Analisis dan Daftar Belanja FPL 2019/20: Pemain Depan

Fantasy Premier League

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Analisis dan Daftar Belanja FPL 2019/20: Pemain Depan

Permainan sepakbola memiliki tujuan utama untuk mencetak gol. Pemain yang memiliki tugas utama untuk mencetak gol—secara umum—adalah penyerang. Dua kalimat tadi seharusnya sudah membuat kita menyadari arti penting penyerang di Fantasy Premier League (FPL).

Namun sejujurnya, pemilihan penyerang tidak lantas lebih penting daripada pemilihan gelandang atau bek di FPL. Pada kasus musim lalu misalnya, dari 10 pemain yang masuk pencetak poin FPL tertinggi, tiga di antaranya berposisi sebagai bek. Kemudian jika melihat pemain yang berhasil mencatatkan 150 poin FPL, hanya delapan yang berposisi sebagai penyerang, sementara 13 berposisi gelandang.

Hal ini juga didukung dengan skor penyerang yang umumnya lebih kecil daripada skor gelandang atau bek ketika mereka mencatatkan gol atau asis. Sebagai contoh, mengesampingkan poin bonus, penyerang yang mencetak trigol (12 poin) poinnya sama dengan gelandang yang mencetak satu gol dan dua asis (12 poin).

Oleh karena itu, mungkin lebih baik jika kalian hanya memiliki satu penyerang premium daripada dua. Lalu apakah lantas sisa bujetnya sebaiknya dipakai membeli gelandang premium (seperti Mohamed Salah atau Raheem Sterling)? Kami akan coba membantu. Untuk itu, mari kita mulai dari yang termurah terlebih dahulu.

Penyerang harga ekonomis (£4.5 sampai £6.0)

Kehadiran penyerang ekonomis sangat penting di tim FPL kalian, setidaknya satu, demi menyisakan bujet lainnya untuk dipakai membeli penyerang atau pemain premium di posisi lainnya. Pada kategori ini, kita bisa saja mengesampingkan faktor jadwal. Mari kita lihat siapa penyerang berharga £4.5 yang paling menjanjikan.

Hanya ada enam penyerang dengan banderol £4.5. Sesuai kepemilikan sekarang, mereka adalah Mason Greenwood, Edward Nketiah, Connor Wickham, Sam Surridge, Xande Silva, dan Rhian Brewster. Apakah ada nama yang menjanjikan dari sana? Ternyata ada, meski semuanya bersifat spekulatif; artinya, penyerang murah ini cocok menjadi penyerang ketiga kalian ("cadangan mati").

Mason Greenwood (Man United, £4.5) selalu bermain selama pra-musim bersama Manchester United dengan 201 menit (penyerang yang main tersering kedua di pra-musim United setelah Marcus Rashford). Dia juga menjadi starter pada pekan terakhir musim lalu. Dia berhasil mencetak dua gol, yang merupakan catatan terbaik bersama Anthony Martial (berposisi sebagai gelandang di FPL).

Ole Gunnar Solskjær sudah berkata bahwa dia akan sering memberikan kesempatan kepada Greenwood. Ini adalah modal berharga bagi penyerang termurah di FPL. "Mason tentu saja punya peluang main saat melawan Chelsea (gameweek 1). Dengan pergerakan dan kecerdasannya, dia akan menjadi pemain yang sangat bagus. Dia pesepakbola alamiah yang bisa bermain di mana pun di lini depan," kata Ole, dikutip dari BBC.

Sama seperti Greenwood, Edward Nketiah (Arsenal, £4.5) juga selalu bermain selama pra-musim bersama The Gunners (295 menit). Menilik penampilannya, Nketiah bahkan lebih menjanjikan karena berhasil mencetak tiga gol dan dua asis. Ditambah, Nketiah juga sudah mendapatkan 63 menit bermain dan modal satu gol pada Liga Primer Inggris musim lalu.

Connor Wickham (Crystal Palace, £4.5) hanya absen satu pertandingan selama pra-musim dengan menyumbangkan dua gol dan satu asis dalam 274 menit. Cederanya sempat membuat Wickham tak sekalipun menjadi starter pada pada musim lalu. Performa menarik dan harga murahnya membuat Wickham sejauh ini menjadi penyerang Palace yang paling diminati (3.5%) oleh para manajer FPL, di atas Jordan Ayew (2.2%) dan Christian Benteke (1.0%).

Untuk penyerang lain di harga terendah ini, rasanya Rhian Brewster (Liverpool, £4.5) juga patut dipantau. Dia bermain dalam 236 menit bersama Liverpool di pra-musim dan berhasil membuat dua gol. Jürgen Klopp juga berkomentar positif soal peluang Brewster untuk The Reds musim ini, di mana mereka bermain dalam lima kejuaraan: "Aku sudah bilang dia (Brewster) jika dia memiliki peran penting tahun ini. Tapi seberapa pentingnya, itu tergantung dia."

Rasanya empat nama di atas seharusnya membuat kita tenang dalam memilih penyerang murah. Namun jika mau melihat bujet yang lebih tinggi lagi, mungkin hanya Shane Long (Southampton, £5.0) yang cukup oke, ditambah jadwal Southampton di enam pekan awal juga lumayan mendukung. Penyerang bernama panjang ini berhasil mencetak 5 gol (semuanya dari dalam kotak penalti) dari 30 tembakan (25 dari dalam kotak penalti) dalam 26 pertandingannya bersama The Saints musim lalu.

Performanya itu lebih baik jika dibandingkan dengan penyerang Southampton lainnya seperti Charlie Austin, meski tidak lebih baik daripada Danny Ings (£6.0) atau penyerang baru mereka, Che Adams (Southampton, £6.0), yang berhasil mencetak tiga gol selama pra-musim. Bahkan kalau mau dibandingkan dengan gelandang Southampton, masih ada nama-nama yang lebih menjanjikan seperti Nathan Redmond dan James Ward-Prowse.

Beralih ke harga yang lebih mahal lagi, ada sembilan penyerang FPL yang memiliki harga £5.5. Salah satu yang menarik adalah Divock Origi (Liverpool, £5.5) yang bisa saja mendapatkan banyak menit bermain di awal liga karena faktor Sadio Mané yang belum fit pasca Piala Afrika. Setidaknya selama pra-musim, Origi menjadi pemain paling produktif Liverpool dengan mencetak tiga gol.

David McGoldrick (Sheffield United, £5.5m) mungkin menjadi pemain reguler pada 2019/20. Musim lalu dia bermain dalam 45 pertandingan (36 sebagai starter) untuk Sheffield United di Divisi Championship. Dia mencetak 15 gol dan juga menjadi eksekutor utama tendangan penalti The Blades. Dalam enam gameweek awal, jadwal Sheffield memang tidak mudah, tapi setidaknya mereka hanya sekali menghadapi kesebelasan big six (bertandang ke Chelsea di GW4).

Pada harga £6.0, selain Ings dan Adams, masih ada satu nama yang cukup oke, yaitu Glenn Murray (Brighton, £6.0). Dia menjadi penyerang Brighton & Hove Albion yang paling banyak bermain (244 menit) selama pra-musim dan pada akhirnya berhasil mencetak tiga gol. Melalui skema 3-4-3 Graham Potter, Murray masih menjadi pilihan utama dengan diapit oleh Leandro Trossard (gelandang £6.0) dan Jürgen Locadia (£5.5).

Salah satu yang harus dipantau adalah usia Murray yang akan menginjak 36 tahun pada September. Brighton memiliki jadwal menarik sampai GW6. Murray sendiri selalu bermain selama musim lalu dengan mencetak 13 gol (semuanya dari dalam kotak penalti; terbaik kelima di antara penyerang) dan 25 sundulan (terbaik keenam). Jika kalian tak yakin, kalian bisa memilih Locadia (dua gol, dua asis di pra-musim) atau dua pemain berposisi dalam yang juga oke: Trossard (gelandang; satu gol, tiga asis) dan Shane Duffy (bek; tiga gol).

Meski pada harga ekonomis batas atas ini masih ada nama-nama seperti Patrick Cutrone (Wolverhampton Wanderers), Javier Hernández (West Ham United), Andre Gray (Watford), Joelinton (Newcastle United), Dominic Calvert-Lewin (Everton), dan Benteke (Palace), satu nama yang juga cukup menarik—meski agak spekulatif—adalah Wesley Moraes (Aston Villa, £6.0).

Melihat status Wesley sebagai pemain termahal Villa, seharusnya dia menjadi penyerang utama. Dia berhasil mencetak 13 gol dan enam asis pada musim lalu bersama Club Brugge. Namun melihat gaya permainannya yang lebih sering turun ke dalam, sepertinya manajer FPL lebih bijak jika mengharapkan Wesley untuk mencetak asis alih-alih gol. Selama pra-musim, penyerang jangkung asal Brasil ini mencatatkan dua gol dan dua asis.

Halaman berikutnya: penyerang harga menengah.

Komentar