Bayern Sambut PSG dengan Realistis

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Tidak bisa berbahasa Finlandia.

Bayern Sambut PSG dengan Realistis

Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen sama-sama sudah lolos dari Grup B. Pertandingan yang mempertemukan keduanya nanti malam, walau demikian, tetap penting. Keduanya masih akan berjuang mati-matian demi memastikan diri menjadi juara grup.

Untuk sementara, PSG memimpin perlombaan. Selalu menang dalam lima pertandingan pertama menempatkan klub Perancis tersebut di peringkat pertama. Bayern berjarak tiga poin di belakang PSG, karena tiga angka hilang di Paris pada matchday kedua.

Kalah tiga gol tanpa balas di kandang PSG membuat usaha Bayern untuk memuncaki klasemen menjadi tidak mudah. Menang nanti malam pun tidak akan membuat Bayern menjadi juara grup, jika selisihnya tidak sampai empat.

Jika pertanyaan yang diajukan adalah “pernahkah Bayern mengalahkan PSG dengan selisih empat gol?” maka jawabannya adalah “ya.” Pada 22 Oktober 1997, Bayern mengalahkan PSG 5-1 di Olympiastadion.

Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah “dapatkah Bayern mengalahkan PSG dengan selisih empat gol?” maka jawabannya adalah “belum tentu.” Bukannya tidak mungkin, tapi bahkan Mats Hummels pun pesimis.

“Kami akan menghadapi tim yang musim ini tampil luar biasa dan memecahkan rekor mencetak gol di fase grup,” ujar Hummels sebagaimana dikutip dari situs resmi Bayern. “Kami harus bersikap realistis dan mengakui PSG adalah tim yang kuat dan kami harus menampilkan permainan yang nyaris mustahil untuk membuat mereka kesulitan. Menjuarai grup adalah impian yang tidak mungkin terwujud.”

Kekalahan pertama PSG, pada akhir pekan lalu, tak mengubah pandangan para pemain Bayern mengenai lawan mereka.

“Kami ingin mempersiapkan diri dengan baik dan memasuki pertandingan dengan tujuan menang,” ujar David Alaba. “Itu tujuan kami. Kami tahu itu tidak akan mudah, namun kami harus fokus kepada diri sendiri, kepada permainan dan kemampuan kami. Kami harus menjalankan perintah pelatih di lapangan.”

Pelatih berarti Jupp Heynckes. Saat kalah di Paris, pelatih Bayern masih Carlo Ancelotti. Sejak ditangani Heynckes, Bayern selalu menang di Champions League.

Selain itu, Bayern tangguh jika memainkan pertandingan fase grup Champions League di Allianz Arena. Dalam sebelas pertandingan terakhir, Bayern sebelas kali menang. Kebobolan pun hanya dua kali, sementara ke gawang lawan mereka mencetak 36 gol.

Unai Emery, pelatih kepala PSG, menyadari catatan tersebut namun tujuannya tetap sama. “Target kami adalah memenangi semua pertandingan,” ujar Emery dalam jumpa pers pra pertandingan. “Tapi Bayern kuat di kandang dan kami akan menghadapi ujian berat. Tapi target kami tetap menang karena dengan demikian kami akan mengakhiri fase grup di peringkat pertama. Namun andai kami tidak bisa menang, kami ingin bermain baik dan mengakhiri 90 menit di peringkat atas.”

“Kami ambisius, tapi kami menghormati lawan kami,” lanjut Emery. “Bayern akan bermain dengan cara mereka, dengan ambisi mereka, dan kami pun memiliki ambisi dan tujuan kami, untuk mencetak gol, menciptakan peluang, dan bermain baik.”

Bagi Emery, melawan Bayern kali ini berarti berhadapan dengan tim yang berbeda dari tim yang ia kalahkan di kandang. Beberapa hal, walau demikian, tetap sama baginya.

“Saya rasa mereka berubah di bawah Jupp Haynckes namun mereka tetap tim yang bermain menyerang,” ujarnya. “Itu belum berubah. Heynckes adalah pelatih sangat berpengalaman yang sangat mengenal Munchen dan ia telah mengangkat skuat dan para pemainnya. Kami telah menganalisis banyak pertandingan dan saya rasa masih banyak kesamaan dalam gaya main mereka bersama Ancelotti dan sekarang. Besok kami akan menghadapi ujian berat dan kami ingin melaju sejauh mungkin di kejuaraan ini.”

PSG tidak terkalahkan dalam tiga kunjungan terakhirnya ke Jerman. Rinciannya: dua kemenangan dan satu hasil imbang. Yang terbaru adalah kemenangan empat gol tanpa balas di kandang Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Champions League 2013/14. Secara keseluruhan, rincian hasil lawatan PSG ke Jerman adalah tiga menang, satu imbang, dan tiga kalah.

Rincian hasil pertandingan kandang Bayern melawan klub Perancis, sementara itu, jauh lebih baik: sepuluh kali menang, dua kali bermain imbang, dan tiga kali kalah. Klub Perancis terakhir yang berkunjung ke Allianz kalah telak 6-1 (Lille OSC, fase grup musim 2012/13).

Komentar