga kemenangan dalam tiga pertandingan kandang terakhir melawan PSG. Agregatnya 12-10. Selain itu, Bayern juga meneruskan rangkaian 12 pertandingan tak terkalahkan dalam pertandingan kandang di fase grup Champions League.

“Sikap tim adalah kunci hari ini,” ujar Jupp Heynckes pasca pertandingan. “Kami sangat cerdas dalam segi taktik. Paris memiliki lini serang yang sangat baik, mereka terus-menerus menciptakan peluang. Kami tampil sangat baik. Kami bermain sesuai rencana.”

PSG kalah dalam dua pertandingan terakhir. Akhir pekan lalu, mereka takluk di kandang RC Strasbourg Alsace. Dua tim terakhir yang mengalahkan PSG dalam dua pertandingan berturut-turut adalah FC Barcelona dan En Avant de Guingamp, pada 2014.

“Kami mengakhiri fase grup di peringkat pertama, itulah target kami,” ujar Unai Emery, pelatih kepala PSG, pasca pertandingan. “Tidak semua hal berjalan sesuai diskusi kami di ruang ganti. Saya setengah puas dan setengah tidak puas. Ini grup yang sulit bersama FC Bayern, kami pantas bersyukur.”

Komentar