Serba-serbi dari Piala Eropa 2020 yang (Mungkin) Terlewatkan

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Serba-serbi dari Piala Eropa 2020 yang (Mungkin) Terlewatkan

Piala Eropa 2020 akan dibuka pada 11 Juni (sepak mula di Indonesia pada 12 Juni dini hari) mendatang. Seremoni pembukaan digelar di Stadion Olimpico, Roma yang dilanjutkan dengan pertandingan pertama putaran final antara Turki vs Italia. Sepak mula laga ini dijadwalkan pada Sabtu (12/6/2021) pukul 02.00 WIB.

Ini adalah turnamen Piala Eropa edisi ke-16. Untuk memperingati 60 tahun eksistensi turnamen, UEFA menggelar edisi kali ini secara istimewa. Format kompetisi dan jumlah peserta (24) masih sama, namun yang berbeda adalah bagaimana turnamen akan digelar. Jika tadinya Piala Eropa dihelat di satu atau dua negara, maka edisi 2020 dijadikan turnamen pan-Eropa.

Tadinya, terdapat 12 negara yang berstatus tuan rumah Piala Eropa 2020. Namun, Republik Irlandia kemudian dicoret dan jumlah tuan rumah menyusut menjadi 11. Tak seperti edisi-edisi sebelumnya, masing-masing tuan rumah harus berjuang via kualifikasi untuk bertanding di putaran final.

Selain unik dari segi tempat penyelenggaraan, Piala Eropa 2020 juga mengenalkan sejumlah hal lain. Di antaranya adalah penyesuaian peraturan akibat pandemi dan sistem kualifikasi play-off yang baru.

Mengenang Perancis 1960 di Piala Eropa 2020

Format unik Piala Eropa 2020 dimaksudkan sebagai ajang memperingati “ulang tahun” ke-60 ajang empat tahunan tersebut. Pada 1960, edisi pertama Piala Eropa digelar dengan Perancis sebagai tuan rumah.

Ide turnamen pan-Eropa dicetuskan eks presiden UEFA, Michel Platini pada 2012 silam. Gagasan itu disepakati pada akhir tahun.

“Ini mungkin ide yang agak jenaka, tetapi ini ide bagus. Saya sekadar mengemukakan ide ini dan asosiasi-asosiasi membahasnya sendiri-sendiri, kemudian 52 dari 53 [asosiasi] mengatakan ‘ya’. Saya tidak memutuskan ini, para asosiasi yang memutuskan,” kata Platini pada 2012.

Alasan lain yang membantu ide itu terwujud adalah situasi Turki, kandidat kuat tuan rumah Piala Eropa 2020. Turki tadinya difavoritkan menjadi tuan rumah. Namun, negara ini berencana menggelar Olimpiade pada tahun bersamaan. UEFA pun meragukan kesiapan tuan rumah apabila harus menggelar Olimpiade dan Piala Eropa pada tahun yang sama.

Terdapat 19 negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah pada 2014. UEFA kemudian menyetujui proposal 13 negara. Enam negara dicoret, yakni Belarusia, Bulgaria, Israel, Makedonia Utara, Swedia, dan Wales. Belgia tadinya lolos, tetapi kemudian dicoret pada 2017 karena UEFA meragukan kesiapan mereka.

Baca juga: Spanyol di Piala Eropa: Tanpa Pemain Real Madrid untuk Pertama Kalinya

UEFA menetapkan 12 arena untuk menggelar Piala Eropa. Jumlah itu menyusut lagi usai Republik Irlandia dicoret karena tidak bisa menjamin izin kehadiran suporter ke stadion dalam jumlah minimum yang ditentukan. Tiga pertandingan Grup E yang semula digelar di Dublin dialihkan ke St. Petersburg (Rusia).

Piala Eropa 2020 pun tinggal menyisakan 11 tuan rumah, yakni Azerbaijan, Belanda, Denmark, Inggris, Jerman, Hungaria, Italia, Rumania, Rusia, Skotlandia, dan Spanyol. Karena semua tim wajib melalui kualifikasi, terdapat tuan rumah yang tak lolos ke putaran final, yaitu Azerbaijan dan Rumania. Irlandia, sebelum dicoret dari daftar tuan rumah, juga gagal lolos ke putaran final.

“Cahaya di Ujung Terowongan”

Piala Eropa 2020 digelar pada 2021 karena pandemi korona yang sempat menghentikan aktivitas sepakbola tahun lalu. Pada Maret 2020, UEFA memutuskan untuk menunda turnamen selama setahun. Kalender sepakbola pun disesuaikan dengan kompetisi domestik yang juga tertunda.

Kini, Piala Eropa bisa mulai digelar dan suporter sedikit demi sedikit bisa datang ke stadion. Jelang seremoni pembukaan, salah satu tuan rumah, Italia menyatakan kelegaan atas digelarnya turnamen empat tahunan tersebut.

“Ini bukan hanya tentang pembukaan di stadion, tetapi sebuah momen simbolis. Ini adalah cahaya di ujung terowongan. Kami harap bahwa 11 Juni dapat menjadi momen puncak dari proses kebangkitan seluruh aktivitas olahraga,” kata Wakil Menteri Bidang Olahraga Italia, Valentina Vezzali.

UEFA menjamin suporter bisa datang ke stadion untuk Piala Eropa. Italia yang menggelar partai pembuka, dapat mengizinkan suporter memenuhi 25-45% kapasitas Stadion Olimpico. Sembilan kota lain mengupayakan 22-50% kapasitas stadion bisa diisi. Sedangkan Budapest (Hungaria) bahkan menargetkan 100% kapasitas bisa diisi.

Pandemi juga memaksa penyelenggara menyesuaikan regulasi. Di Piala Eropa 2020, aturan pergantian pemain hingga lima orang akan dipertahankan. Rinciannya seperti dalam kompetisi domestik, yaitu maksimal lima pemain dalam tiga kesempatan pergantian. Jika pertandingan sampai babak perpanjangan waktu, masing-masing tim boleh melakukan satu pergantian lagi.

UEFA juga membolehkan tim membawa 26 pemain untuk menanggulangi masalah akibat penularan COVID-19. Meskipun demikian, hanya 23 pemain yang boleh didaftarkan untuk satu pertandingan.

Pada 4 Mei 2021, UEFA pun merilis empat poin aturan baru untuk mengantisipasi dampak pandemi. Aturan tersebut berbunyi sebagai berikut:

  1. Jika sekelompok pemain harus dikarantina akibat infeksi COVID-19, pertandingan tetap dijalankan asalkan masing-masing tim punya minimal 13 pemain, termasuk paling tidak satu penjaga gawang.
  2. Jika satu tim tidak bisa memenuhi syarat minimum jumlah pemain, pertandingan akan dijadwalkan ulang tidak lebih dari 48 jam setelah jadwal yang asli. Pertandingan juga bisa dipindahkan ke stadion lain jika dipandang perlu.
  3. Jika pertandingan tidak bisa dijadwalkan ulang, Dewan Kedisiplinan, Etika, dan Kontrol UEFA akan memutuskan perkara tersebut. Tim yang menyebabkan gagalnya pertandingan dipertimbangkan absen dan kalah 3-0.
  4. Jika ada anggota tim wasit harus diganti akibat positif COVID-19, UEFA dapat menunjuk ofisial yang memiliki kewarganegaraan sama dengan tim yang sedang bermain dan/atau menunjuk wasit non-FIFA (tidak masuk FIFA International Referees List).

Model Kualifikasi Baru dengan UEFA Nations League

Meskipun format kualifikasi dan putaran final tak berubah, UEFA memperkenalkan sistem baru di babak play-off kualifikasi. Tadinya, kontestan play-off diambil dari peringkat ketiga masing-masing grup kualifikasi. Namun, mulai Piala Eropa 2020, UEFA mengintegrasikan turnamen tersebut dengan UEFA Nations League.

Untuk play-off kualifikasi Piala Eropa 2020, empat peserta diambil dari setiap divisi UEFA Nations League 2018/19. Kontestan Liga A hingga Liga D dipisahkan dalam empat jalur. Sehingga, masing-masing liga dipastikan mengirim wakil ke putaran final Piala Eropa.

Kontestan play-off diambil dari juara grup dari masing-masing liga (divisi). Jika juara grup sudah memastikan lolos via kualifikasi, tiket play-off diberikan kepada tim dengan peringkat terbaik dari liga yang sama yang belum lolos. Apabila suatu liga tidak memenuhi kuota empat tim, karena sebagian besar tim sudah lolos, maka tiket play-off baru diberikan ke liga lain.

Di UEFA Nations League 2018/19, wakil Liga A yang gagal lolos kualifikasi hanya Islandia. Maka dari itu, tiga tiket play-off bagi Liga A dialihkan ke Liga C. Pasalnya, Liga B memiliki empat tim, sesuai kuota play-off, yang gagal lolos kualifikasi Piala Eropa. Tiga tim tersebut mesti menemani Islandia untuk melengkapi jalur play-off Liga A.

16 tim pun mesti bertanding dalam empat jalur play-off. Jalur pertama dimenangi Hungaria, wakil Liga C yang mengalahkan wakil Liga A, Islandia di final. Jalur kedua (Liga B) dimenangi Slowakia. Sementara wakil Liga C dan Liga D yang lolos adalah Skotlandia dan Makedonia Utara.

Tahun ini adalah debut Makedonia Utara di Piala Eropa. Selain Goran Pandev dan kawan-kawan, Piala Eropa 2020 juga menyaksikan satu debutan lain, yakni Finlandia. Dua negara ini akan melakoni partisipasi pertama di turnamen mayor.

Jadi, Piala Eropa 2020 tak hanya menjadi panggung bagi tim-tim besar dengan ambisi yang juga besar, tetapi juga menjadi pesta bagi tim-tim kecil yang baru pertama kali bermain.

Komentar