Sebut Nama Bergkamp Sepuluh Kali!

Backpass

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Sebut Nama Bergkamp Sepuluh Kali!

Arsenal menjalani pertandingan keempat mereka di Liga Primer Inggris 1997/98 dengan bertandang ke markas Leicester City. Hingga pertandingan memasuki menit ke-89, kedudukan masih 2-2. Kemudian tibalah momen magis ketika pertandingan memasuki menit ke-90.

Gelandang Arsenal, David Platt, melepaskan umpan panjang dari tengah lapangan menuju Dennis Bergkamp. Bergkamp kemudian mengontrolnya dengan kaki kanan. Bola masih melayang di udara, dan hampir saja direbut oleh Matt Elliott, namun Bergkamp sigap melindunginya dengan langsung memindahkannya menggunakan kaki kiri seraya tubuhnya ikut berpindah.

Bayangkan: Bergkamp melewati hadangan Elliot dalam keadaan bola tidak menyentuh tanah sama sekali! Setelah itu ia menyelesaikannya dengan satu tembakan yang mengarah ke pojok kanan atas gawang Leicester. Gol indah tersebut melengkapi hat-trick Bergkamp di pertandingan malam itu.

Kemudian 311 hari berikutnya, tepatnya pada 4 Juli 1998, Bergkamp seakan mengulang gol yang ia cetak ke gawang Leicester dalam satu pertandingan lain. Namun kali ini bukan lagi di Liga Primer, melainkan di ajang sepakbola paling bergengsi: Piala Dunia.

Di babak perempat final Piala Dunia 1998, Belanda bertemu dengan lawan yang sangat berat, Argentina. Laga besar itu dihelat di Stade Velodrome, di bawah tatapan 55 ribu pasang mata.

Patrick Kluivert sempat membuka keunggulan lewat gol yang dicetaknya pada menit ke-12. Namun hanya berselang lima menit kemudian, penyerang Argentina, Claudio Lopez, berhasil membuat kedudukan kembali imbang. Hingga pertandingan memasuki menit ke-89, belum ada lagi gol yang tercipta.

Saat itu mungkin banyak yang beranggapan bahwa pertadingan akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Namun Dennis Bergkamp mematahkan anggapan itu lewat gol indah yang dicetaknya pada menit ke-90—sama seperti saat mencetak gol indah ke gawang Leicester.

Prosesnya pun nyaris serupa: di kotak penalti Argentina, Bergkamp menerima umpan panjang yang dilepaskan Frank de Boer dari tengah lapangan. Kaki kanan kembali menjadi perkakas andalannya untuk mengontrol bola dengan halus. Ketika Roberto Ayala datang menghampiri untuk merebut bola yang dikontrol Bergkamp, dengan satu sentuhan pemain berjuluk Non-flying Dutchman itu langsung memindahkan bola ke arah kiri seraya tubuhnya ikut berpindah.

Setelah Ayala terlewati, Bergkamp menyelesaikannya dengan satu tembakan yang mengarah ke pojok kiri gawang Carlos Roa. Bergkamp mengirim Belanda ke babak semifinal dalam tiga sentuhan brilian.

Gol itu menjadi tambah terkenal berkat komentator sepakbola Belanda, Jack van Gelder. Saking takjubnya ia kepada gol itu, sampai-sampai Van Gelder menyebut nama "Dennis Bergkamp" hingga 10 kali dari mulai bola dilepaskan De Boer sampai kemudian Bergkamp melakukan perayaan.

“Sempurna.” Itulah kata yang terucap dari mulut Ruud Gullit ketika menyaksikan gol Bergkamp tersebut. Bergkamp pun ternyata mengamini apa yang diucapkan legenda sepakbola Belanda itu.

“Kamu tak akan pernah bisa menyelesaikan satu pertandingan dengan sempurna,” ujar Bergkamp selepas laga dikutip dari The Guardian. “Tapi momen ketika gol tersebut tercipta, aku rasa, ya, sempurna.”

Bergkamp kemudian mendeskripsikan perasaannya saat ia berhasil melewati Roberto Ayala dengan dua sentuhan, sebelum menjaringkan bola ke gawang Argentina. “Perasaanku saat itu, setelah dua sentuhan pertama, bagaikan seluruh kehidupanku berada di momen itu. Aku merasa penuh.”

Walau proses gol yang dicetaknya ke gawang Argentina hampir sama dengan proses gol yang ia cetak ke gawang Leicester City, Bergkamp menganggap gol ke gawang Argentina itu sebagai yang terbaik. Ketika media Inggris, Daily Mail menanyakan sebabnya, Bergkamp menjawab singkat: “Karena itu terjadi di perempat final Piala Dunia.”

Namun sayangnya Belanda kalah dari Brasil saat berlaga di babak semifinal. Tim Oranye dikalahkan melalui adu penalti.

Bukan hanya gol Bergkamp itu yang abadi, suara komentator Jack van Gelder juga terus terkenang sampai hari ini. Ada beberapa parodi yang hadir dari situ, salah satunya apa yang dibuat oleh BBC (muncul paling akhir di video di bawah ini).

Komentar