Prospek Franco Vazquez Bersama Sevilla

Taktik

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Prospek Franco Vazquez Bersama Sevilla

Jorge Sampaoli gagal mengawali tugasnya sebagai pelatih Sevilla dengan hasil positif. Menghadapi Real Madrid di Lerkendal Stadion, Trondheim, Rabu (10/8) dini hari WIB, dalam laga Piala Super Eropa, anak asuhnya tak mampu memenangkan pertandingan setelah kalah lewat perpanjangan waktu.

Sevilla sempat membuka asa saat anak asuhnya berhasil unggul 1-2 pada menit ke-72, lewat dua gol dari Franco Vazquez dan Yevhen Konoplyanka. Namun asa tersebut harus hilang usai Real Madrid mampu membalikkan keadaan dan menyelesaikan laga melalui babak perpanjangan waktu dengan skor 3-2.

Meski kalah, tak lantas skuat Sevilla dicemooh. Beberapa pilihan Sampaoli, seperti memainkan tempo cepat mendapatkan cukup apresiasi terlebih Sevilla cukup merepotkan Real Madrid. Tapi yang paling menarik perhatian adalah bagaimana salah satu pemain anyar mereka, Franco Vazquez, tampil menjanjikan.

Tak butuh banyak alasan untuk memuji permainan eks pemain Palermo di laga ini. Meski termasuk pemain baru, namun secara keseluruhan permainannya di atas rata-rata pemain lama Sevilla, yang kebanyakan tampil mengecewakan, seperti Timothee Kolodziejczak dan Steven Nzonzi. Tak heran, Squawka, menyebut Vazquez bisa memberi dimensi yang berbeda untuk kesebelasan ini.

Ada sedikit kejutan di awal pertandingan, dalam susunan formasi Sevilla, Franco Vazquez, dimainkan di posisi wing-back kiri. Posisi yang tampaknya belum pernah ia mainkan di selama di Palermo. Keputusan tersebut tampaknya dipilih Sampaoli sebagai upaya untuk memudahkannya memainkan permainan cepat yang kerap ia gunakan di lapangan.

Di awal laga, penampilan Vazquez tak begitu dominan. Sebab melihat posisi yang ia tempati serta peran yang ia lakukan, beberapa kali Vazquez terlihat salah menempati pos. Di awal pertama, ia kerap bermain terlalu ke dalam dan membuatnya berjarak begitu dekat dengan Kolodziejczak yang bermain sebagai stopper kiri dan terlalu jauh dengan Vitolo yang bermain sebagai winger kiri.

Tak heran, beberapa kali sisi kiri Sevilla kerap terlambat bertransisi saat menyerang. Beruntung, kesalahan Vazquez tak berlarut-larut usai Sampaoli mengganti formasi kesebelasannya menjadi empat bek sejajar saat pertandingan hampir memasuki 15 menit pertama. Perubahan tersebut membuat Vazquez berubah menjadi gelandang sayap kiri, sementara untuk bek kiri ditempati oleh Kolodziejczak.

Bermain di posisi gelandang sayap kiri membuat permainan Vazquez lebih mencair. Tak hanya soal membantu timnya saat bertahan, Vazquez juga tampil baik saat membantu Vitolo yang bermain sebagai penyerang kiri. Baiknya permainan Vazquez di babak pertama di akhiri dengan sebuah gol yang cetak ke gawang Kiko Casilla di menit ke-40.

Masuknya Yevhen Konoplyanka yang berposisi sebagai di babak kedua, membuat peran Vazquez dikembalikan seperti seorang wing-back. Di babak kedua lah, Vazquez mulai menemukan ritme bermain sebagai seorang wing-back. Beberapa kali marking yang ia lakukan membuat Dani Carvajal kesulitan untuk membantu Lucas Vazquez.

Whoscored mencatat, statistik bertahan Vazquez begitu baik di babak kedua. Di antaranya adalah dua kali kemenangan saat melakukan duel defensif, dua tekel berhasil, serta tiga kali sukses melakukan perebutan bola.

Hanya saja performa baik yang ia catat hingga pertandingan akan berakhir di waktu normal, tertutup tiga gol Madrid yang dua diantaranya didasari oleh kesalahannya beberapa detik sebelum peluit tanda pertandingan berakhir ditiup. Gol kedua Madrid, yang dicetak oleh Sergio Ramos, berawal dari kesalahannya saat ia telat merebut bola dari Dani Carvajal.

Gol ketiga Madrid lagi-lagi tak lepas dari kesalahan Vazquez. Pasalnya ia berjarak terlalu jauh dengan Konoplyanka yang melakukan dribble dan akan memulai serangan balik. Jaraknya dengan Konoplyanka pada akhirnya mampu dimanfaatkan oleh Carvajal untuk melakukan akselerasi hingga masuk ke sisi kiri pertahanan Sevilla.

Meskipun begitu, penampilan Vazquez tetap mencuri perhatian publik. Ia bisa jadi pembelian yang berhasil dari Sevilla. Belum lagi jika ia ditempatkan di posisi yang bisa mainkan, gelandang no.10. Hanya saja untuk bermain di sayap, ia memang perlu beradaptasi lagi dengan gaya bermain Sampaoli.

Komentar