Kekalahan-kekalahan Besar Real Madrid di El Clásico

Klasik

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kekalahan-kekalahan Besar Real Madrid di El Clásico

Penonton yang datang ke Santiago Bernabeu malam tadi harus tertunduk malu. Rasa optimisme para pendukung dan pemain tercermin dengan susunan pemain yang di turunkan oleh Rafael Benitez di awal laga. Menyerang dan menang adalah tujuan utama dari skuat yang berjuluk Los Blancos demi memangkas jarak dengan pimpinan klasemen sementara, Barcelona.

Namun, impian besar para Madridista itu pupus tepat pada 21 Novemeber 2015 (waktu setempat). Gol-gol dari Suarez di menit ke-10 dan 73, kemudian gol Neymar di menit 38 serta gol Iniesta di menit 53 membuat Keylor Navas harus memungut bola dari gawangnya sendiri saat itu. Padahal, Keylor Navas adalah salah satu kiper terbaik di La Liga musim ini. Rekornya pun tak main-main, ia hanya kebobolan tiga gol dan sudah mengantongi cleansheet sebanyak enam kali di La Liga musim ini.

Namun, rekor saja tak cukup membuat Real Madrid dan Keylor Navas memenangkan pertandingan apalagi untuk sekadar menahan gempuran dari lini serang Barcelona. Navas tenggalam dalam empat gol yang dicetak Barca dan menjadikan marjin poin semakin melebar dengan enam poin. Namun, tahukah anda, Real Madrid bukan kali ini saja menderita kekalahan dari Barcelona dengan skor besar (di atas empat gol) di laga yang bertajuk El Clasico ini. Berikut kami coba nukilkan beberapa laga Real Madrid di El Clasico dengan kekalahan-kekalahan telak;

El Clasico 8 Januari 1994 (Barca 5-0 Madrid)  

Musim 1993-94, Barcelona melakukan perekrutan salah satu pemain berbakat Brasil, Romario Faria. Pada El Clasico pertamanya sebagai pemain Barca, Romario mampu mencetak hat-trick ke gawang Real Madrid. Dan lebih spektakuler lagi, pada gol pertamanya ia mampu mengecoh beberapa pemain bertahan Real Madrid sebelum akhirnya ia melepaskan tendangan menyusur menggunakan bagian kaki luar untuk memperdaya kiper Real Madrid, Buyo.

Baca juga: Enam Momen El Clásico Terbaik Sepanjang Sejarah

Sedangkan gol Barca lainnya dicetak oleh Ronald Koeman dan Ivan. Kemenangan 5-0 Barca atas real Madrid ini merupakan kemenangan ke empat dengan skor lima gol tanpa balas setelah tiga sebelumnya terjadi pada tahun 1935, 1945 dan 1974 lalu.

 El Clasico 2 Mei 2009 (Madrid 2-6 Barca)

Empat poin adalah selisih poin antara sang tuan rumah, Madrid dengan sang2-6 win
pemuncak klasemen, Barcelona. Jika Madrid mampu memenangkan pertandingan, mereka setidaknya akan membuat perbedan menadi satu poin saja. Namun, sayangnya itu tak akan pernah terjadi karena di sisi lain, Josep Guardiola selaku pelatih Barca telah menyiapkan strategi jitu untuk meluluhlantakkan Los Blancos.

Guardiola dikabarkan menghubungi Messi sehari jelang pertandingan untuk berbicara dengannya empat mata. Guardiola ingin Messi bermain lebih dalam (sekaan menjadi pemain tengah) bersama Xavi dan Iniesta. Titah Guardiola inilah yang akan menjadi cikal-bakal Messi kiprahnya berkibar sebagai false 9 handal di jagad sepakbola dunia.

Rencana yang direncanakan Guardiola berhasil. Barca mampu menghancurkan Madrid dengan gol-gol dari Thierry Henry yang menymbangkan dua gol, Lionel Mesi dua gol serta masing-masing Pique dan Puyol satu gol.

El Clasico 29 November 2010 (Barca 5-0 Madrid) 

Jose Mourinho menjalani partai pertamanya di El Clasico dengan menjabat sebagai pelatih Real Madrid. Padahal, sebelum ia berkarir menjadi pelatih, ia sendiri adalah asisten dari Sir Bobby Robson dan Louis Van Gaal saat melatih Barcelona di dekade 90-an lalu. Kembalinya Mou ke Camp Nou tentu menyajikan perbedaan tersendiri bagi pertandingan sekelas El Clasico.

Namun debut Mourinho di El Clasico ini bukanlah ingatan yang baik bagi dirinya dan para pendukung Real Madrid. Tim yang ia besut harus pulang dengan rasa malu karena dilibas Barca dengan skor 5-0. Gol-gol diciptakan oleh  Xavi Hernadez , Pedro Rodriguez, dua gol dari David Villa serta gol penutup dari Jeffren Suarez. Pertandingan tersebut juga akan dikenang sebagai mulainya persaingan Mou – Pep di kancah La Liga dari kurun 2010 hingga 2012.

El Clasico sebelum Tahun 90-an

Sebetulnya, selain empat laga di atas, kekalahan Real Madrid dari Barcelona dengan skor lebih dari emapt gol sudah terjadi sejak tahun 1935 lalu. Tercatat sebanyak enam pertandingan yang berakhir dengan skor cukup besar baik yang dimainkan di Camp Nou ataupun yang dihelat di Santiago Bernabeu. Berikut daftar dari laga klasik tersebut dari kurun 1935 hingga 1974;


  • El Clasico 21 April 1935 (FC Barcelona 5-0 Real Madrid)

  • El Clasico 25 Maret 1945 (FC Barcelona 5-0 Real Madrid)

  • El Clasico 25 Januari 1948 (FC Barcelona 4-2 Real Madrid)

  • El Clasico 2 Maret 1952 (FC Barcelona 4-2 Real Madrid)

  • El Clasico 21 Februari 1954 (FC Barcelona 5-1 Real Madrid)

  • El Clasico 17 Februari 1974 (Real Madrid 0-5 FC Barcelona)


Sumber Gambar: barcastuff/jaumetorres

Komentar