Apa Sebenarnya Posisi dan Peran Joao Cancelo?

Taktik

by Dzikry Lazuardi

Dzikry Lazuardi

Analis Sulut United.

Apa Sebenarnya Posisi dan Peran Joao Cancelo?

Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang jenius dari segi taktik. Dengan filosofi utama ‘tim yang menguasai bola tidak akan kebobolan’, Guardiola mengotak-atik formasi, susunan pemain, dan peran pemain sedemikian rupa untuk memaksimalkan kekuatan tim. Terbaru, Joao Cancelo memiliki peran penting dalam taktik Guardiola di Manchester City.

Cancelo dibeli dari Juventus pada Agustus 2019 lalu dengan harga €55 juta. Namun, musim lalu Cancelo kesulitan menembus tim utama Man City. “Musim lalu dia berjuang dengan klub baru dan ide (sepakbola) baru. Dia bingung di awal. Dia memiliki ekspektasi yang tidak bisa kami beri,” ujar Guardiola pada wawancara sebelum pertandingan menghadapi Brighton.

Ekspektasi Cancelo tampaknya adalah bermain layaknya fullback modern. Melakukan overlap untuk membantu serangan, memanfaatkan kecepatan tinggi yang ia miliki. Kemampuan teknik yang baik juga membuat pemain asal Portugal ini bisa melepaskan umpan silang berbahaya.

Guardiola punya rencana lain. Dominan dengan formasi 4-3-3, fullback Man City tidak selalu overlap tinggi. Penyerang sayap kerap melebar untuk memperluas area permainan. Dua gelandang naik mengisi half space. Kondisi ini membuat fullback Man City biasanya bergerak ke tengah hingga sejajar dengan gelandang bertahan, atau biasa disebut inverted fullback. Hal ini dilakukan pada fase akhir serangan dengan tujuan mengantisipasi serangan balik lawan.

Musim ini, Cancelo sudah fasih bergerak masuk membantu lini tengah. Perbedaannya dengan inverted fullback biasa, Cancelo bergerak ke tengah dari awal fase serangan Man City. Terlihat dari gambar di bawah, pemain 26 tahun ini bergerak ke tengah meski bola masih dikuasai oleh Ederson.

Man City seperti membentuk shape 3-2 untuk lini pertahanan dan lini tengah. Oleksandr Zinchenko sebagai fullback kiri tetap melebar. John Stones sebagai bek tengah bagian kanan sedikit melebar untuk membuka sudut bagi Ruben Dias.

Kemampuan teknik dan taktik yang baik dari Cancelo membuat ia mampu bermain di peran ini dengan baik. Cancelo bahkan sempat dimainkan sebagai gelandang tengah oleh Guardiola pada laga melawan Arsenal bulan Oktober silam dan pertandingan menghadapi Newcastle akhir tahun lalu.

Pergerakan ini memberikan beberapa keuntungan. Pertama, jika penyerang sayap lawan tertarik ke tengah untuk menjaga Cancelo, ruang di sayap kanan akan terbuka lebar. Sayap kanan Man City bisa memaksimalkan ini. Contohnya pada laga menghadapi Brighton, Riyad Mahrez mendapatkan situasi 1v1 menghadapi wingback kiri Brighton, Bernardo. Kualitas yang ia miliki membuat Mahrez dengan mudah melewati Bernardo.

Cancelo tidak hanya memberikan ruang di kanan, ia juga memberi opsi bagi Mahrez setelah berhasil menusuk pertahanan Brighton. Kevin De Bruyne melakukan run in behind, pergerakan ini membuat Mahrez memiliki banyak opsi. Man City sangat berbahaya pada situasi seperti ini.

Pergerakan Cancelo ke tengah juga membuat Man City tidak boros pemain pada fase awal serangan. Ilkay Gundogan dan De Bruyne sebagai gelandang bisa naik ke area yang tinggi. Rodri dan Cancelo mengisi lini tengah untuk membangun serangan dari bawah. De Bruyne lebih dibutuhkan di fase akhir serangan dengan kemampuannya dalam membuat end passing, fase awal serangan bisa mengandalkan Rodri dan Cancelo.

Jika sesekali buntu, Gundogan dan De Bruyne kerap turun untuk membuat situasi menang jumlah. Meski begitu, mereka tidak turun terlalu rendah. Gundogan dan De Bruyne diberi kebebasan untuk bergerak. Kemampuan taktik yang baik membuat mereka paham kapan harus turun dan kapan harus naik.

Meski Cancelo lebih terlihat seperti gelandang tengah, ia juga bisa memberikan kontribusi umpan silang layaknya fullback pada umumnya. Eks pemain Valencia ini bisa menyelinap lewat halfspace atau memanfaatkan pertahanan rapat lawan yang membuat ruang tersedia di sayap.

Pada momen di bawah ini, Bernardo Silva memberikan umpan terobosan ke Cancelo yang melakukan underlap. Ia memanfaatkan ruang di halfspace kanan Man City. Umpan silang dari dalam kotak penalti berhasil dilepaskan meski tidak menjadi gol.

Cancelo juga tetap bisa melakukan overlap pada situasi tertentu. Ketika sayap Man City cut inside, lawan akan tertarik ke dalam sehingga meninggalkan ruang di sayap. Awareness yang baik membuat Cancelo mampu memanfaatkan situasi ini. Namun gagal menjadi gol.

Tidak ada taktik yang sempurna, pergerakan Cancelo ini juga memiliki kekurangan. Pergerakan ke tengah membuat area di sisi kanan yang ditinggalkan Cancelo menjadi kosong. Lubang ini bisa dimanfaatkan dengan permainan direct dari lawan.

Brighton sempat memanfaatkan hal ini. Setelah menang duel udara dan Man City gagal mendapatkan bola kedua, Leandro Trossard melepaskan umpan terobosan ke Alexis Mac Allister di sisi kanan pertahanan Man City.

Taktik yang bisa dilakukan lawan dalam memanfaatkan kelemahan taktik Guardiola ini adalah menekan gelandang Man City di area tengah dengan intens. Bola udara juga bisa menjadi opsi dengan catatan Cancelo berada di tengah sehingga terdapat ruang di sayap kanan pertahanan Man City. Paling penting, striker atau sayap kiri harus sigap dalam memanfaatkan ruang antara Stones dan Cancelo.

Taktik ini cukup menarik. Jika mengacu pada formasi dasar, Cancelo berposisi sebagai fullback kanan belakangan ini ketika Kyle Walker absen. Namun ia sangat sering beroperasi di lini tengah, lebih sering dari peran inverted fullback pada umumnya. Michael Cox, dalam podcast Zonal Marking mendeskripsikan Cancelo sebagai half back, seperti pada formasi piramida terbalik 2-3-5.

Komentar