Vieira dan Bukti Pemimpin Tidak Harus Berteriak

Backpass

by Reva Bagja Andriana

Reva Bagja Andriana

Ekonomi, Sepakbola dan Metal.

Vieira dan Bukti Pemimpin Tidak Harus Berteriak

Arsenal akan selalu merindukan Patrick Vieira. Sampai saat ini, The Gunners belum menemukan pengganti dirinya.

Debutnya bersama Arsenal, yang terjadi di Liga Primer Inggris musim 1996/97, menjadi kenangan tersendiri. Menghadapi Sheffield Wednesday pada 16 September 1996, Vieira masuk menggantikan Ray Parlour pada menit ke-27. Pada pertandingan itu, Arsenal menang 4-1. Laga itu menjadi yang pertama dari 386 laga yang dimainkannya selama 9 musim membela Arsenal.

Vieira menjadi kapten Arsenal sejak musim 2002/03. Tak mengherankan memang jika kemudian Arsene Wenger mempercayakan peran pemimpin kepadanya. Bekas pemain AS Cannes tersebut memang sudah menunjukkan sifat kepemimpinan sejak masih berusia muda.

“Manajer [AS Cannes] saat itu melihat saya sebagai pemimpin bukan karena cara berbicara saya, melainkan cara saya bermain di lapangan. Hal tersebut selalu ada dalam diri saya, bahkan ketika saya masih muda. Saya selalu memiliki keinginan di dalam diri, dan determinasi,” ujar Vieira, dikutip dari These Football Times.

Gaya bermain yang ditunjukkan Vieira memang menjadi kebutuhan Arsenal saat itu. Tidak ada gelandang dengan kemampuan komplet seperti dirinya.

Dengan sosok tinggi menjulang, Vieira selalu bertarung di lapangan. Kekuatan fisiknya juga diimbangi teknik olah bola mumpuni. Berposisi sebagai gelandang tengah, ia muncul sebagai sosok pemain modern dengan kemampuan merebut bola serta memotong serangan lawan.

“Ia [Vieira] memenangi segala pertarungan, mengantisipasi bola, dan sangat agresif. Saya tidak kaget pada setiap tim yang ingin membelinya. Ia merupakan salah satu pemain terbaik di dunia,” ujar Klauss Toppmoller, mantan pemain Bayer Leverkusen yang pernah bertanding melawan Arsenal ketika masih diperkuat Vieira, dikutip dari Sky Sports.

Sosok yang kuat dalam permainan di dalam lapangan menjadikan dirinya pemimpin. Tony Adams yang menjadi kapten Arsenal selama 14 tahun memutuskan untuk pensiun dan praktis saat itu The Gunners membutuhkan pemimpin baru.

Adams memang dikenal sebagai kapten dengan gaya berteriak di lapangan serta mengomando para rekannya untuk bermain dengan baik. Namun Vieira merupakan kebalikan dari sosok Adams. Ia tidak banyak bicara, apalagi berteriak. Kepemimpinan dirinya ditunjukkan dengan cara bermain di lapangan.

Vieira menunjukkan bahwa menjadi kapten cukup dengan menunjukkan performa brilian di lapangan. Dengan caranya menjadi pemimpin, Arsenal mampu menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun kalah.

“Ia [Vieira] merupakan seorang petarung, pemain bola yang hebat, namun saya pikir dia tidak memiliki tipe yang sama dengan Tony Adams yang menjadi pemimpin dengan gaya blak-blakan,” ucap Wenger, dikutip dari Tribuna. “Ia lebih menjadi seseorang dengan kualitas dan sikap serta kualitas dari permainannya, menjadi seorang pemimpin alami di lapangan."

Vieira memang terlihat mengintimidasi dengan postur tingginya. Namun cara dirinya memimpin skuat Arsenal ditunjukkan dengan bermain sekuat tenaga dan menunjukkan performa sebaik mungkin. Kepemimpinan tersebut yang coba dimanfaatkan oleh Vieira setelah pensiun sebagai pemain. Kini ia menjadi pelatih dari OGC Nice di Ligue 1 setelah dua tahun mengarsiteki New York City FC di MLS.

Komentar