Panduan Menonton Final Liga Champions 2017

Football Culture

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Panduan Menonton Final Liga Champions 2017

Pertandingan final Liga Champions UEFA adalah Minggu (04/06) 01:45 WIB dinihari nanti, atau Kamis 19:45 malam waktu musim panas Britania (BST). Pertandingan yang akan mempertemukan Juventus dengan Real Madrid ini akan berlangsung di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, Inggris Raya, yang memiliki perbedaan waktu enam jam dibandingkan dengan Waktu Indonesia Barat.

Jika kamu cukup beruntung untuk bisa menonton pertandingan di Cardiff atau sekitarnya, baik langsung di stadion maupun di tempat-tempat nonton bareng, maka satu hal yang jangan kamu lupa adalah waktu berbuka puasa jika kamu adalah Muslim.

Kota Cardiff saat ini memiliki waktu berbuka pada 21:23 BST, atau hampir dua jam setelah sepak mula. Meskipun begitu, pastikan untuk menyiapkan makanan dan minuman. Bahkan sejujurnya jika tidak berpuasa juga sebaiknya tetap menyiapkan makanan dan minuman.

Kenapa ini penting? Karena waktu berbuka di Cardiff sangat sempit. Kamu harus mulai puasa lagi sejak imsyak yaitu pada pukul 02:39 di hari berikutnya. Sisa 19 jam setelahnya kamu akan berpuasa lagi. Sungguh melelahkan berpuasa Ramadan di Inggris tahun ini.

Baiklah, berikutnya ini yang paling penting, yaitu untuk penonton layar kaca seperti kita di Indonesia, baik itu di WIB, WITA, maupun WIT.

***

Untuk sebagian besar pecinta sepakbola, tidak peduli kesebelasan apapun yang kamu dukung, Liga Champions adalah kompetisi paling prestisius, bahkan mungkin lebih prestisius jika dibandingkan dengan Piala Dunia (kecuali jika suatu hari Indonesia masuk ke Piala Dunia. Aamiiiin!).

Apalagi dinihari ini adalah pertandingan final yang mempertemukan Real Madrid sebagai kesebelasan dengan penyerangan terbaik melawan Juventus sebagai kesebelasan dengan pertahanan terbaik.

Dikombinasikan dengan kehadiran Bulan Ramadhan, (tanpa bermaksud menyepelekan ibadah) seolah kita memang ditakdirkan untuk menyambut final Liga Champions sebagai kesempatan untuk berkumpul bersama teman, siapapun mereka, apapun kesebelasan yang mereka dukung, bahkan sekalipun mereka yang tidak berpuasa, sambil makan camilan dan bahkan makan berat saat sahur bagi muslim yang berpuasa.

Sejujurnya final ini bisa dinikmati oleh siapa saja, bahkan bagi kamu yang pendukung Barcelona atau pendukung Internazionale Milan sekalipun. Karena syarat utama kamu bisa menikmati pertandingan final Liga Champions adalah kamu harus menyukai sepakbola. Ini adalah syarat sah.

Kita semua, baik itu pendukung Barcelona atau Inter, menyukai sepakbola. Bahkan kamu yang membaca tulisan ini saja seharusnya menyukai sepakbola. Berikut kami sertakan panduan menonton final Liga Champions 2017.

Pastikan ada sumber siaran langsung

Apalah arti menonton pertandingan final jika tidak ada pertandingan yang ditonton. Oleh karena itu, pastikan kamu memiliki akses ke siaran langsung (pastikan jangan siaran tunda) tersebut. Di Indonesia, kamu bisa menyaksikannya di saluran SCTV dengan gratis atau beIN Sports 1 serta beIN Sports 3 untuk televisi berbayar.

Jika keduanya tidak memungkinkan karena alasan apapun, kamu bisa mencari tautan streaming (tapi biasanya ilegal) dengan berselancar di internet. Jika itu tidak memungkinkan juga, kamu bisa memantau pertandingan dari linimasa Twitter, Facebook, atau bahkan situs seperti Live Score.

Namun, jika semua opsi di atas tidak tersedia juga, maka kamu sedang apes saja. Bersabarlah, sesungguhnya sabar itu adalah ibadah, apalagi ini Bulan Ramadhan.

Siapkan televisi atau proyektor

Menonton pertandingan di televisi dengan proyektor besar memiliki perbedaan yang signifikan. Akan tetapi, kamu harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Berapa banyak teman yang menonton bersama, seberapa besar ruangan yang dipakai menonton, dan lain sebagainya. Jangan sampai televisi atau layar terlalu kecil. Sebaliknya, jika terlalu besar sebenarnya tidak apa-apa, terutama jika kamu memiliki home theatre sendiri.

Siapkan skuat penonton terbaik

Jika Massimiliano Allegri dan Zinedine Zidane harus menyiapkan susunan skuat mereka untuk final, begitu juga kamu. Menonton sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang tabu. Jika kamu suka nonton sendiri, kamu bisa melakukannya. Tapi kami sarankan kamu untuk menonton bersama teman-teman atau keluarga.

Maka dari itu, kamu harus menyiapkan susunan skuat penonton terbaik dengan formasi ideal seperti ini: pendukung Juventus, pendukung Real Madrid, pembenci Juventus (bisa dibaca: pendukung Inter), pembenci Real Madrid (bisa dibaca: pendukung Barcelona), si raja statistik, si-yang-suka-membanggakan-sejarah, si awam sepakbola, dan si pelawak.

Ini menjadi penting untuk memperkaya wawasan dan pandangan sepakbola ketika menonton final tersebut. Oh iya, pastikan tidak ada teman yang bertipikal rakus, yang hanya datang untuk menghabiskan makanan dan minuman, bahkan sekalipun ia yang membawa semua makanan dan minuman itu.

Karaoke bersama saat lagu tema Liga Champions

Bagi mayoritas penonton sepakbola, salah satu ciri kemegahan dan keagungan Liga Champions terletak pada lagu tema (anthem) Liga Champions. Ya, kami tahu ini bukan ‘Indonesia Raya’ atau ‘God Save the Queen’, tapi justru di situ letak menariknya.

Kita harus menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ dengan khidmat, tapi tidak dengan lagu tema Liga Champions. Anggap saja sebagai karaoke sebelum pertandingan dimulai.

Berikut lirik lagu Liga Champions:

Siapkan makanan dan minuman

Pertandingan final nanti akan berlangsung dari pra-pertandingan, sekitar pukul 00:00 WIB (mungkin yang ini hanya di beIN Sports), kemudian sepak mula 01:45 WIB, sampai pasca-pertandingan, termasuk presentasi trofi dan analisis pertandingan. Jadi, kira-kira rangkaian final Liga Champions akan berakhir pada 04:30 WIB.

Waktu yang panjang ini akan beririsan dengan waktu sahur, waktu imsyak, dan adzan subuh terutama untuk Indonesia bagian barat. Jadi, sebaiknya kamu siapkan makanan dan minuman yang cukup banyak karena tidak ada sahur (atau ikut-ikutan sahur bagi yang tidak berpuasa) yang lebih menyenangkan untuk pecinta sepakbola daripada sahur yang ditemani oleh pertandingan final Liga Champions.

Menu yang cocok untuk menemani pertandingan ini mulai dari yang ringan seperti camilan (snack), air putih, kopi, pizza, dan buah-buahan. Sebaiknya jangan minum teh, teh tidak dianjurkan dikonsumsi saat sahur karena bisa menghasilkan dehidrasi secara cepat, artinya saat puasa di pagi hari jadi cepat kehausan.

Kemudian pukul 04:30 WIB dan seterusnya sendiri akan dilanjutkan ke siaran langsung Major League Soccer Amerika Serikat untuk saluran beIN Sports 3, atau kemungkinan siaran ceramah agama dan berita untuk SCTV.

Baca tinjauan Pandit Football mengenai final Liga Champions 2017

Membaca bisa membuka wawasan. Maka dari itu, sebenarnya sebelum, saat, dan setelah pertandingan, ada baiknya selalu memantau situs dan media sosial Pandit Football untuk mengetahui informasi dan pengetahuan mengenai final nanti.

Kumpulan artikel final Liga Champions 2017 bisa disimak di tautan ini, mulai dari sejarah logo Liga Champions, taktik Juventus, taktik Real Madrid, pratinjau pertandingan, cerita tentang Stadion Millennium, cerita tentang trofi Liga Champions, komentar para pemain dan manajer, sampai nantinya analisis pertandingan.

Lagipula kamu bisa terlihat lebih pintar saat “berdiskusi” bersama teman-temanmu di nonton bareng nanti jika kamu sudah membaca Pandit Football.

Setelah final selesai, kemudian apa?

Tidak ada hal yang lebih bermanfaat daripada beribadah di Bulan Ramadhan. Tapi kalau kamu memang terpancing untuk meledek kesebelasan yang kalah atau berdebat di media sosial, lakukan saja, karena itu adalah bagian dari menjadi penonton sepakbola. Tapi ingat, jangan berlebihan.

Begitu juga sebaliknya, bagi pendukung kesebelasan yang kalah, jangan berkecil hati. Bersabarlah. Karena sabar adalah bentuk ibadah lainnya. Satu hal yang jelas, pertandingan final Liga Champions ini akan menutup musim 2016/2017 untuk sepakbola Eropa.

Acara sepakbola besar berikutnya adalah pertandingan-pertandingan persahabatan di jeda internasional, Piala Konfederasi FIFA, Piala Emas CONCACAF, dan juga tidak lupa Liga 1 Indonesia, Toulon Tournament, MLS, Divisi Utama Argentina, Liga Champions CAF (Afrika), dan Piala Konfederasi CAF (Liga Europa-nya Afrika). Kalender sepakbola Eropa baru akan dimulai kembali pada Agustus tahun ini.

Gue sudah baca semua, gue mau gak nonton aja, deh

Ini juga sah-sah saja untuk dilakukan, terutama bagi para pendukung Inter atau Barcelona. Lagipula banyak hal yang lebih bermanfaat daripada menonton final Liga Champions di Bulan Ramadhan ini. Yang penting para penonton sepakbola dan yang tidak menonton sepakbola bisa saling menghargai, menghormati, dan tidak saling mengganggu.

Naskah: Dex Glenniza

Infografis: Mayda Ersa Pratama


Komentar