Bekerja dari Balik Layar: Christian Heidel dan Martin Schmidt Pulang

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bekerja dari Balik Layar: Christian Heidel dan Martin Schmidt Pulang

Satu kemenangan dari 13 penampilan, yang menempatkan FSV Mainz 05 di zona degradasi membuat mereka berbenah. Pembenahan yang dilakukan bukan dengan cara mendatangkan pemain hebat. Christian Heidel dan Martin Schmidt, dua sosok yang telah akrab dengan klub, pulang menawarkan semangat, daya juang, dan optimisme dari dalam. Ya, keduanya bakal bekerja dari balik layar untuk mengangkat prestasi die Nullfuenfer.

Christian Heidel diangkat sebagai anggota Dewan Olahraga dan Komunikasi. Sebelumnya, ia menempati jabatan direktur olahraga Mainz pada periode 1992 hingga 2016. Berbagai keputusan penting dan mengejutkan beberapa kali dibikinnya untuk membuat Mainz terus eksis di Bundesliga. Nama-nama yang kini berstatus pelatih hebat seperti Juergen Klopp atau Thomas Tuchel muncul ke permukaan berkat pria kelahiran 2 Juni 1963 tersebut.

Pada Mei 2016, Heidel pindah ke Schalke 04 dengan posisi yang sama seperti yang diembannya di Mainz. Kala itu pengaruhnya cukup besar. Bersama klub asal Kota Gelsenkirchen tersebut, ia berkontribusi membawa klub meraih posisi runner-up Bundesliga 2017/18, melaju ke perempat final DFB-Pokal dan Liga Europa, serta lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19.

Menurunnya performa Schalke musim lalu menjadi salah satu faktor Heidel mengundurkan diri. Selain itu, ia juga ditengarai memiliki masalah dengan Dewan Eksekutif dan Dewan Pengawas Schalke yang memperbesar alasannya meninggalkan Schalke. Sempat menganggur sejak Maret 2019, panggilan untuk kembali pulang ke Mainz membuat Heidel menerima tawaran dan bertekad membawa klub kota kelahirannya untuk, setidaknya, bertahan di Bundesliga.

“Rasanya seperti pulang. Saya telah kembali suatu hari dan banyak yang telah berubah. Kendati demikian, Mainz 05 selalu menjadi klub saya. Saya merasa baik-baik saja,” ujarnya saat kembali datang ke Opel Arena.

“Kami hanya bisa melakukannya bersama. Ketika Anda dalam performa terbaik, itu akan terasa mudah, dan kami sekarang memiliki tanggung jawab sebagai klub. [...] Semua orang mengatakan kami sudah terdegradasi. Tapi, kami akan berjuang dan itu harus dimulai hari ini,” papar Heidel.

Link streaming pertandingan Bundesliga: Bayern Muenchen vs FSV Mainz 05

Di lain pihak, Martin Schmidt kembali ke Mainz dengan status baru: direktur olahraga. Sempat menjabat sebagai kepala pelatih Mainz U-23 dan tim senior pada periode 2010 hingga 2017, pengalaman dan cepatnya adaptasi bakal menjadi keuntungan tersendiri.

“Saya berhutang banyak kepada Mainz 05 dan sekarang saya duduk di sini dengan banyak pengalaman berharga untuk memberikan sesuatu kembali kepada klub, kota, dan juga para penggemar,” kata Martin Schmidt.

Memang, suasana tim mulai membaik. Hal ini terlihat dari rasa antusias para pemain sejak kedatangan Heidel dan Schmidt kendati Jan-Moritz Lichte baru saja didepak dari posisi kepala pelatih. Ditunjuknya Jan Siewert, meski sebagai pelatih interim, juga memperlihatkan jika perubahan yang dilakukan Mainz dari sisi manajemen tim bukanlah tanpa perhitungan. Sebagai kepala akademi tim muda, Siewert tahu betul apa yang dibutuhkan tim.

Melihat kondisi finansial tim seperti Mainz, sangat sulit rasanya jika berharap perubahan dilakukan dengan mendatangkan pemain di bursa transfer. Untuk itu, pembenahan internal dengan melibatkan orang-orang yang "kenal" situasi dan kondisi tim adalah pilihan tepat.

“Asumsi bahwa Mainz 05 sekarang akan memenangkan seluruh laga adalah suatu kelancangan. Saya hanya berjanji bahwa kami akan melakukan segalanya kembali ke jalurnya.”

“Saya bukanlah penyelamat atau messiah. Pada masa lalu, juga, tidak semuanya berjalan ideal. Kami mengalami situasi yang sulit, tetapi kami berhasil mengatasinya. Itulah tugas kami saat ini,” tukas Heidel.

Melawan Bayern Muenchen pada Spieltag 14, Mainz 05 sadar akan sulit rasanya jika beradu secara teknis dan kemampuan individual. Namun, kebaruan di sisi manajemen dengan pendekatan semangat juang, optimisme, dan hal-hal positif di luar teknis, bisa jadi satu-satunya cara paling realistis untuk meraup poin.

Kemenangan terakhir Mainz 05 melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena terjadi sudah cukup lama, yakni Maret 2016. Namun, perlu diingat, kendati secara materi pemain Mainz berada jauh di bawah die Roten, kehadiran Martin Schmidt, khususnya, bisa jadi secercah harapan.

Pasalnya, pada musim 2015/16 tersebut, Bayern Muenchen mengalami kekalahan perdana di ajang Bundesliga oleh Mainz asuhan Schmidt. Kini, meskipun Schmidt berada di posisi berbeda, harapan tetap ada, walau kecil.

FSV Mainz 05 akan bertandang ke Allianz Arena untuk bertanding melawan Bayern Muenchen pada Minggu (3/1), dengan waktu kick-off tepat tengah malam. Tayangan langsung pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar