Solskjaer Buru Kemenangan di Laga ke-100, Arteta di Ambang Rekor Herbert Chapman

Cerita

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Solskjaer Buru Kemenangan di Laga ke-100, Arteta di Ambang Rekor Herbert Chapman

Ole Gunnar Solskjaer akan menghadapi tantangan berat di laga keseratusnya sebagai kepala pelatih Manchester United. Ambisi meraup tiga poin di laga spesial ini dihadapkan dengan rekor hanya mampu 1 kali menang di 4 pertemuan melawan Arsenal — 55,56% adalah angka persentase kemenangannya sejak menangani United pada Desember 2018.

Satu-satunya kemenangan Solskjaer atas Arsenal terjadi di babak keempat Piala FA tahun lalu. Tetapi, Arsenal mampu menang 2 kali di 3 duel terakhir melawan skuat arahan Solskjaer di ajang Premier League. Lebih-lebih, United-nya Solskjaer belum pernah menang di laga kandang Premier League musim ini (2 kalah, 1 seri).

Namun, Old Trafford tidak ramah bagi Arsenal. Dari 13 lawatan ke Theatre of Dreams di ajang Premier League, The Gunners tanpa memetik satu pun kemenangan. Dalam konteks yang lebih luas, United tidak pernah kalah dalam 28 laga kandang di ajang liga, ketika mereka mampu membobol gawang Arsenal.

Wajar apabila United diunggulkan di duel kali ini. Terlepas dari rekor buruk Ole melawan Arsenal, pelatih asal Norwegia tersebut hanya menelan 2 kekalahan di 19 pertandingan terakhir Premier League (11 menang, 6 seri); Arsenal menelan 3 kekalahan dari 4 pertandingan liga termutakhir.

Link streaming Manchester United vs Arsenal

Tidak hanya Solskjaer, Mikel Arteta juga dapat mencatatkan rekor pribadi apabila mampu menang. Eks pemain Celtic dan Everton di ambang rekor menjadi pelatih kedua sepanjang sejarah Arsenal yang mampu menang di dua duel awal kontra United. Manajer legendaris Herbert Chapman adalah satu-satunya yang mampu melakukannya (1925/26).

Sejak Arteta mengambil alih kemudi dari Unai Emery, Arsenal berkembang dengan baik, khususnya di lini pertahanan. Meski sudah kalah 3 kali di 6 pekan perdana, gawang Bernd Leno baru kebobolan 7 gol, paling sedikit di Premier League musim ini.

Fokus pertahanan yang diusung Arteta sepertinya menjadi ironi lantaran Arsenal terbilang minim menciptakan peluang. Rata-rata per laga, Arsenal hanya mampu membuat 8,8 tembakan, catatan yang hanya lebih baik dari tiga tim: West Bromwich Albion, Newcastle United, dan Crystal Palace.

Korban taktik Arteta tentu sang top skor klub dua musim terakhir, Pierre-Emerick Aubameyang. Untuk pertama kalinya sejak 2014 — kala masih di Dortmund — Aubameyang gagal menyarangkan gol di 5 pertandingan liga. Bahkan, Auba gagal mencatatkan shots on target di tiga laga terakhir (melawan Sheffield United, Manchester City, dan Leicester City).

“Saat dia tidak mencetak gol dalam tiga atau empat pertandingan, orang akan berkata, `Dia perlu bermain lebih sentral`. Sangat menyenangkan baginya untuk bermain di kiri karena dia tidak dijemput oleh bek tengah. Ada lebih banyak kebebasan baginya untuk melakukan itu. [Kritik] adalah bagian dari industri ini,” bela Arteta terhadap performa Auba.

Cederanya David Luiz membuat lini pertahanan Arsenal bakal benar-benar diuji. Luiz bergabung dengan pemain belakang lain yang belum sembuh: Rob Holding, Calum Chambers, serta Pablo Mari.

Ditinjau dari hitung-hitungan Whoscored, United merupakan tim paling rajin ketiga dalam hal melepaskan tendangan (14,2). Mereka hanya kalah dari Liverpool (19) dan Manchester City (16). Dari angka rata-rata tersebut, sayangnya United hanya mampu mengonversi 12% saja menjadi gol; bahkan Arsenal (15%) memiliki conversion rate yang lebih baik.

Marcus Rashford, yang baru saja mencetak trigol kontra RB Leipzig, bakal menjadi tumpuan Ole untuk mencetak gol. Sebanyak 7 gol dan 2 asis sudah dibuat pemuda 23 tahun dari 9 penampilannya musim ini di seluruh kompetisi. Walaupun demikian, semenjak mencetak 2 gol di laga debutnya kontra Arsenal, Rashford belum mengulanginya lagi di 9 kesempatan terakhir.

Tayangan langsung semua pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar