Tiga Potensi Masalah Baru, Buntut Penghentian Liga 1 yang Tak Tentu

Editorial

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Tiga Potensi Masalah Baru, Buntut Penghentian Liga 1 yang Tak Tentu

Saat ini Liga 1 2018 sedang ditunda sebagai buntut tewasnya seorang suporter, Haringga Sirla, pada laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (24/09) lalu. Belum diketahui kapan liga akan kembali berjalan karena PSSI menghentikan liga "sampai waktu yang tidak ditentukan". Namun PSSI patutnya segera mengambil tindakan karena semakin lama liga dihentikan berpotensi pada, setidaknya, munculnya tiga masalah baru di akhir kompetisi.

Masalah pertama adalah soal kontrak pemain. Tak sedikit pemain-pemain kesebelasan Liga 1 2018 dikontrak hanya sampai akhir Desember 2018. Liga 1 2018 sendiri awalnya dijadwalkan baru akan selesai per 9 Desember 2018. Jika penghentian ini hanya berdampak molornya jadwal satu-dua minggu, mungkin tidak akan terlalu berpengaruh pada kontrak pemain.

Akan tetapi manajer Arema FC, Ruddy Widodo, menyoroti hal ini. Sejumlah pemain (utamanya pemain asing) bahkan pelatih Arema dikontrak hanya sampai akhir bulan Desember. Jika penghentian liga berdampak liga berjalan sampai Januari, maka pemain, pelatih, dan pihak kesebelasan harus kembali membicarakan kontrak. Jika pemain mau-mau saja menuruti kehendak kesebelasan, tentu tidak masalah. Tapi jika pihak pemain atau pelatih mempersulit pembicaraan kontrak, bisa muncul masalah baru.

Baca juga: Tentang Haringga dan Keganasan Suporter Indonesia

"Selama kompetisi bisa berakhir masih pada Desember, Insha Allah, aman," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, seperti yang dikutip Merdeka. "Namun, jika kompetisi baru akan berakhir Januari, maka akan timbul masalah bagi kami. Kita akan lihat nanti seperti apa."

Yang dialami Arema bukan tak mungkin akan dialami juga kesebelasan lain. Gelandang sekaligus kapten Bali United, Fadil Sausu, pernah mengatakan bahwa kontraknya di Bali United akan berakhir Desember 2018. Beberapa pemain PSM Makassar pun kontraknya tidak sampai tahun 2019.

Masalah kedua adalah bentrok dengan Piala AFF 2018 sampai gelaran dua tahunan itu berakhir. Sejak awal, Liga 1 2018 memang tidak akan menghentikan sementara liga ketika Piala AFF 2018 bergulir. Bahkan ketika nanti sejumlah pemain dipanggil Tim Nasional untuk pemusatan latihan pun liga akan tetap berjalan, sebagaimana yang terjadi pada gelaran Piala AFF sebelumnya.

Piala AFF 2018 akan bergulir pada 8 November sampai 15 Desember. Jika sesuai jadwal, Liga 1 2018 baru akan selesai pada 9 Desember 2018. Jika Liga 1 2018 ditunda untuk waktu yang lebih lama, maka Liga 1 2018 berpotensi belum berakhir ketika Piala AFF 2018 menjalankan laga final.

Bahkan dengan adanya laga final Piala AFF 2018 pada 11 dan 15 Desember, artinya Liga 1 2018 kemungkinan tidak memainkan pertandingan pada hari tersebut jika Indonesia berhasil melenggang ke babak final. Liga 1 2018 pun tampaknya akan semakin tertunda sampai akhir Desember. Walaupun sebenarnya bukan tak mungkin juga pihak liga tetap menjalankan liga berbarengan dengan final Piala AFF 2018 meski Indonesia yang berlaga.

Masalah ketiga merupakan masalah yang paling penting. Ini berkaitan dengan wakil Indonesia pada ajang AFC Champions League musim depan. Semakin mundurnya akhir musim, semakin lama juga Indonesia bisa memenuhi tenggat waktu dari AFC untuk mengirimkan wakilnya di Champions League maupun AFC Cup.

Tahun lalu, Indonesia pun mengirimkan wakilnya jelang tenggat waktu yang ditetapkan AFC. AFC ketika itu memberikan waktu sampai 17 November untuk Indonesia menentukan tim yang akan turut serta. Pada 30 Oktober 2017, PSSI pun menyeleksi enam kesebelasan peringkat teratas untuk diuji kesiapannya. Liga 1 2017 akhirnya selesai pada 12 November 2017. Bali United dan Persija Jakarta diputuskan mewakili Indonesia setelah Bhayangkara FC, sang juara liga, gagal memenuhi persyaratan AFC.

Mengacu pada tahun lalu, jadwal awal Liga 1 2018 sebenarnya sudah melewati tenggat waktu pendaftaran untuk AFC Champions League dan AFC Cup 2019. Jika liga pada akhirnya mengalami pengunduran akhir musim karena penghentian sementara ini, PSSI punya tugas berat untuk melobi AFC agar tetap bisa mendaftarkan wakil dari Indonesia untuk kompetisi musim depan.

Baca juga: Pengamanan "Bubble Match" Jadi Solusi Terbaik Redam Gesekan Suporter?

Persoalan siapa yang akan mewakili Indonesia pada ajang AFC Club musim depan, meski liga belum selesai, PSSI bisa mengirimkan calon wakil sebanyak-sebanyaknya selama kesebelasan tersebut setidaknya berpotensi menempati posisi empat pada akhir klasemen. Seperti pada Liga 1 2017, PSSI mendaftarkan 6 kesebelasan yang kemungkinan menempati posisi empat besar di akhir kompetisi. Nantinya peringkat teratas, dengan memenuhi syarat AFC Club Licensing Criteria, yang berhak mendapatkan jatah. Indonesia sendiri, dengan acuan peringkat FIFA yang berlaku hingga Desember 2017, hanya mendapatkan satu slot di Liga Champions, dan dua di AFC Cup—dengan catatan satu kesebelasan berhasil lolos ke fase grup AFC Champions League. Saat ini, hanya jalur liga-lah yang mendapatkan jatah ke AFC Champions League dan AFC Cup.

Bukan hanya Indonesia, J1 League yang merupakan divisi teratas Liga Jepang pun sebenarnya baru mengakhiri liganya pada 1 Desember 2018. Indonesia, dengan jadwal semula mengakhiri liga pada 9 Desember 2018, menjadi negara terakhir yang menyelesaikan liga teratasnya. Saat ini, tinggal lima negara yang belum mendaftarkan wakil, yakni Indonesia, Jepang, Tajikistan (kompetisi berakhir Oktober), Singapura (kompetisi berakhir pertengahan Oktober), dan Tiongkok (kompetisi berakhir awal November).

Maka dari itu, PSSI harus segera mengambil keputusan terkait insiden di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan liga segera kembali bergulir. Semakin lama liga terhenti, bukan tak mungkin akhir musim liga pun akan semakin molor, yang tentunya slot kesebelasan Indonesia di ajang AFC terancam. Wakil Indonesia sendiri nantinya harus lebih dulu berlaga di babak 1 eliminasi pada 5 Februari 2019 mendatang.

***

Saat ini, di laman resmi Liga 1 2018, jadwal yang tertunda adalah jadwal pekan ke-24 hingga pekan ke-27. Artinya ada empat pekan yang terancam ditunda. Kemungkinannya pindah ke akhir musim atau menyempilkan jadwal di tengah pekan ke-28 sampai ke-38 (ralat: 34).

Sialnya PT Liga Indonesia Baru sebagai pengelola liga tidak akan mudah dalam menentukan jadwal pertandingan. Selain waktu yang mepet akhir tahun, adanya persiapan Piala AFF 2018 plus Piala Indonesia 2018 yang juga jadwalnya masih belum pasti, bisa membuat penjadwalan semakin berantakan. Jangan lupakan juga hajatan Piala Presiden, turnamen pramusim yang diselenggarakan secara rutin dan berlebihan itu, digulirkan per bulan Januari. Rentetan kegiatan itu semakin menunjukkan urgensi PSSI untuk segera menggulirkan liga kembali.

Komentar