Pengaruh Persentase Kepemilikan Pemain di FPL

Fantasy Premier League

by lvan Hadyan

lvan Hadyan

Menyukai otak-atik susunan formasi sepakbola dan mengkhayalkan pergerakan keseluruhan pemain di dalamnya. Penggiat Fantasy Premier League dan statistik.

Pengaruh Persentase Kepemilikan Pemain di FPL

Dalam permainan FPL, meraih poin tinggi saja bukan jaminan untuk mendobrak tabel ranking. Kita perlu melihat juga “seberapa tinggikah” tingginya poin tersebut dalam sebuah pekan.

Indikator termudah untuk melihat hal ini adalah dengan membuka halaman poin tim FPL kita di sebuah GW (Gameweek atau pekan pertandingan). Lalu, kita bisa mencoba untuk melihat angka yang berada di sebelah “GW Rank”. Angka itulah peringkat tim kita (hanya) dalam pekan tersebut (berbeda dengan peringkat dunia keseluruhan). Semakin tinggi peringkat tim kita pada pekan tersebut (semakin mendekati peringkat pertama), hampir dipastikan peringkat tim kita (dalam tabel peringkat dunia keseluruhan) akan melonjak jauh.

Indikator kedua adalah dengan melihat jumlah poin kita, lalu membandingkannya dengan poin rata-rata yang diraih manajer-manajer FPL lain pada pekan tersebut. Hal ini dapat dilihat pada angka di sebelah tulisan “Average Pts”. Semakin tinggi selisih poin kita dengan poin rata-rata, hampir dipastikan kita akan mendapat panah hijau, dan sebaliknya jika lebih rendah.

Contoh visual dapat kita lihat pada tim di bawah ini. Dengan 105 poin yang didapat manajer ini seusai GW10, peringkat timnya pada GW10 adalah ke-2.629 (ini sangat baik, karena kita harus melihatnya dalam skala jumlah peserta FPL saat ini: 4.074.694), sedangkan selisihnya dengan poin rata-rata GW10 (58 poin) adalah 47 poin. Secara kasar, manajer FPL ini berarti berhasil meraih 47 poin tambahan dibanding manajer-manajer lain.


Contoh dari salah satu tim di GW10. Eh, ini bukan tim penulis.

Sekarang, bagaimanakah kita dapat mengukur potensi tim kita dibanding para manajer FPL lain saat akan menghadapi sebuah GW? Kuncinya berada di mengetahui dan mengamati persen kepemilikan pemain.

Bagaimana Mengetahui Kepemilikan Pemain?

Para manajer FPL yang tertarik untuk mengetahui berapa persen kepemilikan dari setiap pemain yang terdaftar di FPL saat ini, bisa mencoba menuju tab “Statistics” di situs FPL.

Lima Pemain dengan Kepemilikan Tertinggi di FPL saat Tulisan Dibuat

Gambar di atas diambil hari ini. Dengan melihat angka pada kolom “Sel.” (kependekan dari Selected), kita dapat melihat bahwa Sergio Aguero saat ini dimiliki oleh 44.1% manajer, Philippe Coutinho menjadi pemain terpopuler kedua di FPL dengan 42.0%.

Jika kita mencoba menghitung angka dalam persen tersebut dalam bentuk jumlah satuan, kita akan mendapatkan jumlah pemilik Aguero dan Coutinho saat ini masing-masing adalah 1.796.940 dan 1.711.371 manajer. Banyak sekali, bukan?

Dengan mengambil contoh kecil di atas, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa sangat memungkinkan jika poin rata-rata pada suatu GW akan menjadi cukup tinggi ketika Aguero dan/atau Coutinho mendulang poin besar, karena banyak sekali manajer yang memiliki kedua pemain ini. Begitu pula kasusnya dengan nama-nama yang muncul pada gambar di atas, seperti Etienne Capoue, David de Gea, Diego Costa, dan lain-lain.

Pengaplikasiannya untuk Menyusun Tim FPL

Maka dari itu, penjelasan di atas akan memberikan dua pilihan bagi kita: Apakah kita juga harus mengumpulkan (dan memainkan) pemain dengan kepemilikan tinggi atau justru bermain melawan arus dengan mengambil pemain berkepemilikan rendah? Tergantung situasi dan maksudnya.

Bermain Aman, Agar Tidak Kalah dengan Manajer Lain

Jika kita ingin bermain aman – misalnya, untuk menjaga posisi tim FPL kita di tabel peringkat dunia saat ini atau mendekatkan isi tim kita agar tidak terpaut jauh dari poin rata-rata, maka para manajer bisa mencoba untuk mengumpulkan (dan memainkan) pemain yang lebih populer.

Misalkan, Anda memiliki Aguero dan dia berhasil mencetak dua gol. Karena juga banyak manajer yang memiliki Aguero, keunggulan Anda pada pekan tersebut menjadi tidak seberapa. Tetapi, kalau dilihat dari sisi sebaliknya, Anda pun juga berhasil menggagalkan keunggulan manajer FPL lain yang memilikinya, dengan memiliki Aguero.

Situasi kedua untuk pengaplikasian angka kepemilikan adalah saat menyusun starting XI. Para manajer tentu sering menemui situasi ketika harus memilih salah satu dari dua pemain untuk dimainkan dalam sebuah GW. Mengacu kepada angka kepemilikan pemain bisa menjadi penentu yang kadang membantu.

Sebagai contoh sederhana, misalnya kita memiliki dua kiper, Petr Cech dan David de Gea. Cech akan bermain melawan Liverpool, De Gea akan bermain melawan Chelsea. Lalu, Anda bingung harus memasang yang mana karena keduanya sangat mungkin untuk kebobolan dan memiliki peluang sama kuat.

Jika melihat angka kepemilikan pemain, De Gea adalah pilihan yang lebih aman, karena saat ini sedang dimiliki oleh 39.2% manajer, dibanding Cech dengan 17.1% saja.

Bayangkan keduanya dalam situasi terburuk:
1. Anda memasang De Gea. De Gea kebobolan dan Cech mendapat clean sheet.
2. Anda memasang Cech. Cech kebobolan dan De Gea mendapat clean sheet.

Kondisi mana yang lebih baik? Situasi nomor 1 akan menjadi situasi yang masih “lebih menguntungkan” untuk tim Anda dibanding nomor 2, karena lebih banyak manajer yang memiliki De Gea. Pilihan salah pada nomor pertama hanya akan membuat Anda kalah bersaing dengan 17.1% manajer saja.

Mudahnya, kalau Anda sedang berada dalam situasi sangat ragu harus memasang pemain yang mana, pilih saja yang paling populer.

Risk-taker, Tetapi Risikonya juga Banyak

Sedangkan untuk manajer yang ingin mencoba mendobrak peringkat, bisa menjadi risk-taker dengan mempertimbangkan pemain-pemain yang memiliki persen kepemilikan lebih sedikit. Itulah mengapa PanditFootball juga sering menghadirkan fitur artikel pemain spekulatif (yang berorientasi pada kepemilikan pemain rendah – di sekitar angka 5.0%, pada setiap GW).

Kalau pemain yang dipilih tepat, tim Anda bisa menjulang sendirian. Bayangkan saja bagaimana rasanya jika Anda menjadi salah satu manajer yang memiliki Ilkay Gundogan (18 poin) pada GW10.

Lantas, kenapa berisiko? Karena untuk setiap satu slot pemain spekulatif yang Anda pasang, berarti Anda juga mengurangi satu slot untuk pemain populer dalam tim Anda, memperkecil peluang Anda meraih poin dari aneka macam pemain populer tersebut.

Di sinilah diperlukan kecermatan dan kejelian para manajer FPL untuk menangkap pemain yang mungkin akan meraih poin besar ketika pemain tersebut masih belum dimiliki banyak manajer.

Tapi Perlu Diingat Kembali, Kita Bermain dengan 11 Pemain

Menjawab permasalahan di atas, kami menilai strategi yang baik untuk menyusun sebuah tim FPL adalah menyusun tim dengan kombinasi yang proporsional akan keduanya.

Seberapa besar proporsi ideal untuk menyimpan pemain populer dan tidak populer di dalam tim? Tidak ada jawaban yang benar atau salah untuk hal ini. Mendulang poin dalam permainan FPL bisa dilakukan oleh pemain manapun, populer atau tidak.

Pun Anda tidak perlu terlalu khawatir jika Anda memiliki banyak pemain populer. Hal itu tidak akan membuat tim Anda menjadi terlalu mengikuti template. Contoh-contoh yang kami sebutkan di atas lebih berorientasi pada kepemilikan satu/dua pemain.

Lain halnya jika kita berbicara mengenai 11 pemain.

Coba kita lihat Alexis Sanchez (25.3%), Romelu Lukaku (33.3%), Diego Costa (38.7%), dan Aguero (44.1%). Persen kepemilikan pemain empat pemain tersebut terhitung besar. Semuanya berhasil membuat poin besar pada GW10, dengan total 48 poin (tanpa menghitung kapten).

Tetapi, perlu diketahui, menurut FantasyFootballFix, ternyata manajer yang memiliki keempatnya sekaligus saat GW10 hanya 0.8% manajer FPL. Dengan kata lain hanya sekitar 32.597 manajer saja (…salah satunya adalah penulis) yang berhasil meraih 48 poin tersebut.

Kombinasi pemain populer di dalam satu tim pun menghasilkan “persen kepemilikan” tersendiri dan tetap bisa bersaing dengan manajer FPL lain tanpa harus khawatir tim tersebut menjadi terlalu mainstream.

**

Persenan kepemilikan pemain hanyalah salah satu bagian yang perlu dipertimbangkan untuk bersaing dengan manajer FPL lain. Faktor-faktor lain pun masih banyak seperti jadwal pemain, statistik pemain, berita terakhir pemain, skema yang diterapkan para pelatih kesebelasan, dan lain-lain.

Pada akhirnya, memilih pemain FPL tidak jauh-jauh dari: ambillah pemain yang dirasa akan meraih poin banyak. Karena nyawa utama permainan FPL adalah banyaknya poin.

Salam panah hijau untuk para manajer FPL.

Komentar