Manchester United vs Chelsea, Di María vs Fàbregas

Taktik

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Manchester United vs Chelsea, Di María vs Fàbregas

Pertandingan malam ini antara Manchester United melawan Chelsea di Old Trafford adalah pertandingan yang dinanti-nantikan oleh banyak pihak.

Tak heran, ekspektasi dari kedua tim akan sangat tinggi mengingat baik ‘Setan Merah’ maupun ‘The Blues’ sama-sama sedang mengalami sorotan dalam performa mereka. Kedua pelatih yang merupakan mantan guru dan murid pun, Louis van Gaal dan Jose Mouinho, akan menyajikan perang taktik yang menjanjikan.

Chelsea bisa dibilang sedang panas-panasnya. Melihat cara bertahan, menyerang, dan transisi mereka, akan sulit memang untuk melihat kekalahan pertama Chelsea akan datang dalam waktu dekat ini.

Jika harus memilih, Diego Costa dan Francesc Fàbregas adalah dua punggawa yang sama-sama menjadi nyawa utama Chelsea pada delapan pertandingan mereka di Liga Primer. Sementara lini tengah United sendiri sedang dalam masa keemasan mereka, bahkan menurut kami lini tengah mereka lebih baik daripada lini tengah United era Ferguson setelah Cristiano Ronaldo hengkang ke Real Madrid.

Untuk sebuah klub besar, United bukanlah tipikal klub yang terlalu nyaring membanggakan sejarah mereka sebagai tim tersukses di Inggris. Celotehan semacam itu sekarang ini sudah menjadi angin lewat apalagi untuk Chelsea, sang pemuncak klasemen.

Meskipun malam ini United tampil tanpa kapten mereka, Wayne Rooney, mereka masih memiliki sosok menakutkan pada diri Ángel Di María yang sudah mencetak 4 buah assist dan 3 gol dalam 6 pertandingannya bersama United.

Ia bersama Juan Manuel Mata dan Daley Blind, membuat lini tengah United menjadi keran peluang mencetak gol yang sangat deras, bahkan lebih deras daripada lini depan mereka.

Meskipun dalam bertahan secara umum United memang lemah, tetapi dengan bermain di kandang sendiri dan memiliki waktu istirahat yang lebih panjang daripada Chelsea, maka United seharusnya akan semakin semangat mereka untuk membuktikan diri.

Chelsea dikabarkan akan bermain tanpa Costa (diragukan tampil) dan Loic Remy (cedera), maka ini akan membuat ketimpangan di lini depan mereka.

Dengan potensi absennya Costa dan Remy di atas akan membuat Chelsea membutuhkan kinerja tingkat tinggi dari Fàbregas jika mereka ingin mencapai hasil positif di Old Trafford. Chelsea juga harus membelenggu Di María, yang telah menjadi pembelian yang luar biasa sejak ia dikontrak dari Real Madrid dengan mahar 60 juta Euro.

Tetapi Mourinho tidak diragukan lagi pasti sudah memiliki rencana taktis untuk membendung efektivitas pemain asal Argentina itu.

Perkembangan Manchester United ditambah kabar ketidakpastian lini depan Chelsea ini membuat ini pertandingan malam ini akan semakin menarik. Chelsea akan berharap performa terseok-seok United akan terus berlanjut, namun jika kedua tim sedang dalam penampilan terbaik mereka, maka kita bisa melihat permainan dengan tempo tinggi dan menghibur.

Duel Lini Tengah: Di María vs Fàbregas

Pekan demi pekan berlalu, selalu timbul pertanyaan 'Mengapa Arsene Wenger tidak mendatangkan Fàbregas kembali ke Arsenal?'.

Fàbregas telah menjadi pemain fantastis hampir setiap kali dia bermain. Awalnya, ketika ia pertama kali pindah ke Stamford Bridge, memang tidak jelas di mana ia akan bermain. Di Barcelona ia bermain di pusat dalam tiga pemain di lini tengah, bisa juga sebagai false-9, atau pada beberapa kesempatan bahkan bermain pada posisi melebar. Posisi terbaiknya memang adalah pada posisi nomor 10 dan kemungkinan dia akan secara teratur bermain pada posisi tersebut untuk Chelsea.

Sebaliknya, bukan menggantikan Oscar, yang sudah menjadi “pemain nomor 10 Chelsea” sebelumnya, tetapi dia membentuk kemitraan dengan gelandang Brasil tersebut yang semakin kuat setiap pertandingannya.

Dia juga melakukan pekerjaan yang luar biasa bersama dengan Nemanja Matic sebagai gelandang bertahan.

Pandit_Di_Maria_vs_Fabregas
Ia adalah poros utama di lini tengah Chelsea. Tidak heran ia sudah menciptakan 7 buah assist dari 25 chances created-nya, ditambah dengan presentase akurasi operan yang mencapai angka 90% dari lebih 600 operan yang sudah ia luncurkan selama 8 pertandingannya di EPL tersebut.

Gairah, teknik, daya juang, dan agresivitas. Bukanlah itu semua menunjukkan kualitas seorang pemain yang membuat siapapun manajer ingin melihatnya bermain di lini tengah timnya?

Sementara untuk Di María, ia bermain lebih di tengah pada sebagian besar pertandingannya musim lalu, namun ia juga adalah seorang pemain sayap pada sebagian besar karirnya, dan telah bermain lebih bebas di United. Ia sudah sangat baik pada teknik dan bisa menciptakan peluang kapan saja ketika ia diberi celah sekecil apapun.

Sejauh ini, Di María telah benar-benar memiliki tingkat penciptaan peluang yang sedikit lebih baik daripada Fàbregas. Ia sudah menciptakan kesempatan setiap 25 menit sementara Fàbregas menciptakan kesempatan setiap 28 menit.

Meski suka bermain melebar, Di María masih sering berperan sentral. Dia memiliki kecepatan dan keterampilan untuk melewati lawannya dan membuat operan mematikan untuk dimanfaatkan oleh kawannya.

Fàbregas memang memiliki persentase akurasi operan yang secara signifikan lebih baik daripada Di María. Di María sendiri meraih presentase akurasi operan dengan angka 81% dari 200 lebih total operan yang ia luncurkan selama 6 pertandingannya bersama United.

Namun, kita tidak bisa menelanmentah-mentah perbandingan statistik tersebut. Statistik tersebut muncul lebih karena gaya bermain yang berbeda dari mereka berdua.

Berbicara kepada Chelsea TV, Fàbregas mengatakan bahwa Manchester United adalah tim yang sangat cocok untuk Di María.

"Dia selalu sangat aktif, dia selalu ingin maju, dan rasanya ia seperti tidak pernah lelah. Dia terus menempatkan umpan silang yang mengancam, kita harus mencoba untuk membuatnya tidak terlalu leluasa," ujar gelandang asal Spanyol tersebut.

Baik Fàbregas dan Di María telah datang ke Liga Primer dan langsung bisa beradaptasi dengan baik. Mereka berdua memiliki pengaruh positif pada timnya masing-masing. Keduanya adalah pemain berkualitas top dan sangat cocok untuk Liga Primer. Mereka berdua sudah merubah nasib klub mereka masing-masing.

*******

Kembali ke pertandingan, harapan utama akan seimbang, baik di pundak United maupun Chelsea. Chelsea akan dituntut untuk bermain lebih positif daripada saat mereka melawan Manchester City. Lalu dengan serangan balik, mereka akan memberikan ancaman besar bagi pertahanan United seperti yang mereka peragakan saat mereka tumbang 5-3 di tangan Leicester City.

Chelsea dan United tentunya wajib menang, tetapi United lebih akan berterima kasih untuk hasil imbang. Apa pun hasilnya mudah-mudahan akan ada (banyak) gol.

Baca pratinjau dan prediksi selengkapnya di sini.

Komentar