Lima Kali ke Bremen

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Lima Kali ke Bremen

Usianya 39 tahun—40 Oktober mendatang—namun Claudio Pizarro masih belum mau gantung sepatu. Pizarro juga tidak ingin menghabiskan kariernya di liga minor. Dia tidak pindah ke Tiongkok, Amerika Serikat, atau Timur Tengah, tidak juga ikut ke Bundesliga 2 dengan FC Koln. Pada 29 Juli lalu Pizarro menandatangani kontrak berdurasi satu tahun di SV Werder Bremen. Dengan itu Pizarro tak hanya menjelang musim ke-19 di Bundesliga, tetapi juga pindah ke Bremen untuk kali ke lima.

26 Agustus 1999

Bremen mulai tertarik kepada Pizarro ketika sang pemain membela kesebelasan ketiganya, Alianza Lima. Pizarro mendapat tawaran dari Real Betis namun lebih memilih kesebelasan Jerman utara sebagai tujuannya. Sedikit banyak, keputusan tersebut dipengaruhi kebiasaan Pizarro semasa kanak-kanak.

“Walau tayang pukul 7 pada Minggu, ayahku dan aku biasa menonton Bundesliga.”

Dua musim saja Pizarro di Bremen. Sebanyak 29 gol dicetaknya di Bundesliga 1 selama itu. Per musim 2001/02, Pizarro berseragam Bayern Munchen.

15 Agustus 2008

Di Bayern Pizarro tidak hanya rajin mencetak gol, tetapi juga mulai rutin mengangkat trofi. Selama membela Bayern hingga kontraknya habis pada 2007, Pizarro tiga kali menjuarai Bundesliga 1, tiga kali menjuarai DFB Pokal, dan satu kali menjuarai Piala Interkontintinental.

“Bayern selalu menang karena mereka punya skuat yang sangat bagus,” ujar Pizarro sebagaimana dikutip dari laman web Bundesliga. “Mereka bisa bermain di tiga liga berbeda di waktu yang sama. Menjadi pemain di Munchen membawa beban tersendiri, tapi aku selalu menanganinya dengan baik.”

Setelah kontraknya habis di Bayern, Pizarro pindah ke London untuk membela Chelsea. Namun di Chelsea dia tak begitu sukses, sehingga pada Agustus 2008 Pizarro pindah lagi ke Bremen sebagai pemain pinjaman. Sepanjang musim 2008/09 Pizarro tampil dalam 26 pertandingan dan mencetak 17 gol.

Di musim itu pula Pizarro meraih trofi pertamanya bersama Bremen, DFB Pokal 2008/09. Andai Bremen tak kalah di final Piala UEFA, koleksi trofi Pizarro sebagai pemain Bremen bisa lebih dari satu.

Pizarro tak pernah menjuarai Bundesliga bersama Bremen, karena saat Bremen menjuarai Bundesliga 2003/04, Pizarro sedang bekerja untuk Bayern.

18 Agustus 2009

Setelah satu musim pinjaman yang sukses, Pizarro kembali ke London hanya untuk pulang ke Bremen secara permanen beberapa pekan berselang. Bremen menerima Pizarro dengan tangan terbuka, dan sang pemain terus mencetak gol untuk mereka.

Pada masa bakti ketiga inilah Pizarro mencatatkan namanya dalam buku sejarah Bundesliga sebagai pemain asing paling produktif di Bundesliga 1, lewat gol ke-134 (sekarang koleksinya sudah 192 gol dari 446 pertandingan) di divisi tertinggi liga sepakbola Jerman, yang ia cetak pada 23 Oktober 2010.

Di akhir musim 2011/12, Pizarro mengumumkan dirinya akan kembali meninggalkan Bremen. Seperti pada kali pertama, Pizarro pindah ke Bayern Munchen.

7 September 2015

Pizarro menyepakati kontrak berdurasi satu tahun menjelang musim 2012/13. Jam terbangnya tak sebanyak waktu Pizarro pertama kali membela Bayern, tapi kontraknya tetap diperpanjang. Juga: Pizarro tetap bergelimang gelar selama berseragam Bayern. Ia meraih tiga gelar Bundesliga 1, dua DFB Pokal, satu DFL Supercup, satu Champions League, satu UEFA Supercup, dan satu FIFA Club World Cup.

Kontrak Pizarro yang selesai di akhir musim 2014/15 tidak diperpanjang dan karenanya dia kembali ke Bremen, dengan kontrak berdurasi satu tahun. Musim 2015/16 cukup produktif, Pizarro mencetak 14 gol dari 28 pertandingan Bundesliga 1. Dia mendapat satu tahun perpanjangan kontrak namun sepanjang musim 2016/17 dia hanya mencetak satu gol.

Bremen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang penyerang walau Pizarro merasa masih mampu bermain semusim lagi. Pada akhirnya sang pemain pindah ke FC Koln dengan status bebas transfer.

“Situasinya sulit untuk kedua belah pihak,” kata Pizarro mengenai selesainya kebersamaan keempatnya dengan Bremen, sebagaimana dikutip dari Deutsche Welle.

Di Koln, Pizarro hanya mencetak satu gol dalam 16 pertandingan. Tidak banyak dan tidak cukup untuk menjaga Koln tetap di divisi tertinggi, namun cukup untuk menjaga nama besarnya sebagai pencetak gol. Sejak 1999, dari tahun ke tahun (tahun kalender, bukan tahun musim) Pizarro tidak pernah absen mencetak gol di Bundesliga 1.

29 Juli 2018

Pizarro tahu benar tugas sebagai pencetak gol utama tak akan dibebankan kepadanya. Tetap saja dia menyambut peluang mengakhiri karier di Bremen—kesebelasan pertamanya di Eropa—dengan senang hati. Bremen pun membuka lebar pintu mereka untuk sang legenda. Bahwa Pizarro dua kali meninggalkan Bremen untuk Bayern Munchen tak jadi soal.

“Dari perspektif sepakbola, membawanya kembali sangat masuk akal,” ujar Florian Kohfeldt, Kepala Pelatih Bremen. “Claudio tahu dia tidak akan mendapat jaminan sebagai starter tapi dia berpengaruh di ruang ganti dan akan membantu tim dengan energinya yang sangat positif, keyakinannya, dan semangatnya untuk sukses.”

Itu semua tak berarti Pizarro hanya akan diandalkan sebagai pembimbing para pemain muda. Kohfeldt menjanjikan jam terbang kepada Pizarro. Sang penyerang akan mendapat kesempatan untuk menambah koleksi golnya, untuk semakin memantapkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak Bremen dan pemain asing paling produktif di Bundesliga 1.

Komentar