Pemain Kunci dalam Kuatnya Pertahanan Burnley

Analisis

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Pemain Kunci dalam Kuatnya Pertahanan Burnley

Jika menengok klasemen Liga Primer Inggris 2017/2018 hingga pekan ke-11, Burnley menjelma menjadi kesebelasan yang mengejutkan. Mereka kini menempati posisi ketujuh. Kesebelasan berjuluk The Clarets ini sendiri kini dikenal sebagai salah satu kesebelasan Liga Primer dengan pertahanan terbaik.

Meskipun Burnley cuma mencetak 10 gol dari 11 pertandingan, tapi mereka adalah kesebelasan keempat yang paling sedikit kebobolan di Liga Primer Inggris sejauh musim ini. Catatan sembilan kali kebobolan mereka cuma kalah dari Manchester United (lima), City (tujuh) dan Tottenham Hotspur (tujuh).

Berkat pertahanan kokoh, Burnley menjadi kesebelasan yang sulit dikalahkan. Saat artikel ini ditulis, dari 11 kali bermain, mereka baru kalah dua kali. Meski dijungkalkan Man City, mereka berhasil mengalahkan Chelsea serta menahan imbang Spurs dan Liverpool. Tak heran Burnley lebih optimis menatap musim ini.

***

Burnley ditinggalkan Michael Keane yang pindah ke Everton pada awal musim 2017/2018. Padahal, Keane merupakan bek tengah andalan mereka sejak ia bergabung dari Manchester United. Keane telah membangun unit pertahanan yang baik bersama tandemnya, Ben Mee. Tapi ditinggalkan Keane tak membuat pertahanan Burnley merapuh.

Harga jual Keane sebesar 30 juta paun ke Everton seyogyanya bisa dipakai untuk bek tengah lebih tenar. Tapi Sean Dyche, manajer Burnley, lebih mempercayakan pekerjaan bek tengah utama kepada James Tarkowski. Sebelumnya, Tarkowski merupakan pemain pengganti Mee atau Keane ketika harus ditarik keluar atau sedang mengalami cedera.

Tarkowski pun baru dimainkan sebagai pemain inti di Liga Primer Inggris musim lalu ketika melawan tuan rumah Crystal Palace saat 29 April. Penampilannya mengagumkan karena berhasil mematikan pergerakan Cristian Benteke dan Burnley berhasil menang dua gol tanpa kebobolan.

Maka bukan tanpa alasan jika Tarkowski langsung dipercaya menjadi duet Mee di lini belakang Burnley musim ini. Tarkowski pun menjadi bek tengah yang mengejutkan di Liga Primer Inggris 2017/2018. Ia pintar membaca permainan lawan dan bisa memainkan bola dari lini belakang.

Tapi hal yang paling istimewa Tarkowski adalah kemampuannya melepaskan bola dari zona bahaya. Hal itu bisa dilihat dari catatan sapuan bersihnya sebanyak 88 kali dari 10 pertandingan Liga Primer Inggris musim ini. Jumlah itu membuatnya menjadi pemain kedua terbanyak dalam sapuan bersih setelah Shane Duffy dari Brighton & Holve Albion.

Setidaknya sapuan bersih Tarkowski lebih banyak daripada Keane karena mantan rekannya itu cuma berhasil 64 kali. Selain sapuan bersih, Tarkowski juga unggul duel udara dan blok tendangan lawan daripada Keane. Tarkowski melakukan 19 kali blok sementara Keane 10 kali.

Sementara kemenangan duel udara Tarkowski mencapai angka 37 dan Keane 33 kali. Tapi soal blok tendangan lawanlah yang membuat kerja samanya dengan Mee berhasil menguatkan pertahanan Burnley. Tarkowski sendiri merupakan bek paling banyak yang melakukan blok di lima liga top Eropa.

Jumlah 19 kali bloknya digabungkan dengan Mee yang sudah melakukan 17 kali. Mee pun merupakan bek ketiga paling banyak melakukan blok di lima liga top Eropa. Jika jumlah blok Mee dan Tarkowski digabungkan, mereka berdua merupakan duet paling banyak melakukan blok di liga top Eropa.

Sekarang sudah terbukti bahwa Tarkowski merupakan bek tengah berharga yang dimiliki kesebelasan berjuluk The Clarets tersebut. Ia membuktikan sama bagusnya dengan Keane ketika diberikan kesempatan sehingga bisa menunjukan apa yang bisa dilakukan.

Catatan statisik yang cemerlang tersebut dijawab pemain Inggris keturunan Polandia itu dengan rendah hati. Menurutnya, permainannya tidak lepas dari faktor kerja keras dan mengikuti semua instruksi Dyche. Apalagi setiap pemain belakang selalu diberikan pekerjaan kotor.

"Kami bersedia menunjukan sisi yang mengerikan. Blok, tekel, berlari. Itu mudah untuk sekadar dibicarakan, tapi kau harus melakukan itu sebagai sebuah tim. The Gaffer (julukan para pemain Burnley kepada Dyche) ada di sana. Ia menciptakan mentalitas yang bagus dan menjadi psikis yang bagus," ujar Tarkowski seperti dikutip dari Daily Mail.

Tidak ada seorang superstar di Burnley. Meski penjualan Keane cukup menebalkan dompet mereka, tapi mereka tak menggunakan pendapatan tersebut untuk membeli pemain-pemain berbintang dan mahal. Padahal bisa saja mereka melakukannya, seperti ketika mereka sukses memboyong Steven Defour pada bursa transfer musim panas 2016.

Tapi Mee menegaskan bahwa kemajuan Burnley karena adanya ikatan kuat antar pemainnya dan semangat yang hebat di skuat tersebut. Menolaknya Mee atas tawaran Manchester City pun menjadi salah satu kesuksesan lini belakang Burnley saat ini.

"Uang yang ditawarkan gila. Itu bisa membantu klub meraih kesukesan yang bisa didapatkan. Saya bisa berlatih dengan beberapa pemain hebat, tapi saya tidak akan bisa mendapatkan kesempatan bermain di tim pertama di sana," ungkap Mee seperti dikutip dari The Independent.

Bekat Mee dan Tarkowski, ditambah dengan bantuan bertahan dari Matthew Lowton dan Stephen Ward sebagai bek sayapnya, pertahanan Burnley sangat sulit untuk ditembus. Para pemain tengahnya pun berandil besar ketika bertahan dan memulai serangan balik Burnley.

Apalagi jika bermain di Stadion Turf Moor, mereka tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam lima pertandingan kandang terakhir di Liga Primer Inggris 2017/2018. Kuatnya pertahanan Burnley itu mampu menempatkan diri di posisi tujuh klasemen sementara.

Di sisi lain Dyche sendiri menikmati karier sebagai bek tengah selama 18 tahun menjadi pesepakbola profesional. Pengalaman itu jugalah yang membuat pertahanan Burnley menjadi sebuah gairah di dalam kesebelasannya. Dan duet Mee serta Tarkowski adalah pelampiasan pengalaman Dyche yang berhasil menjadi gairah itu sendiri di Burnley.

Sumber lain: ESPN FC, HITC, SB Nation, Telegraph

Komentar