Hal Aneh dan Indah Alberto Moreno Menjadi Kenyataan di Tanah Kelahirannya

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Hal Aneh dan Indah Alberto Moreno Menjadi Kenyataan di Tanah Kelahirannya

Alberto Moreno sudah mengalami keanehan sebelum membela Liverpool menghadapi tuan rumah Sevilla pada pertandingan pekan lima grup E Liga Champions 2017/2018.

Laga itu adalah pertama kali Alberto menghadapi Sevilla di stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (22/11) dini hari waktu Indonesia. Dua pertemuan sebelumnya dengan Sevilla digelar di Stadion Jakob-Park saat pertandingan final Liga Eropa 2015/2016 pada 19 Mei 2016.

Kemudian bertemu lagi di Stadion Anfield pada putaran pertama pada 14 September lalu. Pertandingan dini hari tadi pun membuat Moreno kembali ke tempat masa kecilnya. Sebelum dibeli Liverpool, ia memperkuat skuat senior Sevilla dari 2011 sampai 2014. Ia juga lahir di Sevilla.

"Ini akan menjadi hal aneh dan indah pada saat bersamaan. Keluarga dan teman-teman saya akan berada di tribun untuk menonton. Ketika Sevilla melawan tim lain, jelas saya ingin mereka menang. Tapi jika kita saling berhadapan, maka saya minta maaf karena saya ingin tiga poin," kata Alberto sebelum pertandingan, seperti dikutip dari Marca.

Alberto hampir mendapatkan poin penuh itu karena Liverpool sudah unggul tiga gol ketika pertandingan berjalan 30 menit. Tapi ia mulai menjadi kambing hitam atas dua gol Sevilla yang diborong Wissam Ben Yedder. Gol pertama karena Alberto melakukan pelanggaran sehingga menjadi tendangan bebas yang dieksekusi Ever Banega dan Alberto kalah duel udara dengan Ben Yedder. Hasilnya, sundulan Ben Yedder memperkecil kedudukan dengan skor 3-1 pada menit 51.Tapi Alberto tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena Ben Yedder memang cerdik, muncul dari sisi buta Alberto secara cepat dan menyundul bola.

Puncaknya, Moreno disalahkan atas penalti yang menjadi gol kedua Sevilla. Kebanyakan menganggap bahwa penalti tidak perlu terjadi jika ia tidak hati-hati menjegal Ben Yedder di dalam kotak penalti. Jegalan Alberto tidak lepas dari kepanikan setelah ia kehilangan bola saat bersiap menghadapi tekanan dari Sevilla. Bola yang lepas dari penguasaannya diambil Ben Yedder dengan cepat sehingga Alberto terpaksa menjegalnya di kotak penalti.

Akhirnya Moreno digantikan James Milner pada menit 63. Meskipun sudah diganti, Liverpool tetap kebobolan pada menit 90+3 melalui gol Guido Pizzaro sehingga skor berakhir dengan skor 3-3.

Liverpool pun gagal memenangkan pertandingan ini dan Alberto benar-benar merasakan keanehan di rumahnya sendiri. Hasil itu membuat persaingan di grup E semakin sengit karena selisih poin antara Liverpool cuma berbeda satu angka dengan Sevilla. Liverpool memimpin dengan sembilan poin dan saingannya itu memiliki delapan poin.

Komentar