PSG Mensyukuri Kekalahan Pertama Musim Ini

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

PSG Mensyukuri Kekalahan Pertama Musim Ini

Setelah sembilan belas kali menang dan hanya dua kali bermain imbang dalam semua pertandingan musim ini, Paris Saint-Germain akhirnya merasakan kekalahan pertama. PSG kalah 1-2 dari RC Strasbourg Alsace dalam pertandingan pekan ke-16 Ligue 1 2017/18 di, Stade de la Meinau, Strasbourg, Sabtu (2/12).

Tuan rumah unggul lebih dulu di menit ke-13. Nuno da Costa menyundul masuk umpan tendangan bebas Dimitri Lienard. Gol tersebut adalah gol keempat Da Costa musim ini.

Selepas gol Da Costa, PSG terus menyerang dan menyerang. Tercatat Kylian Mbappe memiliki peluang di menit ke-17 dan ke-38; Angel Di Maria di menit ke-18, ke-39, dan ke-41. Tidak ada di antara peluang-peluang tersebut yang menjadi gol.

Kegigihan PSG baru terbayar di menit ke-42. Mbappe, memanfaatkan umpan Adrien Rabiot, mencetak gol balasan. Di pertandingan ini Mbappe memainkan peran penyerang tengah yang biasanya dipercayakan kepada Edinson Cavani.

Di babak kedua, pada menit ke-65 tepatnya, Strasbourg kembali mencetak gol. Da Costa kembali terlibat, kali ini sebagai pencetak asis. Gol yang mengembalikan keunggulan Strasbourg itu sendiri dicetak oleh Stephane Bakonen.

Terakhir kali Da Costa memainkan peran kunci adalah pada pertandingan pekan kesepuluh. Ia mencetak semua gol Strasbourg dalam kemenangan 2-1 di kandang OGC Nice. Da Costa berusia 26 tahun, dan musim ini adalah musim pertamanya di divisi tertinggi liga sepakbola negara mana pun.

PSG, seperti di babak pertama, terus berusaha membalas. Para pencetak peluang PSG di babak kedua termasuk Javier Pastore, Mbappe, Presnel Kimpembe, Neymar, Giovani Lo Celso, dan Edinso Cavani. Kimpembe dan Cavani bahkan, masing-masing, memiliki satu peluang di menit kesembilan injury time babak kedua. Terlepas dari banyaknya peluang dan panjangnya injury time, PSG tetap kalah.

“Hari ini kami kecewa,” kata Unai Emery, pelatih kepala PSG, sebagaimana dikutip dari situs resmi klub. “Tim melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk menang. Kami pantas menang, tapi beginilah sepakbola. Sulit untuk terus menang, selalu menang dalam setiap pertandingan.”

“Dalam setiap pertandingan, kami berusaha bermain baik dan menang,” lanjut Emery. “Hari ini tim menciptakan banyak peluang, mendominasi pertandingan. Namun tanpa peluang, kami membiarkan Strasbourg memiliki peluang mengalahkan kami. Jika dilihat jumlah peluang yang kami miliki, bolehlah dibilang kami tidak beruntung.”

Menurut catatan statistik Ligue 1, PSG mendominasi permainan dengan 65% penguasaan bola, akurasi umpan yang mencapai 85%, dan 27 peluang. Namun di antara peluang-peluang tersebut, hanya empat yang tepat sasaran. Strasbourg, sementara itu, hanya memiliki lima peluang dan hanya dua di antaranya yang tepat sasaran. Semua tembakan tepat sasaran tersebut menjadi gol.

“Kami tidak melakukannya dengan benar sore ini,” ujar Marquinhos, pemain belakang PSG, kepada Canal+. “Kami menciptakan peluang, namun kami tidak bisa mencetak gol. Kami kebobolan dua gol mudah. Kami kurang konsentrasi dalam kedua gol itu. Strasbourg tampil bagus. Ini akan menjadi pelajaran bagi kami untuk kedepannya.”

Pernyataan Marquinhos senada dengan pendapat Pastore, sebagaimana dikutip dari situs resmi PSG: “Kami membayar mahal untuk dua kejadian di mana kami tidak seratus persen fokus. Lawan kami mengambil keuntungan dan mencetak dua gol dari dua peluang yang mereka miliki di pertandingan ini. Kami berusaha mencetak gol, menciptakan banyak peluang, namun tanpa hasil. Tapi pertandingan semacam ini bagus agar kami menganalisis kesalahan-kesalahan kami dan meningkatkan banyak hal untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.”

PSG tetap di puncak klasemen dengan 41 poin dari 16 pertandingan. Jarak antara PSG dengan AS Monaco di peringkat kedua masih cukup jauh, sembilan poin. Tapi hanya untuk sementara karena Olympique de Marseille, satu poin di belakang Monaco, namun belum memainkan pertandingan pekan 16. Begitu juga dengan Olympique Lyonnais di peringkat empat, dengan 29 poin.

Strasbourg naik ke peringkat ke-16, dua peringkat dan dua poin dari zona degradasi. Strasbourg, dengan empat kemenangan dan enam hasil imbang, telah mengumpulkan 18 poin.

Pertandingan PSG berikutnya adalah melawan Bayern Munchen dalam pertandingan matchday enam fase grup. PSG dan Bayern sama-sama sudah pasti lolos ke fase gugur, namun pertandingan ini tetap penting untuk menentukan siapa yang lolos sebagai juara Grup B. Sementara ini PSG menduduki peringkat pertama dengan 15 poin dari lima pertandingan, tiga poin lebih banyak dari Bayern.

Komentar