Memprediksi Klasemen Akhir Serie A Italia

Editorial

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Memprediksi Klasemen Akhir Serie A Italia

15. Atalanta

Setelah musim lalu berhasil finish di peringkat 11, Atalanta sepertinya tak memiliki cukup kekuatan untuk mengulangi prestasi serupa. Kepergian bek tim nasional Kolombia, Mario Yepes, jelas akan menjadi kehilangan besar bagi skuat asuhan Stefano Colantuono.

Bergabungnya Giacomo Bonaventura ke AC Milan pun akan mengurangi kreativitas Atalanta di lini tengah. Kehadiran Marcelo Estigarribia, Richmond Boakye, Alejandro Gomez dan Rolando Bianchi mungkin akan bisa menambal kelemahan-kelemahan Atalanta.

14. Chievo

Skuat Chievo Verona musim ini terlihat lebih baik dari musim lalu. Mempertahankan Alberto Paloschi yang musim lalu mencetak 13 gol untuk tim membuat Chievo tak terlalu khawatir untuk lini penyerangan.

Bahkan The Flying Donkey mendatangkan penyerang Argentina, Maxi Lopez, dari Sampdoria. Duetnya dengan Paloschi bisa menjadi salah satu yang membahayakan di Serie A. Sementara kedatangan kiper tim nasional Italia U21, Francesco Bardi dari Italia, akan menjadi kekuatan tersendiri di bawah mistar.

13.Udinese

Keputusan Antonio Di Natale mengurungkan niatnya untuk pensiun menjadi kabar baik bagi squadra Andrea Stramaccioni. Pelatih yang pernah menukangi Inter Milan ini setidaknya memiliki pemain yang bisa diandalkan di lini depan untuk mencetak gol.

Meski hengkangnya Dusan Basta dan Roberto Pereyra akan mengurangi kekuatan Udinese, La Zebrette telah mendatangkan beberapa pemain muda berkualitas untuk memperbaiki posisinya musim lalu yang finish di peringkat ke-13. Namun kualitasnya masih kalah dengan tim papan tengah lain.

12. Verona

Sempat mengesankan pada awal musim lalu dengan bersaing di lima besar, Verona kehabisan bensin di putaran kedua. Hengkangnya Jorginho ditenggarai menjadi faktor utama Verona terlempar ke posisi 10 pada akhir musim.

Musim ini, Verona kembali harus kehilangan pemain andalannya. Juan Iturbe dan Romulo sebagai penyuplai untuk Luca Toni yang mencetak 20 gol hengkang ke tim yang lebih besar. Maka, penurunan kualitas pun tampaknya akan kembali dialami Verona yang hanya mendatangkan pemain veteran seperti Rafael Marquez dan Javier Saviola.

11. Sampdoria

Meski kehilangan Skhordan Mustafi dan Maxi Lopez, kekuatan Sampdoria tak akan terlalu mengalami penurunan. Empat wajah baru yang didatangkan Blucerchiati untuk lini belakang cukup bisa dipercaya menjadi tembok tangguh. Kualitas Matias Silverstre, Alessio Romagnoli, Lorenzo De Silvestri dan Fabrizio Cacciatore tak perlu diragukan lagi untuk level Serie A.

Dengan lini pertahanan yang cukup menjanjikan, Sampdoria diprediksi mampu finish di peringkat 11. Itu artinya satu strip lebih tinggi dari posisi akhir pada klasemen musim lalu.

10. Genoa

Sejak tahun 2010, Genoa biasanya selalu berganti pelatih pada awal musim. Namun pada musim ini,  sang allenatore Gian Piero Gasperini diputuskan untuk melanjutkan kepemimpinannya pada musim ini meski musim lalu hanya finish di peringkat 14 klasemen akhir.

Agar berprestasi lebih baik, Gasperini mendatangkan beberapa pemain anyar untuk memperkuat skuatnya. Diego Perotti dari Sevilla menjadi pemain yang kemungkinan akan memberikan ‘sesuatu’ bagi Il Grifone. Alessandro Matri dan Mauricio Pinilla yang baru digaetpun bisa menjadi duet mematikan di lini depan.

9. Torino

Torino yang biasanya berkutat di papan bawah berhasil tampil ciamik pada musim lalu. Dengan kemampuan yang dimiliki Alessio Cerci dan Ciro Immobile, Torino berhasil merangsek ke posisi 8, satu strip di atas Lazio.

Tapi kini dua pemain tersebut telah hijrah ke luar Italia. Untungnya Il Toro mendatangkan pemain yang cukup berkualitas untuk mengatasi kehilangan Cerci dan Immobile. Fabio Quagliarella, Antonio Nocerino, Christian Molinaro, dan Amauri tampaknya mampu membuat rival Juventus ini bersaing untuk Europa League.

8. Parma

Kehilangan Carvaho Amauri dan Marco Parolo sedikit banyak akan mengurangi kekuatan Parma. Apalagi Parma hanya mampu mendatangkan Francesco Lodi sebagai gelandang pengatur serangan pengganti Parolo.

Peran Amauri cukup vital bagi Parma, di mana beberapa kali pemain Italia berdarah Brasil ini mencetak gol krusial. Tugas berat bagi Antonio Cassano yang tampaknya akan begitu diandalkan pelatih Roberto Donadoni pada musim ini.

Peringkat 1-7

Komentar