Mungkin Sudah Saatnya Menempatkan Lucas Leiva Sebagai Bek Tengah

Taktik

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Mungkin Sudah Saatnya Menempatkan Lucas Leiva Sebagai Bek Tengah

Putaran pertama semi-final Piala Liga Inggris Selasa (05/01) dini hari, Liverpool berhasil menaklukan Stoke City di kandangnya sendiri dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan The Reds –julukan Liverpool dicetak oleh Jordon Ibe pada menit 37. Laga ini menjadi pelipur lara untuk Liverpool yang menelan kekalahan dari West Ham United pekan lalu.

Di laga yang akhirnya memberikan kemenangan untuk skuat asuhan Juergen Klopp tersebut, ada satu hal yang menarik perhatian. Setelah Dejan Lovren ditandu keluar lapangan karena cedera, sementara tidak ada lagi pemain yang berposisi sebagai bek tengah di bangku cadangan, alhasil mantan pelatih Dortmund tersebut akhirnya menginstruksikan gelandang bertahan Lucas Leiva untuk turun ke posisi bek tengah.

Dan ternyata perjudian yang dilakukan Klopp tersebut akhirnya membuahkan hasil positif. Sepanjang pertandingan, Lucas berhasil mengawal pergerakan trio lini serang The Potters –julukan Stoke City, terutama Marko Arnautovic yang menjadi poros serangan tim.

Bermain di posisi bek tengah selama kurang lebih 53 menit. Bukan saja berhasil menahan gempuran trio lini serang Stoke City dan berhasil membuat gawang Liverpool tidak kemasukan, Lucas juga mencatatkan statistik impresif sepanjang laga.

Menurut WhoScored,  laga kemarin Lucas berhasil mencatatkan 100% kemenangan duel udara, kemudian mantan pemain Gremio ini berhasil melakukan tekel dan intersep sama-sama sebanyak enam kali. Ditambah catatan tiga sapuan sukses yang dilakukan di muka gawang Simon Mignolet sepanjang pertandingan.

Banyak pemain di posisi bek tengah yang akan absen dalam waktu yang cukup lama, padahal Liverpool mesti memperbaiki posisi di Liga Inggris dan berlaga di ajang lain seperti Piala FA dan Europa League. Melihat performa yang ditunjukan pada pertandingan kemarin, Lucas bisa saja menjadi alternatif yang mumpuni.

Matrik Perbandingan Lucas dan Bek-Bek Tengah Liverpool Yang Lain
Matrik Perbandingan Lucas dan Bek-Bek Tengah Liverpool Yang Lain

Gambar di atas merupakan matrik perbandingan Lucas dengan bek-bek tengah Liverpool yang lain, dari laga-laga yang sudah dilalui di Liga Primer Inggris. Catatan tekel Lucas terlihat lebih superior dibandingkan pemain lain. Sebagai gelandang bertahan, Lucas memang memiliki fungsi untuk menghentikan langsung menghentikan serangan lawan yang bergerak masuk ke daerah pertahanan Liverpool.

Meskipun catatan sapuannya tidak terlalu banyak, intersep yang dilakukan oleh Lucas masuk terhitung cukup baik, bahkan lebih banyak dibandingkan yang dibuat oleh Lovren dan Sakho.

Catatan Duel Lucas Sepanjang Musim Ini
Catatan Duel Lucas Sepanjang Musim Ini

Dan dalam kondisi lain Lucas memiliki persentase cukup tinggi dalam merebut kembali bola yang kemudian akan dirubah menjadi serangan, yaitu sebesar 90% dengan rincian 9 berhasil dari 10 kali percobaan. Dan dengan tinggi badan hanya 179 cm, persentase kemenangan duel udara Lucas adalah 60%, di mana catatan tersebut terhitung luar biasa untuk pemain yang memilki perawakan tidak terlalu tinggi.

***

Sudah ada beberapa kasus di mana akhirnya seorang juru taktik kemudian memutuskan gelandang bertahannya bertransformasi ke posisi bek tengah.  Mulai dari Daniele De Rossi, Sergio Busquets, Michael Carrick, Xabi Alonso, hingga Javi Martinez adalah sekian dari contoh gelandang yang kemudian ditempatkan sebagai pemain belakang.

Tentunya Javier Mascherano menjadi produk paling sukses dari eksperimen ini. Pemain asal Argentina tersebut nyatanya bisa lebih banyak berkontribusi untuk tim ketika ditempatkan sebagai pemain belakang.

Secara sederhana, menempatkan seorang gelandang bertahan sebagai bek tengah memberikan banyak keuntungan untuk sebuah tim. Build-Up serangan bisa benar-benar dimulai dari lini pertahanan karena seorangan gelandang punya keahlian mengoper yang baik.

Kebiasaan seorang gelandang untuk mengirim umpan lambung dari jarak yang sangat jauh, bisa menjadi alternatif serangan balik yang bagus ketika seorang gelandang dijadikan bek tengah. Dan tentunya kemampuan membaca permainan seorang gelandang, idealnya lebih baik dibandingkan seorang bek tengah.

Meskipun demikian tentunya ada juga kelemahan mengenai transformasi posisi ini. Karena selalu ada perbedaan besar tentang pemain yang berposisi alami di posisi tersebut dengan pemain yang kompeten atau bahkan dipaksakan untuk bermain di sektor tersebut. Dan cara bertahan seorang bek tengah dan gelandang bertahan tentunya berbeda.

Namun menilik kasus yang dialami Liverpool saat ini, yang akan menjalani banyak laga penting termasuk melawan Arsenal akhir pekan nanti. Dibandingkan memasang pemain muda yang belum memiliki banyak pengalaman, Lucas jelas jadi pilihan yang sangat baik.

Sumber: Squawka, WhoScored

Foto: Squawka

Komentar