Hoaks di Derbi Abadi

Backpass

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Hoaks di Derbi Abadi

Pada 20 September 2009, Levski Sofia kalah dua gol tanpa balas dari CSKA Sofia. Empat pemain kunci Levski absen dalam dalam laga Derbi Abadi edisi satu di Liga Bulgaria 2009/10 karena sedang berada di tempat berjarak 1.500 km dari lokasi pertandingan.

Di awal bulan itu pihak Levski menerima faksimile dari Rubin Kazan. Isinya adalah permohonan transfer Youssef Rabah (bek tengah), Zhivko Milanov (bek kanan), Darko Tasevski (gelandang), dan Ze Soares (pemain sayap).

Keempat pemain tersebut terbang ke Moskwa, Rusia, pada 19 September 2009, sehari sebelum pertandingan besar melawan CSKA, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Tiga orang perwakilan Levski menemani keempatnya. Mereka semua dipastikan akan melewatkan Derbi Adabi.

Rombongan Levski disambut perwakilan Rubin begitu mendarat. Ketujuhnya diantar ke Hotel Sheraton, tempat mereka menginap selama di Rusia. Di situ juga pemeriksaan kesehatan dilakukan. Rabah, Milanov, Tasevski, dan Soares dinyatakan bugar. Tidak ada masalah transfer.

Keesokan harinya, keempat pemain tersebut diberi tahu transfer mereka ke Rubin batal. Orang-orang yang menyambut rombongan Levski di bandara dan mengantar mereka ke hotel tak dapat dihubungi.

Mircho Dimitrov, seorang agen berkebangsaan Bulgaria yang punya banyak pengalaman di Rusia, menghubungi Kepala Pelatih Rubin saat itu, Kurban Berdiyev. Kepada Dimitrov, pihak Rubin berkata: “Kami tidak tahu apa-apa. Kami tidak mengingkinkan pemain dari Levski karena kami tidak membutuhkan mereka.”

Selain perkataan pihak Rubin tersebut, jendela transfer di Rusia juga saat itu memang sudah ditutup. Keempat pemain Levski seperti dibodohi. Transfer itu adalah murni hoaks.

Rombongan Levski kemudian pulang ke Sofia. Begitu tiba, mereka mendapati Levski kalah dari CSKA.

“Aku merasa tertekan dan aku marah,” ujar Tasevski. “Hasilnya pasti berbeda jika kami bermain melawan CSKA.”

Kekalahan dan kejanggalan menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana bisa Levski mengirim pemain mereka ke kesebelasan lain di luar bursa transfer UEFA? Kenapa perwakilan Rubin tak bisa dihubungi dan kenapa pula mereka menjadwalkan semuanya begitu dekat dengan pertandingan penting Levski?

“Aku tidak bisa menjelaskan ini,” ujar Presiden Levski, Todor Batkov. “Aku tidak bertemu dengan perwakilan [Rubin] sebelumnya, tidak pula aku menerima konfirmasi resmi dari Presiden Rubin. Mungkin ini penipuan yang sangat rapi. Tujuh orang [dari Levski] dijemput mobil Mercedes mewah dan diberi akomodasi hotel yang sangat mahal. Aku memang sempat ragu dan rencanaku adalah, jika terjadi masalah, keempat pemain akan dipulangkan ke Sofia sebelum pertandingan melawan CSKA. Aku memeriksa aturan UEFA [mengenai bursa transfer] dan merasa kami punya hak transfer luar biasa [karena flu babi].”

Penyelidikan dilakukan. Faksimile yang dikirim pihak Rubin tampak asli dan dikirim dari kantor klub Rubin Kazan.

“Untuk keempat pemain kami, harganya 4 juta euro dan pihak Rusia mengatakan kepadaku bahwa uangnya ada di Sofia di bank beton, bahkan di brankas beton. Perwakilan mereka menemui setiap pemain dan aku telah memberi nama, deskripsi, foto, dan nomor telepon kepada Interpol. Mungkin semua ini adalah serangan terhadap Levski, atau terhadapku. Aku diancam lewat telepon oleh seorang Rusia yang menyarankanku untuk menghentikan investigasi.”

Batkov kemudian mengakui bahwa dia menyetor 179 ribu paun kepada seseorang bernama Artur Oganesyan agar transfer terlaksana. Persoalannya, polisi kesulitan melacak Artur Oganesyan yang kemungkinan besar adalah nama palsu. Lebih jauh, media-media Bulgaria menuduh Batkov memasang taruhan 895 ribu paun untuk kemenangan CSKA atas klubnya sendiri.

Batkov sendiri menyeret Dimitar Borissov dan Ivo Ivanov, dua pemilik CSKA Sofia, yang pada saat bersamaan sedang diselidiki keterlibatannya atas tuduhan pengaturan skor di pertandingan kualifikasi Europa League putaran keempat, kemenangan tandang 2-1 CSKA Sofia atas Dinamo Moskwa.

Penyelidikan berjalan lambat. Efeknya malah lebih cepat terasa di lapangan. Setelah kalah dari CSKA, Levski kalah 0-1 dari Chernomorets Burgas, bermain imbang 2-2 melawan Lokomotiv Plovdiv, dan kalah 0-1 dari Beroe. Semuanya lawan yang lebih lemah, sehingga kecurigaan terhadap keterlibatan Batkov dalam pengaturan skor semakin kuat.

Kekalahan dari Beroe menjadi puncaknya. Kepala Pelatih Levski, Ratko Dostanic, mengundurkan diri setelah kekalahan tersebut. Hingga saat ini kasus ini belum terpecahkan.

Komentar