Analisis dan Daftar Belanja FPL 2017/18: Penjaga Gawang

Fantasy Premier League

by Yudha Asmara

Yudha Asmara

Hooligans12th x PanditFootball.

Analisis dan Daftar Belanja FPL 2017/18: Penjaga Gawang

Kiper harga premium (£5.5 dan seterusnya)

Hanya ada lima nama kiper dengan harga £5.5 untuk dipasangkan dengan kiper £4.0, dengan statistik Liga Primer yang tidak jauh berbeda dan semuanya berasal dari klub enam besar. Ini artinya, sebelum memutuskan akan memakai salah satu dari kiper-kiper ini, kita harus memastikan hanya akan memasang dua outfield player dari kesebelasan yang sama.

David De Gea (Man United, £5.5) sementara ini menjadi kiper yang paling laris dengan kepemilikan 29%. Musim lalu, De Gea menjadi starter sebanyak 35 kali, mencatat 14 nirbobol (dari total 17 kali nirbobol United), kebobolan 29 gol, dan meraih 136 poin (peringkat keempat di antara semua kiper). Pemilihan De Gea juga didukung oleh jadwal laga yang cukup bersahabat di awal.

Bersama United, Spurs mempunyai catatan nirbobol terbanyak di musim lalu, dimana Hugo Lloris (Spurs, £5.5) berkontribusi pada 15 nirbobol, selisih satu dari Courtois yang musim lalu meraih Golden Glove. Lloris juga hanya kebobolan 24 gol, paling sedikit di antara semua kiper yang bermain lebih dari 20 laga. Sayangnya, pemain-pemain Spurs begitu menggoda untuk dijadikan mesin poin. Setidaknya ada Alli, Kane, Eriksen, dan Son Heung-min yang mengumpulkan poin yang jauh lebih tinggi daripada Lloris.

Masih dari sisi utara Kota London, nama Petr Cech (Arsenal, £5.5) punya peluang besar sebagai kiper utama skuat FPL. Walau hanya mencatat 12 nirbobol (terendah di antara semua kiper premium), namun performanya di akhir musim patut dipertimbangkan. Cech membantu The Gunners menang 8 kali dari 9 laga terakhirnya, empat diantaranya berakhir dengan nirbobol.

Kiper London terakhir adalah pemegang Golden Gloves untuk 16 nirbobol-nya, Thibaut Courtois (Chelsea, £5.5). Tapi merekrut Courtois seperti membuang jatah pemain pemain berpotensi menjadi produsen poin yang bertebaran di segala lini Chelsea.

Kembali ke Manchester, kedatangan Ederson (Man City, £5.5) untuk menggantikan Willy Caballero (yang belakangan bermain reguler di akhir musim 2016/2017) tentu saja mengancam Claudio Bravo. Salah satu keunggulan pemain 23 tahun ini adalah tendangan gawangnya yang berpotensi menjadi asis. Ederson bisa saja “gagal” seperti Bravo, atau malah berpotensi meraup poin melalui asis berkat tendangan atau lemparan jauhnya. Tapi lagi-lagi, deretan nama mentereng di skuat City membuat Ederson sementara ada di tengah daftar kiper kami.

***

Secara umum, pemilihan kiper memang gampang-gampang-susah dan juga penting-gak-penting. Misalnya saja, top skor kiper FPL musim lalu adalah Heaton dengan 149 poin dan juga Lloris dengan143 poin. Angka-angka ini seolah menjadi kerdil ketika kita melihat top skor pada posisi bek seperti Gary Cahill (178 poin) sampai Kyle Walker (142 poin).

Akan tetapi, pertahanan tetap menjadi penting. Setidaknya kasus Heaton dan Lloris membuat kita bisa membuka sudut pandang jika kiper pendulang poin di FPL itu tidak harus yang memiliki pertahanan terbaik dengan jumlah nirbobol yang banyak (seperti lloris), tapi bisa juga terjadi kepada kiper di kesebelasan yang sering diserang sehingga ia mencatatkan penyelamatan-penyelamatan untuk kemudian meraup poin bonus (seperti Heaton).

Hasil polling pemilihan kiper oleh para manajer FPL di akun twitter @PanditFPL:

Apapun strategi kita dan siapapun pilihan kita, selalu: Salam panah hijau!

Komentar