Panas Dingin Hubungan Luke Shaw dan Jose Mourinho

PanditSharing

by Pandit Sharing 33048

Pandit Sharing

Ingin menulis di PanditFootball.com? Kirimkan ke sharingpandit@gmail.com

1. Lengkapi dengan biodata singkat dan akun Twitter di bawah tulisan
2. Minimal 900 kata, ditulis pada file Ms. Word
3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun (blog, website, forum, dll)
4. Tambahkan alamat lengkap dan nomor HP (tidak dipublikasikan)

Panas Dingin Hubungan Luke Shaw dan Jose Mourinho

Halaman kedua

Shaw menekankan bahwa saat ini ia sedang berjuang keras memperbaiki penampilan lebih dari sebelumnya. Pemain bernama lengkap Luke Paul Hoare Shaw tersebut menyatakan ia sedang melewati fase di mana semua kritik tertuju padanya. Shaw ingin membuktikan semua orang yang mengkritiknya salah.

Bukan kali ini saja Shaw merespon kritik dengan mentalitas juara. Setelah dikritik keras Mourinho pasca kekalahan dari Watford, Shaw bersemangat memperbaiki penampilannya, Namun setelah seri melawan Burnley (29/10/16) Shaw baru dipercaya Mou bermain lagi saat melawan Bournemouth (4/3/17). Total 15 pertandingan Luke Shaw tidak bermain.

Ekspektasi besar atas bakat Shaw yang tercermin dari besarnya nilai transfer dapat menjelaskan ambisi besarnya untuk bangkit. Pemain bertinggi 185 cm tersebut dibeli MU dari Southampton senilai 31.5 juta pound pada musim 2014/2015.

Menanggung nilai transfer dan harapan sebagai calon bek kiri cepat dan lincah yang digadang-gadang akan sehebat Gareth Bale, tentu Shaw tidak ingin berakhir sebagai mantan pemain berbakat berharga mahal yang gagal.

Catatan Penampilan

Jika melihat data, penampilan Luke Shaw di Liga Primer musim ini sebenarnya tidak buruk. Dari total 10 kali main sampai pekan ke 30, ia telah membuat 10 peluang. Satu peluang dalam satu pertandingan. Rerata akurasi operannya mencapai 85%. Memang Shaw belum mencetak gol. Namun akurasi tembakannya mencapai 50%.

Dari sisi kemampuan bertahan, Shaw melakukan rerata lima aksi bertahan dalam 10 laga. Memang ia pernah sekali lalai bertahan. Namun kelalaiannya tersebut hanya menyebabkan lawan berpeluang mencetak gol. Bukan jenis kelalaian yang langsung menyebabkan lawan mencetak gol. Rerata memenangkan duel Shaw pun tidak jelek, yaitu sebesar 50%.

Untuk menilai apakah penampilan Shaw cukup baik atau memang buruk, kita bisa membandingkannya dengan performa Marcos Alonso di 10 pertandingan Liga Primer pertamanya. Alonso adalah bek kiri andalan Chelsea, pemuncak klasemen Liga Primer saat ini. Cukup rasional untuk membandingkan Shaw dengan Alonso.

Dalam 10 laga pertamanya, Alonso membuat 13 peluang untuk tim, lebih banyak dari Shaw. Rerata akurasi operannya mencapai 75% Lebih rendah 10% dari Shaw. Memang Alonso saat itu sudah mencetak satu gol, namun akurasi tembakannya sangat lemah dibanding Shaw, hanya mencapai 25%.

Dari sisi kemampuan bertahan, Alonso melakukan rerata enam aksi bertahan dalam 10 laga. Sama dengan Shaw, Alonso telah sekali lalai bertahan selama 10 pertandingan pertama. Rerata memenangkan duel Alonso hanya 48%, lebih buruk 2% dibanding Shaw. Secara umum, kontribusi Shaw bagi Manchester United cukup baik. Jika Shaw bermain dalam jumlah pertandingan yang sama dengan Alonso, bukan tidak mungkin dia menjadi bek kiri terbaik Liga Primer.

Kelanjutan Karier

Kritik Mourinho terhadap Luke Shaw pasca pertandingan melawan West Bromwich Albion dinilai sebagai akhir karier Shaw di MU. Cara Mou mengkritik Shaw dapat ditafsirkan sebagai pengusiran secara halus. Konsekuensinya, rumor transfer segera beredar. Beberapa klub dikabarkan akan menjadi tujuan selanjutnya bila Shaw pergi dari Old Trafford.

Ketertarikan Manchester City pada bek kiri Danny Rose bisa memancing usaha Tottenham Hotspur merekrut Shaw. Plus, Shaw akan bereuni dengan Mauricio Pochettino jika bermain di White Hart Lane. Pochettino adalah manajer yang mempromosikan Shaw saat masih bermain untuk Southampton.

Everton memang sudah diperkuat bek kiri cemerlang, Leighton Baines. Namun usia Baines yang menua bisa memicu ketertarikan The Toffees merekrut Shaw. Lagipula, Everton dan MU punya hubungan transfer pemain yang cukup baik selama ini. Transfer Wayne Rooney, Tim Howard, sampai Marouane Fellaini contohnya.

Menurunnya penampilan Aaron Cresswell bisa membuat West Ham menawar Luke Shaw. Memang Cresswell selama ini dipuji sebagai salah satu bek kiri cemerlang Liga Primer tapi belakangan performanya tidak impresif. Stoke City beberapa musim belakangan ini sudah membangun tim dari beberapa pemain “bintang”. Joe Allen direkrut dari Liverpool, Sherdan Xhaqiri direkrut dari Inter Milan. Jika terealisasi, transfer Shaw tentu takkan menjadi kejutan.

Meskipun sudah membeli Jeffrey Schlupp dari Leicester City pada bursa transfer Januari 2017 lalu, Sam Allerdyce tentu tetap tertarik menempatkan Luke Shaw di sisi kiri pertahanan Crystal Palace. Mengganti suasana dengan pindah ke London, tentu bukan ide buruk bagi Shaw yang ingin memperbaiki keberuntungan kariernya.

Bila melihat motivasi tinggi, penampilan Luke Shaw yang cukup baik dan ketertarikan beberapa klub terhadapnya, Jose Mourinho perlu mempertimbangkan mempertahankan Shaw dan memberi kesempatan lebih.

Kritik terbuka Mou pada Shaw sejauh ini tampaknya efektif. Penampilan Shaw saat melawan Everton kemudian West Bromwich Albion mengalami peningkatan. Namun Shaw harus terus membuktikan hasrat bermain untuk MU dan komitmen berjuangnya sesuai keinginan Mourinho. Kalau mau mengikuti jejak bek kiri legendaris MU seperti Denis Irwin dan Patrice Evra.

Jika Luke Shaw benar-benar menunjukkan mental bertarungnya dan bertemu dengan kesempatan yang diberikan Jose Mourinho, bukan tidak mungkin Shaw akan memenuhi seluruh prediksi pada dirinya selama ini. Menjadi bek kiri kelas dunia.

foto: @zesty_manutd

Penulis adalah penggemar sepakbola yang biasa berkicau di akun Twitter @Pradhana_Adi


Tulisan ini merupakan hasil kiriman pembaca lewat rubrik Pandit Sharing. Isi dan opini dalam tulisan merupakan tanggung jawab penuh penulis

Komentar