Meraih Kuadrupel Tak Akan Mudah

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball | plus Supporter

Meraih Kuadrupel Tak Akan Mudah

Manchester City melenggang ke babak semifinal Piala Liga Inggris setelah menumbangkan Leicester City melalui babak adu penalti dengan skor 4-3 (1-1) di King Power Stadium, Rabu (20/12) dini hari WIB. Saat Man City masih menunggu lawan yang akan dihadapi di babak semifinal pada awal Januari mendatang.

Selain Man City, Arsenal juga sudah memastikan lolos ke babak empat besar. Dua tiket tersisa akan diperebutkan Manchester United yang akan berhadapan melawan Bristol City di Ashton Gate Stadium, Kamis (21/12) dini hari WIB, dan Chelsea yang dijadwalkan bentrok dengan Bournemouth di Stamford Bridge pada hari yang sama.

Lupakan sejenak calon lawan yang akan dihadapi Man City di babak semifinal Piala Liga Inggris musim ini, sebab keberhasilan Man City lolos ke babak semifinal Piala Liga Inggris membuka peluang mereka untuk mengakhiri musim 2017/2018 dengan meraih empat gelar juara di ajang Piala Liga Inggris, Piala FA, Liga Champions, dan Liga Primer Inggris.

Di ajang Piala FA, Man City masih berada di jalur perburuan gelar setelah memastikan lolos ke babak ketiga turnamen sepakbola tertua di dunia itu. Pada Ronde Ketiga Piala FA, Man City dijadwalkan bertemu Burnley pada 6 Januari mendatang. Langkah mulus Man City juga terjadi di Liga Champions, David Silva dan kawan-kawan telah mengunci satu tempat di babak 16 besar. Pada fase tersebut tim asuhan Josep ‘Pep’ Guardiola itu dipastikan jumpa FC Basel untuk memperebutkan satu tiket di babak perempatfinal.

Sementara di Liga Primer Inggris, laju Man City terbilang mengagumkan. Dari 18 pertandingan yang telah dilakoni, The Citizens membukukan 17 kemenangan dan satu hasil imbang. Pencapaian tersebut membuat pengoleksi empat gelar Liga Inggris itu nyaman berada di puncak klasemen dengan 52 gol, unggul 11 angka dari Man United yang menguntit di posisi dua.

Berkaca pada performa impresif Man City musim ini, peluang mendapatkan empat piala sangat terbuka lebar. Meski begitu Pep Guardiola memilih merendah. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu mengungkapkan bahwa tidak mungkin timnya bisa meraih empat gelar sekaligus pada akhir musim nanti.

“Lupakan soal itu (kuadrupel). Hal tersebut tentu tidak akan terjadi. Ayolah, ini tidak akan menjadi kenyataan. Situasi memenangkan 16 atau 17 pertandingan berturut-turut di liga dan lolos ke Liga Champions sebelum kami menyelesaikan semua pertandingan fase grup bukan jaminan utama. Apalagi sekarang kami bermain dengan banyak pemain muda, itu tidak normal,” terang Pep seperti dilansir dari The Guardian.

Rintangan Man City Bakal Semakin Berat

Dari pernyataannya tersebut Pep mencoba bersikap rasional. Wajar, karena kompetisi musim 2017/2018 masih terbentang panjang. Langkah Man City mengarungi kompetisi musim ini juga baru setengah jalan. Masih banyak hal yang akan terjadi di depan, tapi memprediksi tim yang bermarkas di Etihad Stadium itu bakal meraih empat gelar juara pada akhir musim sebenarnya bukanlah khayalan bila mengacu pada performa gemilang mereka sejauh ini.

Bukan tidak mungkin Man City bisa memenangi semua gelar pada akhir musim nanti, namun prosesnya tidak akan semudah yang dibayangkan. Konsisten dan tidak kelewat percaya diri adalah modal utama yang harus dimiliki The Citizens. Tantangan yang akan dihadapi Sergio Aguero dan kawan-kawan ke depannya akan jauh lebih berat.

“Dalam sepakbola semua kemungkinan bisa terjadi, Anda bisa saja kehilangan poin dan Anda kalah dalam kompetisi. Jadi, saya tidak memikirkan berapa banyak piala yang akan kami dapatkan, saya hanya memikirkan pertandingan berikutnya," sambung Pep.

Di Piala Liga musim ini misalnya, mereka memang berada dalam jalur yang benar untuk memenangi gelar setelah memastikan diri lolos ke semifinal. Namun Man City berpotensi menghadapi calon lawan berat di babak empat besar. Arsenal yang juga sudah memastikan lolos ke semifinal Piala Liga, merupakan salah satu calon lawan yang akan dihadapi.

Arsenal bukan lawan sembarangan. Meski di Liga Primer Man City pernah mengalahkan mereka, namun itu bukan jaminan The Citizens bisa dengan mudah melewati hadangan The Gunners, bila pada akhirnya kedua kesebelasan tersebut bersua di semifinal. Selain Arsenal, Manchester United dan Chelsea juga berpeluang menjadi lawan Man City di semifinal. Artinya, perjalanan mereka untuk meraih trofi Piala Liga akan semakin sulit, karena mereka berpeluang menghadapi lawan yang selevel di babak semifinal dan final.

Kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami Man City dalam mengarungi kompetisi Liga Primer dan Piala FA. Di kompetisi domestik mereka memang dominan, apalagi setelah melewati 16 pertandingan terakhir dengan sapu bersih kemenangan. Tapi kompetisi masih menyisakan sekitar 20 pertandingan. Andai lengah, bukan tidak mungkin Man City tersungkur yang membuat kompetitor terdekat di tabel klasemen melesat menyusul posisi mereka.

Begitu pula di Piala FA, meski sudah memastikan diri lolos ke ronde ketiga namun lawan yang akan dihadapi adalah Burnley, tim papan tengah yang sepak terjangnya pada musim ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski pada akhirnya Man City bisa melewati hadangan Burnley, mereka masih berpeluang jumpa tim-tim besar Liga Primer lainnya seperti Liverpool, Manchester United, Tottenham Hotspurs, hingga Everton di babak selanjutnya. Tim-tim tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi Man City, apalagi Everton yang berstatus sebagai satu-satunya tim yang musim ini bisa menahan imbang The Citizens di Etihad Stadium pada ajang Liga Primer.

Sementara di Liga Champions, perjuangan Man City terhitung akan jauh lebih berat untuk bisa mengangkat trofi ‘Si Kuping Besar’ pada akhir kompetisi nanti. Di babak 16 besar, mereka memang hanya akan menghadapi FC Basel yang di atas kertas bisa mereka lewati. Namun setelah itu Man City berpotensi menghadapi lawan-lawan tangguh semisal Real Madrid, Barcelona, Juventus, Bayern Munich, hingga Paris Saint-Germain (PSG). Tak ketinggalan, tim-tim asal Inggris lainnya seperti Liverpool, Man United, Chelsea, dan Tottenham Hotspurs pun bisa menjadi calon lawan mereka di perempatfinal, semifinal, atau bahkan final.

Selain mengenai lawan-lawan berat yang berpotensi bakal dihadapi Man City, faktor non teknis seperti jadwal padat yang berimbas pada menurunnya stamina pemain hingga berakibat cedera pun bisa menjadi mimpi buruk. Artinya selain konsistensi penampilan yang harus terus dijaga, Pep pun bertanggung jawab dalam mengelola timnya agar tidak terlalu terkuras fisiknya menghadapi jadwal padat kompetisi musim ini.

Komentar