Perbedaan Tipe Pemain Adalah Kunci Kekuatan Everton

Taktik

by Dzikry Lazuardi

Dzikry Lazuardi

Analis Sulut United.

Perbedaan Tipe Pemain Adalah Kunci Kekuatan Everton

Everton kembali meraih tiga poin pada pekan kedua Premier League. Anak asuh Carlo Ancelotti sukses mengandaskan perlawanan West Brom dengan skor 5-2 pada Sabtu (19/9). Tidak hanya hasil, The Toffees juga luar biasa dari segi permainan.

Semua diawali dengan tiga amunisi tambahan pada bursa transfer musim panas ini. Tiga pemain berkualitas dan sesuai kebutuhan didatangkan Ancelotti. Gelandang Napoli yang juga pernah dilatih oleh Ancelotti, Allan, didatangkan dengan harga €25 juta. Pelatih Italia itu juga mengangkut James Rodriguez dengan status bebas transfer dari Real Madrid. Ini menjadi kali ketiga mereka berada di tim yang sama setelah Real Madrid dan Bayern Munchen. Plus Abdoulaye Doucoure yang ditebus €22 juta dari Watford.

Live streaming seluruh pertandingan Liga Primer Inggris 2020/21

Tiga pemain tersebut langsung menjadi pemain utama Everton pada dua laga awal. Pada formasi 4-3-3 yang diusung Ancelotti, Allan berperan sebagai gelandang bertahan di belakang Andre Gomes dan Doucoure. James mengisi posisi sayap kanan menemani Dominic Calvert-Lewin sebagai striker dan Richarlison sebagai sayap kiri.

Ancelotti bukan pelatih yang gemar membuat taktik revolusioner seperti Pep Guardiola. Kekuatan terbesar Ancelotti adalah menggabungkan pemain dengan tipe berbeda yang memiliki peran masing-masing pada skema di lapangan. Selain itu, kemampuannya menguasai ruang ganti dan mengeluarkan kemampuan terbaik pemain tak perlu diragukan.

Allan dapat diandalkan sebagai gelandang bertahan, ia mencatatkan sembilan tekel dalam dua pertandingan pertama Everton. Gomes mengisi peran gelandang teknikal untuk mengatur tempo dari area rendah dan Doucoure sebagai gelandang enerjik untuk menjangkau area lapangan yang lebih luas. Doucoure kerap mengisi posisi sayap kanan ketika James bergerak bebas.

Soal penyerang sayap, James dan Richarlison memiliki karakter yang berbeda. James merupakan pemain kreatif yang memiliki visi luar biasa. Sementara Richarlison memiliki kelebihan dalam eksplosivitas dan teknik ala pemain Brasil. Perbedaan tipe mereka sangat menyulitkan lawan terutama Tottenham Hotspur yang bermain lebih terbuka dibanding West Brom, sehingga banyak ruang tercipta untuk kedua pemain. James membuat lima peluang sementara Richarlison membuat 11 dribel dan tujuh tembakan.

Menghadapi West Brom yang bermain dengan blok rendah, James memiliki peran penting. Ia bergerak bebas untuk mendapatkan bola dan membuat umpan yang menembus lini lawan. Ketika Everton menyerang dari kiri dan James berada di sisi tersebut, Doucoure masuk ke posisi sayap kanan yang ditinggalkan James untuk memberi keseimbangan. Doucoure juga bisa menjadi target umpan silang dari sisi kiri dengan postur 182 cm yang ia miliki. Hal ini bisa menjadi opsi ketika lawan berhasil mematikan James dengan baik.

Blok rendah dan rapat lawan membuat ruang tercipta di sayap. Everton memanfaatkan ruang tersebut dengn membuat 32 umpan silang, salah satunya mengawali gol pertama Calvert-Lewin. Bola muntah sukses dimanfaatkan striker Inggris itu. Meski tidak mendapat bola, namun Doucoure terlihat membantu Richarlison dan Calvert-Lewin.

Ketika Everton mencoba membuat peluang dari umpan silang, James tetap berada di luar kotak penalti untuk menyambut bola kedua atau kembali membangung serangan. Visi bermain dan kualitas umpan yang dimiliki dapat menembus lini pertahanan lawan yang rapat sekalipun. Gol kedua Calvert-Lewin menjadi buktinya.

https://twitter.com/dzikrylzs/status/1307334967983136769">

Kemampuan James melepaskan tembakan dari luar kotak penalti juga sangat penting. Gol pertama untuk Everton ia cetak dari luar kotak penalti dengan xG hanya 0,03. Dilansir dari Opta, 34% gol James di lima liga top Eropa dicetak dari luar kotak penalti. Kualitas sepakan jarak jauh James tak perlu diragukan. West Brom bukan tim terakhir yang akan menerapkan blok rendah lawan Everton, penting memiliki pemain yang bisa menjadi pembeda hasil pertandingan lewat aksi spektakuler.

Pemain lain yang kontribusinya tidak boleh dilupakan tentu saja Calvert-Lewin dengan hattrick pertamanya. Calvert-Lewin merupakan striker kotak penalti yang bisa mencetak gol meski tidak banyak terlibat dalam permainan. Pada dua pertandingan awal ini, Calvert-Lewin selalu menjadi pemain dengan sentuhan paling sedikit di antara seluruh pemain dari kedua tim yang bermain dari menit pertama.

Ia sangat fokus mencari posisi dan waktu yang tepat untuk mencetak gol dari sentuhan pertama. Tidak heran jika melihat empat gol striker 23 tahun itu dicetak dari tembakan pada sentuhan pertama. Peran striker seperti ini mengingatkan kita kepada sosok Filippo Inzaghi di bawah asuhan Ancelotti.

“Saya pernah memiliki striker luar biasa dalam diri Inzaghi yang mencetak 300 gol, 210 di antaranya dengan sentuhan pertama. Striker harus fokus di kotak penalti dan saya pikir Calvert-Lewin memahami hal itu dengan sangat baik karena ia memiliki kecepatan, lompatan, dan kekuatan yang baik,” ungkap Ancelotti pada wawancara usai pertandingan lawan West Brom.

Eksplosif di kiri, tajam di tengah, kreatif di kanan, begitulah wajah lini depan Everton sekarang. Dua kemenangan menjadi hasil dari kemampuan Ancelotti menyusun pemain dengan tipe berbeda. Liga masih panjang dan konsistensi tetap dibutuhkan, tapi setidaknya Everton memulai musim baru dengan baik setelah finis di posisi 12 musim lalu.

Live streaming seluruh pertandingan Liga Primer Inggris 2020/21

Komentar