Persiba Balikpapan: Siap Tampilkan Sepakbola Modern

Taktik

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Persiba Balikpapan: Siap Tampilkan Sepakbola Modern

Perombakan yang cukup besar terjadi di tubuh Persiba Balikpapan untuk mengarungi Liga 1 yang akan dimulai pada tanggal 15 April 2017 nanti. Setelah hanya mampu menempati peringkat ke-13 di kompetisi ISC musim 2016 lalu, pihak manajemen pun akhirnya menendang beberapa pemain yang dianggap kurang berkontribusi di musim tersebut.

Sebut saja sang kapten Antonio Telles, Ledi Utomo, Hermawan, Rahel Radiansyah, Alfonsius Kelvan, Maycon Calijuri, serta dua pemain muda, I Gusti Rustiawan dan Hanif Sjahbandi. Sementara Matsunaga Shohei, Abdul Aziz, dan Abdul Rahman memilih untuk hengkang ke tim lain meskipun pihak manajemen berencana untuk memperpanjang kontrak mereka.

Itu pun belum termasuk dengan sang pelatih, Jaino Matos, yang diberhentikan terlebih dahulu karena kemampuannya dinilai tak mampu membuat Persiba menjadi tim yang cukup disegani di tanah air. Penampilan Persiba di bawah asuhan Jaino sendiri memang kerap kali mengundang kritikan, hal itu juga tidak terlepas dari permainan keras menjurus kasar yang diterapkan oleh pelatih asal Brasil tersebut.

Sebagai gantinya, pihak manajemen tim berjuluk Beruang Madu itu pun akhirnya menunjuk Timo Scheuneumann sebagai nakhoda baru mereka. Dengan ditunjuknya Timo menjadi pelatih, sontak harapan masyarakat Balikpapan untuk melihat tim kesayangan mereka menjadi kembali disegani pun membumbung tinggi.

Di bawah asuhan pelatih yang akrab disapa Coach Timo itu, setidaknya kita akan melihat penampilan Persiba dengan gaya yang sangat berbeda. Karena dibandingkan dengan Jaino, pelatih asal Jerman itu dikenal gemar menerapkan filosofi permainan modern yang menitikberatkan pada umpan-umpan pendek dari belakang hingga ke depan.

“Target saya di Liga 1, Persiba ingin lebih baik dari musim lalu. Tapi bukan hanya posisi di klasemen, melainkan juga soal cara bermain dan image (keras tapi tidak kasar),” ungkap Timo kepada Pandit Football Indonesia.

“Pertama, saya ingin tim ini bermain modern. Artinya, bertahan tidak asal bertahan, semua memakai sistem, semua tahu bola berada di mana, siapa yang harus mengambil pemain lawan, intinya harus organisasi yang rapih. Juga dalam menyerang, bukan asal tendang ke depan lalu berharap Tuhan membantu. Nah, saya tidak mau seperti itu, saya ingin menyerangnya itu dengan cara yang benar, terpola, banyak bola-bola pendek dan kombinasi, sehingga kita banyak kesempatan untuk mencetak gol.”

Sementara untuk merealisasikan gaya bermainnya itu, Coach Timo pun mendatangkan beberapa pemain yang dinilai sangat cocok dengan kriteria yang akan diterapkannya itu. Diawali dari Marlon da Silva, mantan pelatih Persema itu kemudian menarik pemain asing asal Jepang, Masahito Noto, Bryan Cesar, Satrio Syam, serta menarik kembali Dirkir Kohn Glay, yang sempat membela PBFC di ajang Piala Presiden 2017 beberapa waktu lalu.

Selain dikenal gemar menampilkan sepakbola menyerang, Timo pun dikenal gemar untuk mengorbitkan para pemain muda ke permukaan. Untuk bermain di Liga 1 nanti saja Persiba akan didominasi oleh para pemain muda, yang enam di antaranya merupakan pemain di bawah usia 23 tahun. Adapun keenam pemain tadi adalah Kurniawan Kartika Aji, Jemmy Lakengke, Ardy Yuniar, Aflath Fathier, Robi Kriswantoro, dan Faria Rofanda.

Meski demikian, ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh Persiba dalam mengarungi Liga 1 nanti. Selain mentalitas bertanding yang dimiliki oleh para pemain mudanya, Persiba pun dipastikan bakal menjadi tim musafir karena Stadion baru yang dicanangkannya masih dalam tahap eksekusi. Sehingga untuk sementara ini, Stadion Gajayana, Malang pun akan menjadi ‘markas baru’ mereka nanti.

Pemain Kunci: Masahito Noto dan Marlon Da Silva

Nama Masahito Noto mulai dikenal publik sepakbola Indonesia ketika dirinya melakukan debut bersama Persiba Balikpapan kala menghadapi Persela Lamongan di ajang Piala Presiden 2017 lalu. Di laga tersebut, Masahito diturunkan oleh Timo sejak menit pertama.

Meski di laga debutnya itu ia masih terlihat canggung bermain bersama rekan-rekan barunya, namun pemain berusia 26 tahun itu pun akhirnya mampu unjuk gigi di laga kedua Persiba kontra Persib Bandung. Ditugaskan sebagai jendral lapangan, Masahito mampu memperlihatkan visi bermainnya yang ciamik sehingga dirinya sering kali membuat seorang Hariono menjadi kerepotan.

Adapun tujuan dari dikontraknya Masahito oleh Persiba adalah untuk memanjakan penyerang baru mereka asal Brasil, Marlon Da Silva. Marlon sendiri saat ini berstatus sebagai pemain paling mahal di kubu tim Beruang Madu. Ia dikontrak dengan harga 1,2 Miliar setelah mampu tampil apik bersama Mitra Kukar di ISC musim lalu.

Ketika itu Marlon berhasil menjadi top skor keempat ISC dengan gelontoran 16 golnya, atau di bawah Alberto Goncalves (25 gol), Marcel Sacramento (21), dan Luiz Junior (17). Sementara di musim ini Marlon bertekad untuk tampil lebih baik lagi. Ia bahkan mematok target yang sangat tinggi, yaitu menjadi top skor di ajang Liga 1 nanti.

“Aku mau jadi top skor musim ini, paling tidak bisa cetak 25 gol karena aku striker dan tugas aku mencetak gol, aku ingin setiap pertandingan bisa cetak gol, bawa Persiba meraih kemenangan itu penting,” ujar Marlon seperti yang dikutip Indosport.

Sementara selain dua pemain tadi, nama-nama seperti Heri Susanto, Robi Kriswantoro, dan Melcior Majefat pun diperkirakan bakal tampil moncer di musim ini.

**

Skuat Persiba Balikpapan di Liga 1 2017:

Kiper: Dedi Haryanto, Yoewanto Setya Beny, Kurniawan Kartika Aji, Steven Lisnusa.

Bek: Satrio Syam, Frengky Turnando, Dirkir Kohn Glay, Yudi Khoirudin, Absor Fauzi, Jemmy Lakengke, Ardy Yuniar, Iqbal Samad, Aflath Fathier.

Gelandang: Gideon Viktor Way, Bryan Cesar, Ahmad Hisyam Tolle, Robi Kriswantoro, Siswanto, Heri Susanto, Tedi Hasanudin, Masahito Noto, Ilham Irhas.

Penyerang: Melcior Majefat, Marlon da Silva, Faria Rofanda, Ridho, Bijahil Chalwa.

Komentar