Karier Hancur Setelah Mengasari Messi

Backpass

by Adrianus Eduard Johanes

Adrianus Eduard Johanes

"Losing my religion to football"

Karier Hancur Setelah Mengasari Messi

"Jelas itu bukan kartu merah," bela José Mourinho setelah kalah 1-2 dari FC Barcelona di pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA 2005/06.

Chelsea harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah bek kiri mereka, Asier del Horno Cosgaya, diusir wasit pada menit ke-37. Sempat unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri Thiago Motta, kekurangan pemain membuat gawang Petr Cech berhasil ditembus dua kali di 18 menit terakhir. John Terry salah mengantisipasi tendangan bebas Ronaldinho untuk samakan kedudukan (72`). Delapan menit kemudian, Samuel Eto`o mengunci kemenangan Blaugrana setelah menyambut umpan Rafael Márquez.

Kartu merah Del Horno menjadi perbincangan. Pasalnya, bukan hanya mengubah pertandingan, pelanggaran yang ia lakukan ke Lionel Messi juga dianggap terlalu keras oleh beberapa orang. Salah satunya Deco de Souza. "Pelanggaran Del Horno jelas sesuatu yang sangat kuat. Padahal dirinya bermain dengan begitu baik sebelum mendapat kartu merah. Kini kami hanya perlu bermain dengan cara yang sama di Camp Nou," kata Deco.

Kubu Barcelona menyerahkan semuanya kepada wasit. Frank Rijkaard, Oleguer Presas, dan Samuel Eto`o tidak ingin berkomentar terlalu banyak tentang insiden Messi dan Del Horno. Namun wasit yang menjadi pengadil pertandingan tersebut, Terje Hauge, juga mengaku ragu akan keputusan yang ia ambil.

"Aku rasa penting untuk melihatnya secara langsung, apa yang terjadi sebelum itu. Saat kamu melihat dari tayangan ulang, kamu bisa saja tertipu. Aku memiliki perasaan yang kuat bahwa kartu merah itu mengubah pertandingan. Hal ini akan jadi perbincangan dalam beberapa hari ke depan. Tapi itulah yang terjadi, itu memang keputusan yang sulit," akunya.

Sementara itu, kubu Chelsea di lapangan menganggap Messi terlalu dramatis. Asier del Horno dan Mourinho mengklaim Barcelona telah merusak Messi muda dengan mengajarkan pemain asal Argentina itu bermain curang. Pelanggaran Del Horno kepada Messi itu membuat Chelsea diserang publik. Juru bicara The Blues bahkan sampai harus turun tangan.

"Kami mengutuk segala ancaman yang datang ke situs Chelsea. Kami memonitor apa yang masuk ke situs kesebelasan dan akan melacak orang-orang yang bertanggungjawab atas hal ini," katanya seperti dikutip The Independent.

Seiring waktu berlalu, insiden tersebut mulai dilupakan. Apalagi setelah Didier Drogba tampil teatrikal ketika bertemu Barcelona tiga tahun kemudian. Banyak cerita klasik terjadi dalam pertemuan Chelsea dan Barcelona sehingga membuat insiden Asier del Horno dan Lionel Messi menjadi nomor kesekian.

Namun insiden itu tak lepas dari diri Del Horno. Secara tidak langsung insiden itu merusak karier pemain kelahiran Barakaldo, 19 Januari 1981 itu.

***

Asier del Horno mendarat di Stamford Bridge dengan reputasi baik. Dia disebut sebagai target utama Mourinho di bursa transfer musim panas 2005. Ketika itu dia berstatus pemain Tim Nasional Spanyol dan Chelsea memang membutuhkan seorang bek kiri. Dana sebesar 8 juta paun kemudian dikeluarkan The Blues dengan harapan besar.

"Asier [del Horno] adalah pemain hebat dan kami memang membutuhkan seseorang untuk mengisi pos bek kiri. Dia akan menambah kekuatan dalam skuat Chelsea," ungkap Mourinho setelah meresmikan transfer Del Horno dari Athletic Bilbao.

Pemain kelahiran Basque itu langsung menjadi pilihan utama Mourinho berkat cedera yang dialami Wayne Bridge. Dia memberi kontribusi lewat satu umpan di Community Shield melawan Arsenal dan membuat Chelsea meraih piala perdana mereka di 2005/06.

Del Horno hanya absen delapan kali dari 26 pertandingan Premier League sebelum insiden Messi. Kebanyakan, dirinya diistirahatkan saat Chelsea bertemu dengan kesebelasan papan tengah ke bawah. Hanya satu partai besar yang dia lewati, yaitu melawan Arsenal (18/12).

Penampilan del Horno selalu solid, tapi belum mencapai standar Mourinho. "Asier sudah menunjukkan bahwa dirinya punya kapabilitas. Tapi dia harus lebih ambisius lagi. Dia punya dua bulan untuk membuktikan diri dan maju. Jika tidak, jalan yang dia punya hanya mundur," kata Mourinho sebulan sebelum bertemu Barcelona di Liga Champions.

Penampilan Del Horno melawan Barcelona juga tidak buruk. Deco bahkan mengakui hal tersebut. Sial, pihak kesebelasan mendapat serangan karena aksinya. Kemudian Paulo Ferreira yang aslinya merupakan bek kanan juga tampil bagus meski dipaksa ganti sisi menjadi bek kiri. Akhirnya, Del Horno dibuang oleh Chelsea, kembali ke Spanyol.

Karier Asier del Horno tidak pernah sama lagi sejak saat itu. Membela Valencia, Athletic Bilbao, Real Valladolid, dan Levante, Del Horno tak lebih dari seorang pemain pelapis. Sosok yang sebelumnya dianggap memiliki masa depan cerah di Tim Nasional Spanyol dan Chelsea turun kelas setelah satu musim membela The Blues.

Dia bahkan sering kali disebut sebagai salah satu pembelian terburuk Chelsea, dicap kasar meski hanya mengantongi dua kartu kuning dan satu kartu merah selama di Chelsea. Satu-satunya yang membekas dari karier profesional yang dijalaninya selama 13 tahun hanya pelanggaran yang dia lakukan kepada Lionel Messi.

Komentar