Fiorentina Belum Bisa Juara

Taktik

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Fiorentina Belum Bisa Juara

Kita dapat mengambil satu kesimpulan cepat dari semua kekalahan Fiorentina di Serie A Italia musim ini: lawan tidak perlu mendominasi penguasaan bola untuk menang melawan La Viola.

Fiorentina telah menjalani dua puluh pertandingan Serie A musim ini. Mereka telah menderita enam kekalahan: 1-3 melawan Torino di pekan pekan kedua, 1-2 melawan AS Roma (pekan kedelapan), 1-2 melawan SSC Napoli (pekan kesembilan), 1-3 melawan Juventus (pekan ke-16), 1-3 melawan SS Lazio (pekan ke-19), dan yang paling baru: 0-2 melawan AC Milan di pekan ke-20. Tidak sekali pun dalam keenam pertandingan tersebut penguasaan bola Fiorentina lebih sedikit dari kesebelasan lawan. Dalam beberapa pertandingan, malah, Fiorentina benar-benar mendominasi.

Dalam kekalahan melawan Torino, misalnya. Penguasaan bola Fiorentina sampai 65,2%; sedikit lebih banyak dari penguasaan bola Fiorentina ketika melawan Milan (65%) namun lebih sedikit dari penguasaan bola Fiorentina dalam kekalahan dari Roma (67,8%) dan Lazio (68%, penguasaan bola terbanyak Fiorentina dalam kekalahan-kekalahan Serie A mereka musim ini). Dalam dua kekalahan lain, Fiorentina tidak begitu mendominasi penguasaan bola, namun persentase penguasaan bola mereka selalu lebih besar dari lawannya (52,8% melawan Napoli, 56,9% melawan Juventus).

Ada alasan taktikal di balik kekalahan-kekalahan ini. Contohnya adalah kekalahan terbaru, dalam satu-satunya kekalahan di mana Fiorentina tidak mampu mencetak gol ke gawang lawan. Milan mencetak kedua gol mereka dengan memanfaatkan garis pertahanan tinggi Fiorentina.

Kekeliruan yang terjadi antara Facundo Roncaglia dengan Nenad Tomovi? membuat Carlos Bacca, penyerang Milan, menerima umpan terobosan Giacomo Bonaventura tanpa terjebak offside. Baru empat menit pertandingan berjalan, Fiorentina sudah kebobolan. Tertinggal cepat membuat Fiorentina bermain cepat dengan umpan-umpan pendek yang cepat. Para pemain Paulo Sousa juga bermain agresif sehingga Milan tidak bebas. Pada akhirnya itu mempengaruhi persentase penguasaan bola Milan.

Sialnya permainan agresif Fiorentina tak membuat mereka berhasil menembus pertahanan Milan yang rapat. Milan merespon permainan Fiorentina dengan umpan-umpan panjang yang merepotkan garis pertahanan tinggi Fiorentina. Tak hanya itu, Milan juga fokus menyerang lewat sisi kanan pertahanan Fiorentina (50% serangan Milan berasal dari sisi kiri). Lambatnya transisi Federico Bernardeschi membuka lubang di sisi kanan pertahanan Fiorentina, dan Milan memanfaatkannya.

Kecenderungan yang sama terjadi pada pertandingan melawan Roma. Gervinho berkali-kali menemukan ruang terbuka di hadapannya.

Satu hal lain yang perlu diperhatikan: empat dari enam kekalahan Fiorentina terjadi pada pertandingan tandang. Dari sepuluh pertandingan tandang yang telah mereka mainkan, Fiorentina meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan tersebut tidak lebih baik dari hasil sepuluh pertandingan Fiorentina di Stadio Artemio Franchi. Dalam sepuluh pertandingan kandang, Fiorentina meraih tujuh kemenangan dan satu hasil imbang. Jumlah kekalahan tandang Fiorentina dua kali lebih banyak dari jumlah kekalahan kandang mereka.

Catatan lain: Fiorentina menderita empat dari enam kekalahan Serie A mereka musim ini dari kesebelasan-kesebelasan penghuni enam besar. Hanya Lazio (sembilan) dan Torino (sebelas) yang bukan. Bukan tidak mungkin Fiorentina memang tidak cukup baik untuk meraih kemenangan atas kesebelasan-kesebelasan papan atas walau mereka sendiri saat ini sedang menduduki peringkat keempat. Kedalaman skuat Fiorentina bisa jadi merupakan penyebabnya.

Judul salah satu tulisan Randy Aprialdi, “Agar Bisa Bertahan di Papan Atas, Fiorentina Harus Perdalam Skuatnya”, merangkum pendapatnya mengenai Fiorentina. Menurut Randy, Fiorentina bukan hanya perlu mengevaluasi target mereka musim ini, tapi juga harus mendatangkan beberapa pemain baru di bursa transfer bulan Januari. Bukan tanpa alasan Randy berpendapat demikian.

Fiorentina yang biasa berman dengan tiga bek tengah dalam setiap pertandingan hanya memiliki empat bek tengah di kesebelasan mereka (Davide Astori, Gonzalo Rodríguez, Nenad Tomovi?, dan Facundo Roncaglia). Fiorentina juga hanya memiliki satu bek kanan (Gilberto) dan satu bek kiri alami (Manuel Pasqual). Kedalaman skuat di posisi-posisi lain tidak separah kedalaman lini belakang, namun Randy tetap merasa penambahan kedalaman skuat perlu di lakukan di semua lini.

Walau demikian Randy juga merasa langkah tersebut harus dilakukan dengan sangat rapi. Kedatangan pemain baru berpotensi mengganggu keharmonisan kesebelasan. Mungkin, pada dasarnya, Fiorentina memang belum pantas menjadi juara musim ini.

Komentar