Mandulnya Robert Lewandowski Bukan Masalah Besar Bagi Polandia

Taktik

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Mandulnya Robert Lewandowski Bukan Masalah Besar Bagi Polandia

Ada fenomena yang menarik sepanjang gelaran Piala Eropa 2016 kali ini. Banyak sekali penyerang-penyerang yang tampil buas di kompetisi domestik justru seakan kehilangan taringnya. Banyak sekali penyerang yang kesulitan mencetak gol. Salah satunya adalah Robert Lewandowski.

Nama Robert Lewandowski sudah tersohor sebagai penyerang haus gol. Ia merupakan jelmaan dari jenis penyerang yang disukai oleh banyak pelatih di dunia sepakbola. Cerdas, sentuhan pertamanya bagus, reaksinya cepat, dan handal berduel udara. Robert Lewandowksi adalah penyerang idaman.

Bersama klubnya, FC Bayern, penyerang yang akrab disapa Lewy ini mencetak 30 gol di ajang Bundesliga musim 2015/2016. Raihan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi. Lima golnya ke gawang Wolfsburg menjadi penanda kegemilangan Lewy menyarangkan bola ke gawang lawan musim lalu.

Begitu pula ketika ia berseragam negaranya, Polandia. Total 13 gol dicetak oleh Lewy sepanjang babak kualifikasi Piala Eropa. Atau dengan kata lain, Lewy mencetak 40% dari jumlah total gol Polandia yang berlaga di Grup D fase kualifikasi Piala Eropa tersebut. Catatan 13 gol itu juga membuat ia menjadi pemain yang paling rajin mencetak gol sepanjang fase kualifikasi.

Akan tetapi, Lewy masih sama sekali belum mencetak gol di babak utama Piala Eropa 2016. Di waktu normal pertandingan, Lewy masih belum mampu untuk menjebol gawang lawan. Satu-satunya gol yang dicetak Lewy adalah ketika ia menjadi eksekutor adu penalti ketika Polandia bertemu Swiss di babak 16 besar.

Tentu secara kasat mata ini adalah masalah besar bagi Polandia. Penyerang utama mereka, bintang utama yang sekaligus kapten tim, belum mampu menyarangkan gol. Catatan akurasi tendangan Lewy pun terlihat mengerikan. Yaitu berada di angka 40%. Maka, Apakah fenomena tidak produktinya Lewandowski adalah masalah besar bagi Polandia? Jawabanya belum tentu.

Tidak produktifnya Lewy pun lebih banyak disebabkan oleh ia mendapat kawalan ketat dari para pemain bertahan lawan. Tentu setiap pelatih tim lawan Polandia menginstruksikan untuk memberikan pengamanan ekstra kepada Lewy. Bahkan bisa sampai dua hingga tiga pemain untuk mengawal pergerakan Lewy. Ruang gerak Lewy menjadi sangat terbatas.

Memang pelatih timnas Polandia, Adam Nawalka, berujar bahwa ia masih menunggu kemampuan terbaik Lewy terutama dalam urusan mencetak gol. Namun sebenarnya bisa saja fenomena yang saat ini terjadi memang bagian dari rencana besar Nawalka terhadap skuat miliknya.

Bermain dengan formasi dasar 4-4-2 dengan skema dua penyerang, pada kenyataannya di lapangan, baik Lewy maupun partnernya, Arkadiusz Milik, tidak berada dalam posisi yang sejajar di lini depan. Milik selalu berposisi lebih dalam ketimbang Lewy. Terlihat memang Milik akan menjadi penyokong pergerakan Lewy dari lini kedua. Namun kenyataannya justru Lewy-lah yang memberikan support sehingga Milik bisa tampil senjata rahasia tim.

Lewy yang menjadi ujung tombak tidak hanya berperan sebagai pemantul bola saja. Tetapi ia juga menarik para pengawalnya untuk semakin dalam bertahan atau semakin keluar untuk meninggalkan area pertahanannya.

Gambar di atas adalah salah satu contoh ketika Lewy menarik para pemain bertahan ke arah yang lebih dalam di area pertahanan. Gambar tersebut diambil dari pertandingan pertama Polandia di Piala Eropa 2016 melawan Irlandia Utara. Gambar tersebut adalah sepersekian detik sebelum terciptanya gol Polandia yang dicetak oleh Arkadiusz Milik.

Di gambar tersebut Lewy menarik para pengawalnya ke arah yang lebih dalam (garis merah). Hal ini akan menyebabkan dua hal. Pertama, hal ini akan membuat kiper menjadi sulit membaca arah tembakan karena ruang pandangnya semakin sempit. Kedua, dengan pergerakan yang dilakukan oleh Lewandowski, maka ada ruang yang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh lini kedua. Dan gol dari Milik tersebut pun memanfaatkan ruang setelah pergerakan yang dilakukan oleh Lewandowski. Fenomena serupa juga terjadi ketika Polandia berhadapan dengan Jerman, dimana Milik sempat punya peluang emas di posisi dan kondisi yang sama dengan golnya ke gawang Irlandia utara.

Terkait menarik keluar para pemain bertahan bisa dilihat dalam gol yang dicetak oleh Jakub "Kuba" Blaszczykowski ke gawang Swiss di babak 16 besar. Sebelum Kamil Grosicki memberikan umpan, terlihat bagaimana Lewy menarik para pengawalnya agar keluar dari daerah penjagaannya. Hal ini menyebabkan ada ruang kosong dan celah yang bisa dimanfaatkan oleh pemain lain. Bahkan ketika melawan Swiss bukan hanya satu, tetapi dua pemain. Dalam gol tersebut, selain Kuba ada pula Milik yang juga memanfaatkan ruang hasil pergerakan dari Lewy.

Skema dengan memanfaatkan pergerakan Lewy dan serangan lanjutan dari lini kedua sejauh ini adalah senjata yang kemudian memperpanjang nafas Polandia di Piala Eropa 2016. Lini kedua Polandia tajam ketika melakukan serangan, terbukti gol dicetak oleh para pemain dari lini kedua (Kuba dan Milik). Bahkan pemain lain pun juga bisa saja memberikan ancaman ke gawang lawan. Seperti misalnya Gregorz Krychowiak yang bisa diandalkan tendangan jarak jauhnya ketikan datang bola rebound dari lini pertahanan lawan.

***

Strategi seperti ini tentu bisa kembali dipakai ketika Polandia berhadapan dengan Portugal di babak perempatfinal. Selagi Pepe dan Jose Fonte sibuk mengawal Lewandowski, Para pemain dari lini kedua Polandia bisa merangsek masuk dan mengancam pertahanan Portugal.

Bahkan akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri apabila dengan pergerakannya tersebut Lewandowski bisa memancing tempramen dari Pepe sehingga sang pemain dikeluarkan dari pertandingan.

Bisa jadi tidak produktifnya Lewandowski adalah bagian besar dari skema pelatih dan juga cara sang pemain untuk terlibat dan berkontribusi untuk tim. Melihat fenomena sejauh ini, tentu belum juga Lewy mencetak gol ke gawang lawan bukanlah suatu masalah besar bagi Polandia.

Komentar