Piala Dunia 2018 Tanpa Messi atau Negara Kuat Lain? Mungkin Saja

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Piala Dunia 2018 Tanpa Messi atau Negara Kuat Lain? Mungkin Saja

Piala Dunia adalah ajang di mana pesepakbola-pesepakbola kenamaan bertemu. Empat tahun sekali, di sebuah negara yang sudah ditentukan untuk menjadi tuan rumah, mereka saling beradu untuk menjadi yang terbaik di dunia. Namun dalam perjalanannya, Piala Dunia kerap melewatkan talenta berbakat dan negara-negara kuat, dan pada Piala Dunia 2018, hal itu bisa saja terjadi.

Perjalanan menuju Piala Dunia bukanlah perjalanan mudah. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh berbagai negara untuk menginjakkan kaki di putaran final Piala Dunia. Salah satu tahapan yang harus dilalui sebuah negara sebelum masuk putaran final Piala Dunia adalah babak kualifikasi yang dikelompokkan berdasarkan zona konfederasi.

Terkhusus untuk Piala Dunia 2018 ini, ada beberapa negara yang menjalani fase babak kualifikasi ini dengan tidak maksimal. Nahasnya, negara-negara tersebut adalah negara yang kerap menjadi langganan tampil di Piala Dunia. Ada Belanda, Argentina, Amerika Serikat, dan negara-negara kuat lain yang terancam tidak lolos ke Piala Dunia 2018. Mereka terseok-seok di fase kuaifikasi yang mereka jalani.

Perhatian tentu tertuju kepada Argentina, yang tak pernah absen ikut putaran final Piala Dunia sejak 1970 silam. Jika mereka gagal, ini akan menjadi kali pertama Albiceleste tidak mengikuti putaran final Piala Dunia. Tapi jika kelak hal ini terjadi (kegagalan Argentina, Belanda, dan Amerika Serikat masuk Piala Dunia) ini adalah hal yang wajar.

Kesulitan Argentina, Amerika Serikat, dan Belanda menjalani fase kualifikasi

Sebuah tulisan di laman Wall Street Journal, disebutkan bahwa kemungkinan Argentina, Amerika Serikat, dan Belanda absen dari perhelatan putaran final Piala Dunia 2018 Rusia cukup besar. Ini tak lepas dari hal-hal nonteknis yang hilang dari tim-tim tersebut, seperti kondisi psikologis tim serta tidak adanya pemain dengan kemampuan leadership yang baik dalam tim tersebut.

Kisah cukup tragis dialami oleh Argentina dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL. Dengan sisa satu laga kualifikasi, mereka masih berada di peringkat keenam. Posisi ini berada di luar zona lolos, dan pertandingan terakhir melawan Ekuador adalah laga cukup berat yang harus mereka menangkan agar mereka mampu lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Baca Juga: Argentina Terancam Tak Lolos ke Piala Dunia 2018

Tapi cerita tragis babak kualifikasi Piala Dunia 2018 bukan hanya milik Argentina saja. Beberapa negara langganan Piala Dunia juga terancam tidak lolos ke Piala Dunia 2018. Ada Amerika Serikat dan Belanda yang masih belum menentukan takdir mereka apakah akan lolos ke Piala Dunia atau tidak. Belanda masih berjuang dalam babak kualifikasi Grup A zona UEFA, sedangkan Amerika Serikat sedang berjuang di babak kualifikasi fase Hexagonal zona CONCACAF.

Belanda masih sulit bersaing dengan Prancis dan Swedia untuk memperebutkan jatah lolos langsung dan jatah play-off. Paling mentok, jika Oranje mampu memenangkan dua laga sisa, mereka bisa mendapatkan tiket play-off dan harus bertarung lagi dengan runner-up grup lain. Buruknya penampilan Belanda di kualifikasi Piala Dunia ini adalah buntut dari berganti-gantinya pelatih, serta penampilan pemain-pemain andalan mereka yang sudah menurun karena termakan usia.

Robben yang sudah tidak sekuat dahulu

Di belahan dunia lain, Amerika Serikat yang juga negara langganan Piala Dunia harus menerima sebuah kenyataan bahwa perjuangan mereka menuju Piala Dunia 2018 ini harus menemui jalan terjal. Di babak Hexagonal, fase terakhir dalam menentukan tim-tim mana saja yang akan lolos dari zona CONCACAF ke Piala Dunia, Amerika Serikat masih kalah dari Panama, Kosta Rika, dan Meksiko.

Amerika sekarang berada di posisi keempat babak Hexagonal. Dua laga sisa melawan Panama dan Trinidad & Tobago menjadi laga penentuan bagi Amerika. Terkhusus untuk Panama, mereka menjadi tim yang begitu sulit dikalahkan Amerika. Pada pertemuan pertama 28 Maret 2017 silam, Panama berhasil menahan imbang Amerika Serikat dengan skor 1-1.

Selain Belanda, Amerika Serikat, dan Argentina, sebenarnya masih ada negara lain yang juga harus melalui jalan terjal ke Piala Dunia 2018. Ada Australia yang harus mengalahkan Suriah terlebih dahulu. Ada juga Italia, Wales, dan Portugal yang juga masih belum aman menuju putaran final Piala Dunia 2018.

Kegagalan yang wajar-wajar saja

Memang jika kelak negara-negara ini gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, perhelatan Piala Dunia akan menjadi sedikit hambar. Ketidakhadiran bintang-bintang tersebut akan membuat Piala Dunia tidak berhias bintang-bintang dan negara-negara kuat, menjadikan tingkat kekompetitifan Piala Dunia menjadi sedikit berkurang. Terkhusus untuk Argentina dan Belanda, mereka berdua adalah runner-up dan juara ketiga Piala Dunia 2014 di Brasil.

Namun jika kelak negara-negara di atas tidak lolos ke Piala Dunia 2018, itu adalah hal yang bisa dibilang wajar-wajar saja. Ketidaklolosan mereka ke Piala Dunia bisa menjadi cermin bahwa tidak ada peningkatan kualitas dari sangara (kesebelasan negara) tersebut, di tengah negara-negara lain yang mulai bangkit dan meningkatkan kualitas dari sangara mereka.

Dalam tulisan di Fox Sports, disebutkan bahwa tidak lolosnya negara-negara ini ke Piala Dunia Rusia adalah hal yang mungkin. Buruknya penampilan mereka dalam babak kualifikasi menjadi cermin bahwa negara-negara ini memang belum siap untuk lolos ke Piala Dunia. Maka, sah dan wajar-wajar saja jika mereka kelak tidak lolos ke Piala Dunia 2018. Itu mungkin saja terjadi.

Pernahkah Anda terbayang Piala Dunia terselenggara tanpa dua pemain ini?

Cesar Luis Menotti, pelatih legendaris asal Argentina, menyebut bahwa ada yang salah dari negara-negara yang sekarang cukup sulit untuk lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia, termasuk Argentina. Sedangkan menurut Diego Latorre, komentator yang juga mantan pemain bola, khusus untuk Argentina, masalahnya lebih berat daripada itu.

"Terkejut. Saya benar-benar terkejut. Saya ingat ketika saya melawan Venezuela dulu, kami bisa menang 7-0 dan 11-0. Total 18 gol dalam dua laga. Sekarang, begitu sulit mengalahkan Venezuela. Dari apa yang saya lihat, juga untuk negara-negara lain, tampaknya ada sesuatu yang tidak kami lakukan dengan baik," ujar Menotti yang berhasil mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 1978.

"Psikologis pemain, menurut saya, memainkan peranan penting dalam sebuah pertandingan. Ada semacam ketegangan yang menyelimuti para pemain, dan hal tersebut sulit untuk lepas dari para pemain Argentina. Kalah dalam tiga final, tiga tahun berturut-turut pula, memengaruhi psikologis para pemain," ujar Latorre.

Dengan keadaan seperti ini, di tengah ketidakpastian yang melanda timnas Argentina dan juga timnas langganan Piala Dunia yang lain, jangan kaget jika di Piala Dunia 2018 nanti, nama-nama mereka tidak akan ada. Tapi jangan khawatir, mungkin akan ada tim underdog macam Islandia di Piala Eropa 2016 yang siap menghibur kita dengan kejutan dan kesederhanaan yang mereka miliki.

foto: @brfootball

Komentar