Apa Kabar David De Gea?

Editorial

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Apa Kabar David De Gea?

Kesalahpahaman dalam berkomunikasi memiliki daya rusak yang beragam mulai dari hal kecil semacam putus hubungan dengan pasangan, perang saudara, hingga kegagalan di bursa transfer.

Terlampau membosankan barangkali saat kita membicarakan kegagalan transfer David De Gea dari Manchester United ke Real Madrid. Semua media membahas itu semua dengan penafsirannya masing-masing.

Lalu, saling klaim yang dilontarkan kedua belah pihak yang membuat masalah tak kunjung usai. Madrid kukuh dengan argumennya, Manchester hadir dengan bantahannya. Pendukung kedua kesebelasan bertukar tuduhan soal menyebut siapa yang salah. Padahal, akar permasalahannya bukan tentang siapa yang benar atau salah tapi mengapa keduanya tak bicara, duduk satu meja, bertatap muka.

Teknologi membuat manusia dimanjakan dengan berbagai fitur yang bisa digunakan. Perwakilan dari Manchester tak perlu repot-repot mengirim pos, atau bahkan faksimile yang bisa tertunda (delay) hingga 1-2 menit. Tukar menukar dokumen lewat surat elektronik (email/surel) membuat ongkos dan waktu komunikasi bisa ditekan.

Saat ini informasi yang ada di media baru sebatas “katanya”; kata Madrid atau kata Manchester. Proses silang informasi untuk menetapkan fakta yang ada sulit dilakukan karena perbedaan versi cerita dari kedua belah pihak. Sementara itu cerita yang beredar memiliki premis seperti ini: (1) Madrid kecewa karena MU seolah memperlambat transfer De Gea. (2) MU merasa msudah elakukan hal yang terbaik bahkan telah mendaftarkan De Gea ke Transfer Matching System (TMS) yang dimiliki FIFA, satu hal yang menurut MU tidak dilakukan Madrid.

Baca juga: Konspirasi Transfer David De Gea

Kesepakatan yang Mendadak

Gara-gara RAmos? Foto: 101 greatgoals.com

Apabila ditelusuri sebenarnya transfer De Gea ini tidak perlu berlarut-larut andai kedua kesebelasan menjalin komunikasi yang lebih intens. Kalau pun Madrid benar-benar menginginkan De Gea, semestinya segala hal kepindahan kiper timnas Spanyol tersebut sudah selesai sebelum musim dimulai.

Penggemar Madrid barangkali terkejut setelah MU merilis pernyataan resmi kalau Madrid belum sekalipun mengajukan tawaran resmi terhadap De Gea. Satu-satunya tawaran dilakukan cuma di hari nahas itu. Padahal, rumor kepindahan De Gea ini sudah terdengar bahkan sejak tahun lalu!

Mengapa Madrid baru menawar De Gea secara resmi tepat di hari penutupan bursa transfer? Apakah Madrid masih gengsi karena “terpaksa” memperpanjang kontrak Sergio Ramos yang juga kabarnya diminati United?

Dalam pernyataannya, Real Madrid mengaku kalau MU tidak mau membuka komunikasi soal perpindahan De Gea. Madrid menyebutnya sebagai “federative rights”. Padahal, MU menyatakan hal sebaliknya di mana mereka tidak pernah mendapat tawaran soal De Gea kecuali pada Senin (31/8) lalu.

Dengan gagal ditangkapnya maksud dari kedua kesebelasan ini menunjukkan kalau sebenarnya memang ada yang salah dari hubungan kedua klub. Lagi pula tidak dijelaskan yang dimaksud Madrid “membuka komunikasi” itu berarti tawaran mereka ditolak, atau memang Madrid tidak mau mencoba menawar secara resmi De Gea karena takut ditolak? MU pun tidak secara terbuka apakah mereka memang berniat atau tidak menjual De Gea ke Madrid lewat pernyataan “Kami bersyukur pemain favorit suporter masih bertahan di Old Trafford.”

Ini terbilang aneh karena sejak bergulirnya musim ini, Manajer Manchester United, Louis van Gaal, sengaja melemparkan De Gea dari tim utama. Dikutip dari Dailymail, ini dilakukan Van Gaal karena De Gea bicara pada pelatih kiper MU, Frans Hoek, kalau ia tak ingin main untuk MU ditengah beredarnya spekulasi. Selain itu, MU pun sudah merekrut Sergio Romero yang tak kebobolan dalam tiga pertandingan pertama.

“Kode-kode” semacam ini semestinya dipahami oleh Madrid sebagai tanda bagi mereka untuk segera merekrut De Gea. Lagi pula Madrid dalam pernyataan resminya tak menjelaskan apakah mereka sudah mencapai kesepakatan dalam hak ekonomi De Gea atau belum. Kalau sudah, artinya sudah ada kontak antara Madrid dengan De Gea dan pihak lain yang terlibat seperti agen maupun investor.

Awal Mula Konflik

Dari silang informasi antara klaim Madrid, MU, serta sumber Dailymail, diketahui kalau sumber konflik utama berada pada pukul 13.39 waktu Spanyol hingga pukul 20.43 waktu Spanyol. Terjadi “keheningan” karena tidak ada transfer dokumen dari Manchester United ke Real Madrid.

Real Madrid menyalahkan waktu tujuh jam tersebut karena MU dianggap lambat memberikan tanggapan terkait dokumen transfer. Namun, yang luput dari perhatian adalah ada pihak lain yang terlibat dalam transfer De Gea: Keylor Navas.

Dalam komunikasi semakin banyak partisipan dalam komunikasi dua arah, maka semakin banyak pula hambatan yang berakibat pada kegagalan pemahaman pesan yang dikirimkan.

Ini terbukti menurut sumber dari Dailymail menyatakan kalau MU tak bisa menghubungi agen Navas selama tiga jam. The Red Devils pun menyiapkan jet pribadi agar Navas dan agennya bisa terbang ke Manchester untuk membicarakan kontrak. Namun kata sang sumber, penawaran tersebut ditolak Madrid.

Dalam proses negosiasi pun MU membutuhkan waktu lebih lama karena ada hal-hal yang mengganjal bagi agen Navas dalam kontrak yang disodorkan MU. Ini yang membuat “tujuh jam keheningan” tersebut menjadi vital sebagai awal mula konflik.

Klimaks

Pihak Manchester menyatakan kalau dokumen David pada pukul 10.32 waktu Inggris (BST) tidak melampirkan lembar tanda tangan yang membuat dokumen tersebut dikembalikan lagi ke Madrid.  Saat pengembalian dokumen tersebut, sumber dalam Manchester mengaku kalau ada perubahan besar dalam dokumen transfer 20 menit jelang penutupan yang membuat kepindahan De Gea terancam gagal.

Real Madrid mengklaim kalau mereka “pasrah” dengan sejumlah perubahan yang dibuat MU dalam dokumen transfer. El Real merasa mepetnya waktu membuat mereka kehabisan waktu untuk bernegosiasi sehingga perubahan—yang menurut mereka—minor  tersebut segera di-iya-kan.

Lalu, drama itu muncul. Manchester mengaku baru mendapat dokumen pembatalan kontrak De Gea di MU pada pukul 10.55 BST yang membuat mereka baru bisa mengirim balik pada 10.58 BST. Dokumen yang dibutuhkan Madrid ternyata mengalami hambatan yang membuat mereka baru menerimanya pada pukul 00.02 waktu Spanyol. Drama pun secara resmi berakhir.

Dampak-dampak dalam Diam

Kembali ke Madrid?
Kembali ke Madrid?

Kegagalan komunikasi ini tentu berdampak besar bagi kedua kesebelasan. Hal yang paling berdampak tentu masalah psikologis pemain dan klub itu sendiri.

Kepada media David De Gea mengaku kalau ia siap kembali ke tempat latihan dan kembali menjalin hubungan baik dengan Van Gaal maupun Frans Hoek. Sebelumnya, pada 6 Agustus seperti dikutip The Guardian, De Gea sempat mengkritik metode kepelatihan Hoek.

Renggangnya hubungan tersebut memang bisa diperbaiki andai De Gea maupun Hoek saling bertemu dan bicara secara terbuka. Namun, jika itu tak terjadi, bukan tak mungkin Hoek meminta Van Gaal untuk tidak menjadikan De Gea sebagai kiper utama.

Selain berdampak pada penampilannya di Manchester United, dengan tidak dimainkannya De Gea berarti memupus kesempatannya untuk bertanding di timnas Spanyol untuk Piala Eropa 2016 mendatang. Hal ini bukan saja merugikan baginya untuk meraih pengalaman tapi juga mengancam karirnya.

Banyak orang mungkin bilang kalau Real Madrid diuntungkan karena musim depan De Gea berstatus bebas transfer, sehingga El Real tak perlu merogoh saku. Apa benar demikian? Bagaimana misalnya jika akhir musim nanti Navas bermain fantastis dan De Gea tidak lagi dibutuhkan? Bagaiamana jika De Gea mengalami penurunan performa secara drastis pada akhir musim?

Hal-hal seperti ini yang barangkali luput dari perhatian karena kita sekadar salah menyalahkan. Padahal, dampak buruk dari kegagalan komunikasi bukan cuma batalnya transfer tapi juga menyangkut karir pemain itu sendiri. Karena kita terlampau senang dengan drama, tapi menginginkan sebuah akhir yang bahagia.

Ketegangan memang masih berlanjut. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, akhirnya buka suara dan menyalahkan pergerakan MU yang lamban. Namun, ia tetap mengkhawatirkan kondisi psikologis De Gea. "Jika akhirnya transfer ini terjadi, semuanya pasti senang," ucap Perez.

PS: Sayangnya tidak semua drama berakhir bahagia. Kalau mau akhir bahagia, nonton saja drama Korea; jangan sepakbola.

foto: worldsportsreport.net

Komentar