Makin Tua, Luca Toni Makin Menjadi

Taktik

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Makin Tua, Luca Toni Makin Menjadi

Mengenang sepakbola Italia beberapa tahun ke belakang tak ubahnya cerita dalam dongeng pengantar tidur yang selalu lekat dalam ingatan meski telah termakan usia. Penggemar Liga Italia (seumuran saya, tentu) lebih mengenal Alessandro Del Piero sebagai pangeran dari Turin atau Francesco Totti sang penguasa Roma.  Namun, ada baiknya anda tak melupakan begitu saja seorang Luca Toni, striker jangkung dan besar andalan Marcelo Lippi di Piala Dunia 2006.

Menikmati usia senja di sepakbola (37 tahun), kebanyakan para pemain gaek lebih banyak memilih untuk sekadar bersantai di bangku cadangan atau bermain sembari tamasya di Liga Amerik. Namun, Luca Toni malah harus bekerja keras memimpin rekan-rekannya di kompetisi seketat Serie A.

Untuk mengenal sepakbola Italia lebih dalam, kami juga menuliskan pengenalan glosari posisi dan peran pemain sepakbola dalam bahasa Italia:


Sempat melanglang buana sampai ke Timur Tengah, Luca Toni kembali pulang. Dalam pelabuhannya di Italia, ia berseragam ungu-ungu khas Fiorentina, kesebelasan yang pernah membesarkan namanya, sebelum ia akhirnya berlabuh ke Hellas Verona hingga saat ini.

Bagai mendapat durian runtuh, Hellas Verona beruntung menikmati jasa seorang Luca Toni. Diboyong dengan status bebas transfer sejak awal musim 2013-2014, Luca Toni memperkuat lini serang Verona sebanyak 36 kali kesempatan dentan total 3105 menit. Ia melesakkan 21 gol dengan rincian 20 gol di Liga Italia dan 1 gol lainnya di Coppa Italia. Belum lagi, kontribusi assist yang ia berikan kepada rekan-rekannya sebanyak 11 assist. Pencapaian yang luar biasa untuk pemain yang tengah menuju masa-masa senja karir pesepakbola.

Tak heran jika Luca Toni seperti terlahir kembali menjadi predator kotak penalti lawan. Pada musim lalu, nama-nama seperti Juan Iturbe yang kini sudah hijrah ke Roma, kemudian Jorginho yang hijrah ke Napoli dan Romulo ke Juventus menjadi penyangga serangan Verona dan penyuplai bagi Luca Toni. Kini, nama-nama tersebut hengkang, Luca Toni praktis bisa dikatakan kerja keras seorang diri dengan dibantu Juan Gomez, Nico Lopez dan rekan tim yang lainnya.

Musim ini, Luca Toni tercatat sudah mencetak 15 gol dari 30 pertandingan yang ia jalaninya di Serie A liga Italia. Seperti biasa, ia mencetak seluruhnya dari dalam kotak penalti dengan rincian delapan gol dari kaki kirinya, enam lainnya dari kaki kanannya dan hanya 1 gol yang bermula dari kepalanya. Dengan sisa delapan pertandingan ke depan, Luca Toni masih berpeluang menyelesaikan musim ini dengan menyamai rekornya musim lalu dengan 20 gol di liga sekaligus membantu mendongkrak posisi Hellas Verona ke papan tengah menjauhi zona degradasi. Sembilan gol dari 10 pertandingan terakhir sudah cukup menggambarkan performa Luca Toni akhir-akhir ini.

Bahkan, Luca Toni tercatat menjadi pemain tertua yang berada di jajaran lima teratas top skor sementara musim ini. Toni yang mengemas 15 gol, hanya kalah dari pencetak gol terbanyak yaitu Carlos Tevez dengan 17 gol, dan kalah satu gol saja dari Icardi dan Menez di urutan kedua dan ketiga. Tentu, peluang menjadi top skor masih terbuka mengingat Tevez bersama Juventus-nya yang mungkin selangkah lagi merebut scudetto dan sedang konsentrasi di Liga Champions. Maka bukan tak mungkin Tevez hanya dimainkan oleh Allegri di pertandingan penting saja seperti dalam pertandingan berlabel Liga Champion.

Luca, jangan meredup karena usia!

Luca Toni copy

*(statistik hingga pekan ke-30 Liga Italia 2014-2015)

Komentar