Cantona, Deschamps, dan Hikayat Gelandang Pengangkut Air

PanditSharing

by Pandit Sharing 70238

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Cantona, Deschamps, dan Hikayat Gelandang Pengangkut Air

Halaman kedua

Kevin Strootman juga termasuk pemain yang sangat baik bermain sebagai deep-lying playmaker namun tidak berkembang karena sering keluar masuk ruang operasi. Sebelumnya sudah ada Juan Veron dan Pep Guardiola, namun keduanya tak sebaik Pirlo. Memiliki umpan-umpan jauh berkelas adalah syarat mutlak dari para pemain bertipe ini.

Pentingnya Peran Gelandang Pengangkut Air

Tahun 2000, Real Madrid merekrut Claude Makelele dari Celta Vigo. Bersamanya, Real Madrid berhasil memenangkan dua gelar juara liga, dua Piala Supercopa, dan masing-masing satu gelar Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Interkontinental (kini FIFA Club World Cup). Musim panas 2003, Makelele dilepas Real Madrid ke Chelsea.

Presiden klub Florentino Perez berujar, “Kami tidak akan pernah merindukan Makelele, kemampuan tekniknya rata-rata. Dia sudah kehilangan kecepatan dan skill dalam merebut bola dari kaki lawan dan 90 persen operannya hanya mengarah ke belakang dan ke samping. Dia bukan seorang penanduk bola yang baik dan sangat jarang melakukan operan bola dari tandukan kepala lebih dari tiga meter. Pemain muda yang akan kami datangkan akan membuat Makelele dilupakan.”

Zinedine Zidane berujar, “Apa gunanya melapisi mobil Bentley dengan emas jika kau sudah kehilangan mesinnya?”. Zidane bermaksud menyindir keputusan klub yang menjual Makelele dan memilih mendatangkan David Beckham. Dan benar saja, sejak kepergian Makelele, Real Madrid memasuki masa kelam mereka dengan tidak menjuarai apapun selama tiga tahun berikutnya.

Berpindah ke Liga Inggris, pada musim 2004/2005, gelar juara Liga Primer berhasil dipersembahkan oleh Jose Mourinho untuk Chelsea. Dan pemain yang paling dipuji Mourinho bukanlah John Terry ataupun Frank Lampard, melainkan Makelele. Menurut Mourinho, tak ada gunanya memiliki barisan pemain mewah di lini serang jika tidak memiliki gelandang bertahan yang baik di dalam tim.

Reinkarnasi Makelele Dalam Diri N’Golo Kante

Saat ini mata dunia sedang tertuju pada permainan apik N’Golo Kante sejak masih bermain di Leicester City musim lalu hingga di Chelsea musim ini. Atribut permainannya yang sangat lengkap mengundang decak kagum. Surat kabar regional Prancis La Voix du Nord menyamakannya dengan Makelele pada masa mudanya di Nantes, karena gaya bermain dan peran mereka di lini tengah.

Setelah menanyakan kepada pemain apakah ia menganggap Makelele sebagai panutannya, ia malah mengatakan bahwa pemain yang menginspirasinya adalah Lassana Diarra. Makelele sendiri mengatakan bahwa Kante adalah pemain dengan atribut paling lengkap di dunia, dan untuk menjadi "pemain luar biasa", Kante hanya perlu memiliki jiwa kepemimpinan.

Dikenal sebagai pemain dengan energi dan kemampuan memenangkan bola yang luar biasa, Kante menjadi pemain yang paling banyak melakukan tekel sukses di liga papan atas Eropa pada musim 2014/2015 dan 2015/2016. Karena kemampuannya yang luar biasa ini, sering dikatakan bahwa Kante terhitung sebagai dua pemain. Terbaru, pemain ini meraih gelar pemain terbaik di musim kompetisi 2016/2017 versi PFA dan PWA serta berhasil merengkuh titel juara Liga Primer Inggris bersama Chelsea.

“Ia (Kante) telah membuat lima kesalahan sejauh ini. Ia harus meningkatkannya. Tidak, saya hanya bercanda. Namun, saya harus mencari satu situasi tepat untuk mengatakannya agar meningkatkan performanya. Ia bermain sangat bagus musim ini,” ujar Conte seperti dikutip dari Metro.

Memang mirip dengan kisah Makelele di Chelsea 13 tahun yang lalu.

foto: @SquawkaNews

Penulis adalah seorang dosen. Biasa berkicau di akun @YvMuaya


Tulisan ini merupakan hasil kiriman penulis lewat rubrik Pandit Sharing. Isi dan opini dalam tulisan merupakan tanggung jawab penuh penulis.

Komentar