Drama Tidak Bisa Merusak Kenangan Manis Tottenham Bersama Christian Eriksen

PanditTV

by Adrianus Eduard Johanes

Adrianus Eduard Johanes

"Losing my religion to football"

Drama Tidak Bisa Merusak Kenangan Manis Tottenham Bersama Christian Eriksen

Christian Eriksen akhirnya pergi meninggalkan Tottenham Hotspur. Setelah enam setengah tahun menetap di London Utara, pengatur serangan asal Denmark tersebut akhirnya bisa merasakan udara segar. Jasa ditebus dengan dana 17 juta Paun oleh Inter Milan dan mendapatkan kontrak empat setengah tahun di sana.

Masa-masa terakhir Eriksen bersama Tottenham memang dipenuhi dengan drama. Ia seperti sudah tidak semangat lagi untuk membela the Lilywhites. Pada awal musim 2019/20, Eriksen yang tidak tergantikan sejak 2014 akhirnya kehilangan tempat di susunan utama. Performa Eriksen sebenarnya sudah terlihat menurun sejak 2018/19. Memberikan kontribusi dalam 27 gol Tottenham di semua kompetisi sepanjang musim itu sebenarnya bukanlah catatan buruk bagi Eriksen. Pada musim sebelumnya, 2017/18, ia juga mencapai angka yang sama. Namun penurunan efektivitas Eriksen begitu terasa. Setidaknya di 2017/18, ia dapat memberikan kontribusi dalam sebuah gol setiap 147,37 menit. Sementara di 2018/19, dengan jam terbang yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya (4.129` : 3.979`), Eriksen hanya bisa memberikan kontribusi gol setiap 152,49 menit.

Hanya empat hari setelah Tottenham kalah dari Liverpool di final Liga Champions 2018/19, akhirnya Eriksen buka suara. Mengaku bahwa ia sudah tidak kerasan lagi berada di London Utara. "Saya merasa butuh tantangan baru untuk dapat melanjutkan karier. Saya tidak memiliki masalah apapun dengan Tottenham. Hanya butuh suasana baru. Saya menghormati Tottenham dan semoga hal ini bisa selesai pada musim panas 2019," aku Eriksen kepada media Denmark, Ekstra Bladet. Ketika itu, Manchester United disebut sebagai pelari terdepan untuk jasa Eriksen. Tapi tidak ada transaksi yang terjadi. Tottenham justru masih berusaha untuk mempertahankan jasanya di London Utara.

VIDEO: Momen Terbaik Christian Eriksen Bersama Tottenham Hotspur



Mantan pemain Ajax Amsterdam itu sadar bahwa kontraknya di Tottenham akan berakhir pada Juni 2020. Jika pihak klub tidak mau menjualnya, ia pun lebih memilih untuk duduk diam di bangku cadangan. Apalagi setelah kedatangan Giovanni Lo Celso, menit yang didapat Eriksen di atas lapangan semakin minim. Kehadiran Jose Mourinho sebagai pengganti Pochettino juga tidak mengubah sikap Eriksen. Menurut laporan the Athletic, dirinya bahkan langsung menghampiri Mourinho dan mengatakan bahwa ia sudah tidak mau lagi membela Tottenham.

Mourinho tidak keberatan dengan sikap Eriksen tersebut. The Special One tetap menggunakan jasa Eriksen dalam beberapa kesempatan. Tapi dirinya mulai lebih bergantung kepada Lo Celso sebagai pengatur serangan Tottenham. Inter Milan yang mencium situasi ini sempat berusaha memanfaatkan situasi dengan melayangkan tawaran rendah, delapan juta Paun untuk jasa Eriksen. Setelah tawaran itu ditolak, mereka meningkatkan angka jadi 11 juta Paun. Tottenham menginginkan 20 juta Paun dari Inter. Namun karena kondisi Eriksen tak bisa tertolong lagi, mereka akhirnya menerima tawaran 17 juta Paun dari Inter.

Setelah kesepakatan itu terjadi, Mourinho pun mengatakan bahwa Eriksen selalu bersikap profesional di tengah kondisinya. Ia tidak mau berkata lebih banyak lagi dari hal itu dan memang, profesionalisme Eriksen saja seharusnya sudah cukup untuk dikenang Tottenham. Apa yang terjadi sejak 2018/19, seharusnya tidak merusak kenangan manis yang telah diberikan gelandang Denmark tersebut kepada klub.

Ia adalah bagian dari tujuh pemain yang didatangkan Tottenham dari uang penjualan Gareth Bale ke Real Madrid. Dari tujuh pemain tersebut, Eriksen merupakan pembelian terbaik Tottenham. Tampil lebih dari 300 kali untuk the Lilywhites, Eriksen telah terlibat dalam 158 gol selama enam setengah tahun membela klub. Mengarsiteki 89 gol untuk rekan-rekan satu timnya dan mencetak 69 dengan nama dia sendiri. Ia membantu Tottenham di tengah masa transisi, dua kali menjadi pemain terbaik klub (2014, 2015) dan mengantar mereka ke final Liga Champions 2018/19.

Sudah terlalu banyak minat yang ia abaikan untuk bertahan di London Utara. Setelah enam tahun membela klub dan tidak mengangkat satu pun piala, Eriksen merasa tidak ada lagi yang dapat ia berikan kepada Tottenham. Menolak kontrak bukan berarti memberontak. Ia hanya butuh tantangan baru.

VIDEO: Eriksen Siap Menyambut Tantangan Baru Bersama Inter Milan



Komentar