Bagaimana Seseorang Mampu Berlari Lebih Cepat?

Sains

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Bagaimana Seseorang Mampu Berlari Lebih Cepat?

Kecepatan lari merupakan salah satu nilai tambah yang dimiliki pemain sepakbola. Pemain yang mampu berlari dengan cepat dapat lebih mudah menembus pertahanan lawan. Bek-bek lawan akan dipaksa untuk selalu waspada jika tidak ingin ditembus oleh kecepatan larinya.

Penelitian terbaru menunjukan bahwa seorang pelari cepat memiliki kebiasaan unik dalam gerakan larinya yang membuatnya dapat memaksimalkan kecepatan. Penelitian yang dilakukan oleh Southern Metodhist University berhasil menemukan rahasia terbaru dari cara seseorang berlari lebih cepat.

Sebelumnya, para ahli lebih percaya bahwa seseorang yang mampu berlari lebih cepat memberikan gaya yang lebih besar kepada tempat berpijak sehingga dia mampu terpental lebih cepat. Namun tidak ada yang bisa menjelaskan soal bagaimana pelari cepat tersebut memberikan gaya yang lebih besar. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya perdebatan soal  bagaimana metode yang tepat untuk membuat seseorang mampu memberikan gaya yang sebesar mungkin saat berpijak.

Sedangkan pada penelitian baru ini menunjukan bahwa bukan soal besarnya gaya yang diberikan saat menapak dengan tanah, namun sebesar apa daya ledak yang diberikan saat berpijak. “Studi baru kami menunjukan bahwa pelari elit tidak menggunakan kaki mereka hanya untuk terpental dari tanah seperti yang banyak pelari lain lakukan,” kata sang peneliti, Ken Clark.

“Pelari top akan mengirimkan mekanisme yang baik untuk menghasilkan daya ledak yang besar dengan tanah,” lanjutnya.

Jika berbicara soal daya ledak, maka kita akan bermain pada waktu kontak yang diberikan kaki dengan tanah. Daya ledak akan menjadi lebih besar ketika waktu kontak dengan tanah dapat sesingkat mungkin. Hal inilah yang terjadi pada para pelari top.

Salah satu penulis lain pada penelitian ini, Peter Weyand, mengatakan bahwa pelari cepat memiliki satu kebiasaan yang sama. “Kami menemukan bahwa semua pelari cepat memiliki kebiasaan yang sama untuk mendapatkan kecepatan maksimal. Mereka akan seperti mengokang lutut mereka sebelum mengarahkan kaki ke tanah sambil mempertahankan pergelangan kaki mereka dalam posisi kaku. Ini akan membuat gaya yang besar pada kaki saat menuju tanah,” kata Peter.

Setelah melakukan kontak dengan tanah, pelari cepat hanya membutuhkan waktu sekitar satu per duaratus detik untuk kembali meluncur kembali. Dengan begitu, akan tercipta daya ledak yang besar antara kaki dengan tanah.

Sumber: www.phys.org

Komentar