Chanatip Songkrasin Beserta Bom-Bom Lain dari Thailand yang Siap Meledak

Taktik

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Chanatip Songkrasin Beserta Bom-Bom Lain dari Thailand yang Siap Meledak

Thailand akan menjadi lawan yang cukup berat bagi Indonesia di grup A Piala AFF 2016. Bukan hanya karena mereka adalah salah satu lawan yang cukup sulit Indonesia taklukkan, namun juga karena regenerasi skuat yang berjalan baik dalam skuat mereka, meski regenerasi itu harus membuat Thailand gagal merengkuh trofi Piala AFF 2010 dan hanya menjadi finalis dalam Piala AFF 2012.

Namun dalam ajang SEA Games 2013, Piala AFF 2014, dan SEA Games 2015, regenerasi itu berbuah positif bagi Thailand. Mereka menjadi penguasa Asia Tenggara dengan merengkuh medali emas pada SEA Games 2013 dan 2015 (2013 mereka mengalahkan Indonesia 1-0 pada babak final), serta menjadi juara dalam ajang Piala AFF 2014. Ketika mereka menjadi juara dalam tiga ajang tersebut, banyak nama-nama pemain yang bermunculan, salah satunya adalah Chanathip Songkrasin.

Chanathip, yang masuk dalam 50 pesepakbola terbaik di Asia versi FourFourTwo pada 2015 silam, merupakan pemain yang akan kembali menjadi andalan Thailand, terutama di lini tengah. Kemampuannya dalam memberikan umpan, dribel, serta melakukan tendangan jarak jauh akan menjadi senjata yang menakutkan bagi lawan.

Dari BEC Tero Sasana Sampai Menjadi Andalan Muangthong United

Mengawali karier sepakbola di BEC Tero Sasana (sekaligus tempat ia menghabiskan masa youthnya), Chanathip sempat mendapatkan beberapa tawaran yang menarik dari luar negeri berupa tawaran resmi ataupun tawaran trial dari negara seperti Jepang maupun Jerman. Ini tak lepas dari penampilan mengesankannya bersama BEC Tero.

Selama empat tahun berseragam BEC Tero, pemain yang memiliki julukan "Messi J" ini berhasil mencuri perhatian pecinta sepakbola Thailand dengan catatan 103 penampilan bersama BEC Tero, yang disertai dengan catatan 13 gol. Catatan ini, beserta dengan kesuksesannya mengantarkan BEC Tero juara Piala Liga Thailand pada 2014 silam, membuat ia banyak mendapatkan undangan untuk trial dan bahkan ada tawaran resmi yang datang kepadanya.

Hamburg SV, Gamba Osaka, dan Shimizu S-Pulse menjadi klub-klub yang memberikan tawaran bermain bagi pemain kelahiran Nakhon Pathom ini. Selain undangan dari klub, panggilan timnas pun mulai datang ketika ia membela BEC Tero, mulai dari U-19, U-23, hingga ketika Piala AFF 2012 ia mendapatkan kesempatan untuk tampil di timnas senior.

Tapi pada Januari 2016, Chanathip akhirnya membela Muangthong United bersama dua rekannya yang lain, Peerapat Notchaiya dan Tanaboon Kesarat, setelah gagal menyelamatkan BEC Tero dari dekapan jurang degradasi.

Bersama Muangthong, ia tetap menjadi pemain andalan di lini tengah. Muangthong bahkan berhasil ia antar menjadi juara Liga Primer Thailand pada 2016 (meski sebenarnya ada pengaruh juga dari kematian Raja Bhumibol Adulyadej sehingga liga dihentikan). Namun tetap, catatan tiga gol dari 25 penampilannya selama membela Muangthong adalah sesuatu yang patut untuk diwaspadai.

Gaya Main Chanathip Songkrasin

Chanathip dijuluki oleh "Messi J" oleh publik Thailand. Jika melihat gaya main yang ia terapkan, memang ia memiliki gaya bermain yang cukup mirip dengan Lionel Messi. Dengan postur tubuh kecil yang ia miliki, ia kerap memanfaatkan kecepatan dan kemampuan olah bolanya untuk lepas dari genggaman lawan sekaligus mencari ruang kosong untuk kemudian memberi umpan kepada penyerang atau pemain lain.

Selain kemampuan dribel dan kecepatan yang baik, pemain ini juga memiliki tendangan jarak jauh dan umpan yang akurat. Tak jarang ketika area sepertiga akhir lawan begitu padat, dengan kecepatannya Chanathip melebar ke samping untuk kemudian melakukan tusukan ke dalam kotak penalti yang diakhiri dengan tendangan ke gawang atau umpan kepada penyerang. Ia juga sering muncul dari second line untuk memanfaatkan bola pantul dari penyerang untuk kemudian diakhiri dengan tendangan keras.

Pemain ini akan memberikan waktu yang cukup sulit bagi gelandang bertahan maupun bek tengah, karena pemain-pemain yang berada di posisi ini harus siap sedia dan jangan sampai memberikan ruang kepadanya untuk bergerak atau memberikan umpan. Sedikit saja ada ruang, bukan tidak mungkin itu akan menjadi gol. Di timnas ia kerap berkolaborasi dengan senior sekaligus rekan setimnya di Thailand, Teerasil Dangda.

Setidaknya pemain yang pernah mendapatkan gelar Thai Premier League Young Player of the Year pada 2012 ini juga akan memberikan waktu yang sulit bagi gelandang dan juga bek dari timnas Indonesia dengan kemampuannya.

Bukan Hanya Chanathip Seorang

Ternyata bom timnas Thailand tidak hanya berada di kaki Chanathip saja. Ada juga dua pemain lain yang mesti diwaspadai, yaitu Theeraton Bhunmatan dan Tanaboon Kesarat. Theeraton yang kerap mengisi posisi fullback atau wingback kiri ini memiliki stamina yang cukup kuat untuk membantu pertahanan dan penyerangan.

Theeraton juga sudah menjadi kapten tim di usianya yang masih 26 tahun, dengan catatan caps yang cukup banyak (38) dibandingkan dengan rekan setimnya dalam usia yang sama. Ini mencerminkan bahwa pemain ini sudah kenyang pengalaman di timnas dan memiliki ketenangan dalam menghadapi partai-partai besar.

Sementara itu, Tanaboon Kesarat adalah pemain bertahan yang kuat. Meski pada laga melawan Australia ia harus rela melihat gawangnya kebobolan dua gol lewat tendangan penalti, namun dalam pertandingan itu ia beberapa kali melakukan intersep penting dan menjebak pemain Australia, Robbie Kruse, menggunakan perangkap offside. Pemain ini juga pandai untuk mengatur kapan garis pertahanan harus naik, dan kapan garis pertahanan harus diturunkan.

**

Dengan regenerasi skuat yang berhasil dilakukan Thailand, mereka menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala AFF 2016. Dengan Indonesia yang akan menjadi salah satu lawannya, maka Indonesia harus waspada kepada Thailand, termasuk kepada ketiga pemain di atas, karena mungkin saja bom-bom sudah ada di kaki mereka, dan siap meledak ketika melawan Indonesia.

foto: TODAYonline

Komentar