Awug: Cemilan Sepakbola Rasa Lokal dengan Kandungan Gizi yang Pas?

Sains

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Awug: Cemilan Sepakbola Rasa Lokal dengan Kandungan Gizi yang Pas?

Menjawab pertanyaan dari mana awug berasal bisa jadi serumit menjawab pertanyaan di negara mana sepakbola lahir. Inggris? Tunggu dulu. Orang-orang Tiongkok sudah menyepak objek menyerupai bola sejak sangat lama.

Situs Sarihusada mengklaim awug berasal dari Cimahi sedangkan Inilah Garut menyebut mengedepankan Panawuan. Awug Panawuan, menurut Inilah Garut, terkenal karena “rasanya yang lembut, manisnya legit serta parutan kelapanya yang gurih.” Situs tersebut juga mengklaim pasangan awug (mereka menyebutnya demikian), kelepon, adalah makanan khas Garut.

Lebih jauh, Inilah Garut mengklaim “bahkan Awug dan Kelepon sering dijadikan Kue pengganti Kue Tart pada acara Ulang Tahun.” Penulisnya, barangkali, juga dapat menulis dalam Bahasa Jerman sehingga kebiasaan mengawali kata benda dengan huruf kapital terbawa dalam penulisan bahasa Indonesia.

Banyak versi mengenai asal usul awug. Namun yang paling banyak dikutip (baca: di-copy dan di-paste mentah-mentah) adalah informasi dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia: “Ajang Muhidin, mengisahkan pengalaman dirinya saat dulu memperhatikan neneknya membuat awug di kampungnya, Cicalengka. Ia lalu menirunya dan berhasil membuat awug enak yang sama. Kemudian, ia mencoba peruntungannya dengan menjajakan awug di Bandung. Saat itu tahun 1978, dan belum ada yang menjual awug di sekitaran bandung.” Kebenaran fakta dan kebenaran cara penulisan (perhatikan penempatan tanda baca yang kurang sesuai dan kata “bandung” yang tidak dimulai dengan huruf kapital), sepenuhnya menjadi tanggung jawab Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.

Kisah mengenai Ajang Muhidin sang penjual awug pertama di dunia berlanjut seperti ini: Ajang Muhidin berjualan awug di Pasar Cicadas menggunakan gerobak. Dagangannya laris sehingga ia mampu membeli kios untuk berjualan awug di Cibeunying pada 1980. Sumber yang sama juga menjelaskan bagaimana Ajang Muhidin memproduksi dagangannya.

Untuk membuat Awug, Ajang Muhidin merendam beras selama 24 jam lalu menggilingnya menjadi tepung yang kemudian dikukus setengah matang lalu didiamkan selama tujuh jam. Langkah berikutnya adalah mengukus kembali kukusan (tepung) beras tersebut bersama gula merah dalam aseupan sehingga hasil akhirnya menyerupai nasi tumpeng. Awug yang sudah matang disajikan dengan parutan kelapa. Sekilas, awug tidak jauh berbeda dengan dongkal, makanan khas Betawi. Pembedanya adalah bahan baku utama. Sementara awug berasal dari beras, dongkal dibuat dengan menggunakan singkong. Pada praktiknya, sekarang ini, awug dan dongkal sama saja.

Awug dan dongkal tak lagi dibedakan dari bahan bakunya karena keduanya kini dibuat dengan menggunakan tepung beras agar lebih praktis. Dengan demikian pada dasarnya awug dan dongkal sama saja dengan kue putu. Hanya bentuk yang membedakan awug dan dongkal dengan kue putu. Awug, boleh dibilang, adalah tumpeng tepung beras yang manis.

Sudah sejauh ini dan sepakbola hanya disinggung dalam satu paragraf. Saya bisa sepenuhnya memaklumi jika kemudian muncul pertanyaan “sejak kapan Pandit Football menjadi situs kuliner?” Begini: mengonsumsi sepotong gula merah sekitar dua puluh menit sebelum berolahraga adalah salah satu cara paling umum untuk mendapat energi yang dibutuhkan ketika berolahraga. Namun, dengan mengonsumsi gula merah tubuh hanya mendapat energi dari glukosa sementara energi dari karbohidrat tidak kalah penting. Awug kaya akan keduanya. Ditambah lagi awug dimasak dengan cara yang sehat, dikukus. Bisa jadi awug merupakan cemilan sepakbola yang tepat. Rasa lokal, pula.

Baca juga: Jangan Makan Sebelum Main Bola!

FourFourTwo Performance menempatkan rice pudding di urutan teratas dalam daftar lima cemilan sepakbola terbaik, di atas (secara berturut-turut dari posisi paling tinggi hingga paling rendah): buah-buahan tropis seperti nanas dan mangga, sandwich, protein bar, dan minuman kaya isotonik.

Awug memang bukan rice pudding namun sama-sama kaya akan karbohidrat; dan kekayaan karbohidrat inilah yang membuat rice pudding menempati posisi lebih tinggi dari makanan (dan minuman) lainnya. Keunggulan awug ketimbang rice pudding: glukosa.

Dengan pertimbangan tersebut bisa jadi awug merupakan cemilan sepakbola yang cocok untuk sepakbola Indonesia. Namun, Dex Glenniza mengingatkan bahwa cara tubuh memproses karbohidrat nasi berbeda dengan cara tubuh memproses karbohidrat beras. Tentunya tubuh juga memproses karbohidrat tepung beras dengan cara yang berbeda. Karenanya bisa jadi awug bukan cemilan sepakbola yang tepat. Namun, andai gizinya tepat pun awug rasanya akan kesulitan menjadi pilihan cemilan sepakbola utama karena tidak praktis.

Tidak praktis ini bukan soal cara membuatnya saja. Awug sekarang ini sudah langka. Bahkan di Bandung pun awug tidak lagi mudah ditemukan. Lebih sulit lagi menemukan awug di, katakanlah, Beograd.

Komentar