Analisis dan Daftar Belanja FPL 2018/19: Pemain Depan

Fantasy Premier League

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Analisis dan Daftar Belanja FPL 2018/19: Pemain Depan

Penyerang harga premium (£9.0 dan seterusnya)

Gim Fantasy Premier League berarti secara langsung adalah Liga Premium Fantasi, maka dari itu kita seperti diwajibkan memiliki penyerang(-penyerang) premium. Pertamax (pertama kali)—di atas premium jika membeli bahan bakar kendaraan—kita harus menyadari sepenting apa kehadiran penyerang premium.

Dari sembilan nama penyerang premium (£9.0 ke atas), enam di antaranya bermain di Piala Dunia 2018. Artinya mereka tak memiliki waktu yang cukup untuk berlatih di pra-musim bersama kesebelasannya masing-masing.

Tiga pemain yang dirasa paling lelah adalah Harry Kane, Romelu Lukaku, dan Jamie Vardy karena Inggris dan Belgia bermain sampai perebutan tempat ketiga. Soal kualitas dan statistik, tak perlu ada yang diragukan lagi dari ketiganya. Harry Kane (Spurs, £12.5, termahal di antara penyerang) menjadi top skor Piala Dunia setelah mencetak 30 gol (29 di FPL) di Liga Primer. Ia menjadi penyerang dengan kepemilikan tertinggi kedua sejauh ini (33.9%).

Bukan hanya memuncaki soal gol di antara penyerang lainnya (meski kalah dari Mohamed Salah di posisi gelandang), tapi statistik lainnya seperti sentuhan di kotak penalti lawan (229), tembakan (184), tembakan tepat sasaran (75), dan big chances (39), juga menjadikan Kane nomor satu musim lalu. Biasanya kita ragu karena Kane sudah 13 pertandingan tak berhasil mencetak gol selama Bulan Agustus. Apakah kemudian sebaiknya kita menunda untuk membeli Kane? Bisa jadi.

Jika bukan Kane, Romelu Lukaku (Man United, £11.0) bisa menjadi opsi, setidaknya mulai GW2 (karena alasan match fitness). Musim lalu ia mencetak 16 gol (terbaik keempat di antara penyerang), 86 tembakan (terbaik ketiga), dan 42 shot on target (terbaik kedua). Hal yang membuat ragu memainkan Lukaku adalah Alexis Sanchez yang harganya £0.5 lebih murah atau Paul Pogba yang harganya £8.0—keduanya gelandang—yang dinilai bisa lebih efektif untuk dipasang.

Hal tersebut tidak berlaku bagi Jamie Vardy (Leicester, £9.0) yang akan berhadapan dengan Lukaku dkk di GW1. Tidak seperti Kane dan Lukaku, Vardy tak terlalu banyak terlibat di Piala Dunia, meski Claude Puel sempat memberi tahu jika Leicester kemungkinan tak akan diperkuat oleh Vardy dan Harry Maguire sebagai starter di GW1. Musim lalu Vardy tak menjadi starter hanya sekali (melawan Huddersfield di Tahun Baru karena cedera), jadi kalian bisa percaya penuh kepada penyerang yang mencetak 20 gol dan 2 asis musim lalu ini setidaknya mulai GW2.

Penyerang dengan kepemilikan tertinggi sejauh ini bukan ketiga nama di atas, melainkan Roberto Firmino (Liverpool, £9.5) dengan 35.8%. Firmino, bersama Sadio Mane (gelandang, £9.5 juga), dianggap menjadi pilihan yang lebih murah daripada Salah (£13.0) sehingga jika kalian tak membeli Salah, kalian bisa berinvestasi pada pemain menengah atau bahkan premium lainnya.

Musim lalu Liverpool sering mencetak gol for fun (84 gol, terbaik kedua di bawah Man City), yang membuat salah satu di antara Salah, Mane, atau Firmino kebagian jatah. Musim lalu Firmino mencetak 15 gol dan 57 peluang (terbaik di antara penyerang). Kemampuan Firmino tercermin di poin bonusnya. Hanya Kane (31 poin bonus) yang mencetak poin bonus lebih tinggi daripada Firmino (29).

Tiga penyerang premium yang tak terlibat di Piala Dunia adalah Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, dan Alvaro Morata. Aubameyang dan Lacazette sama-sama bermain di Arsenal, yang membuat dilema, meski keduanya sudah mencetak 12 gol selama pra-musim (Lacazette 7 gol).

Sebenarnya dalam sistem 4-3-3 Unai Emery, Alexandre Lacazette (Arsenal, £9.5) bisa bermain sebagai ujung tombak ditemani Aubameyang sebagai penyerang sayap kiri. Itu juga ditunjukkan beberapa kali di pra-musim. Di musim lalu sendiri, Lacazette berhasil mencetak 14 gol dari 36 pertandingan (enam sebagai pemain pengganti).

Namun Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal, £11.0) menjadi penyerang terpopuler kelima (kepemilikan 23.3%) karena dinilai bisa menciptakan peluang untuk rekan-rekannya (tiga asis selama pra-musim). Selain itu, tidak ada penyerang yang mencetak lebih banyak gol (10 gol dari 13 pertandingan) daripada Aubameyang setelah debutnya di GW26 musim lalu. Sayangnya ketertarikan kepada kedua pemain ini memudar karena ada opsi yang jauh lebih murah di gelandang: Henrikh Mkhitaryan (£7.0).

Alvaro Morata (Chelsea, £9.0) tak terlalu menarik para manajer FPL dengan 3.5% kepemilikan. Sebenarnya penyerang asal Spanyol ini masuk ke skema Maurizio Sarri di formasi 4-3-3. Ia selalu bermain sebagai starter di pra-musim. Jadwal menarik Chelsea sampai GW6 juga seharusnya membuat para manajer FPL tertarik membeli Morata atau aset-aset penyerangan Chelsea lainnya (misalnya Pedro dan Callum Hudson-Odoi yang selalu bermain sebagai penyerang sayap di pra-musim). Musim lalu Morata berhasil mencetak 11 gol di 15 gameweek awal, meski setelah itu ia tak setajam sebelumnya.

Di bawah Morata, masih ada Gabriel Jesus (Man City, £10.5) yang berstatus sebagai penyerang premium paling tak diminati (3.4% kepemilikan). Ini wajar mengingat selain harganya mahal, Jesus juga masih belum terlalu fit setelah selalu bermain sebagai starter di Piala Dunia bersama Brasil. Padahal Man City akan memainkan jadwal yang ringan dari GW2 sampai GW7: Huddersfield (kandang), Wolves (tandang), Newcastle (kandang), Fulham (kandang), Cardiff (tandang), dan Brighton (kandang).

Kepemilikan Jesus ditutupi oleh Sergio Aguero (Man City, £11.0) dengan 12.9% (terbanyak ketujuh di antara penyerang). Kedua pemain tak terlibat di pra-musim, jadi kita bisa langsung melihat statistik mereka musim lalu. Aguero mencetak 21 gol, sementara Jesus 13. Aguero jadi starter 22 kali, Jesus 19; meski musim ini ada wacana Pep Guardiola akan memainkan 3-5-2, artinya Aguero akan berduet dengan Jesus.

Meski Man City mencetak 106 gol (terbaik), tidak ada pemain Man City yang rata-rata per pertandingannya menembak (3.8), menembak dari dalam kotak penalti (3.2), dan menembak tepat sasaran (1.7) lebih banyak daripada penyerang Argentina berusia 30 tahun tersebut. Secara total, 94 tembakannya adalah kedua terbanyak (setelah Kane) sementara Jesus hampir setengahnya (56 tembakan).

Walau demikian Jesus mengonversikan peluang lebih baik daripada Aguero. Jesus menciptakan peluang setiap 29.8 menit, yang mana catatan itu hampir sama dengan Raheem Sterling, pemain "rahasia" Liga Primer musim ini. Masalah dilema memilih gelandang atau penyerang Man City juga yang membuat kepemilikan Aguero dan Jesus bisa disaingi oleh para gelandang The Citizens seperti Sterling, Kevin De Bruyne, Leroy Sane, dan Riyad Mahrez; terutama dua nama terakhir yang menggiurkan di GW1 karena faktor match fitness setelah Piala Dunia.

***

Hasil polling pemilihan penyerang oleh para manajer FPL di akun twitter @PanditFPL:

Untuk melengkapi tips awal sebelum mulai menyusun skuat gameweek 1, berikut adalah rekapitulasi artikel analisis dan daftar belanja FPL 2018/19:

Bagaimana? Apakah sesulit itu memilih penyerang? Kami hanya bisa berpesan, “go big or go home” untuk para penyerang premium. Terutama Kane, Aguero, Aubameyang, dan Lukaku, kadang kita tidak bisa membeli mereka lagi jikaketika harga mereka naik. Harga seringkali berbicara. Kalaupun harga tidak berhasil berbicara, kita selalu bisa membeli penyerang yang lebih murah di masa depan.

Selamat berpikir dan selamat memilih. Salam panah hijau di GW1 dan seterusnya!

Harga pemain, angka kepemilikan, dan status pemain akurat per 5 Agustus 2018.

Komentar