Soal Guard of Honour, Madrid dan Barcelona Sama-sama Salah

Cerita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Soal Guard of Honour, Madrid dan Barcelona Sama-sama Salah

Lewat gol tunggal yang dijaringkan oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-53, Real Madrid menuntaskan perlawanan Gremio di babak final turnamen Piala Dunia Antarklub, 17 Desember 2017. El Real keluar sebagai juara di turnamen tersebut; mengulang apa yang mereka lakukan setahun sebelumnya.

Kemenangan di final itu juga menjadi suntikan motivasi tersendiri untuk Real Madrid, karena seminggu setelahnya mereka menjamu Barcelona di Estadio Santiago Bernabeu dalam lanjutan La Liga pekan ke-17. Besar kemungkinan juga, di pertandingan nanti Real Madrid akan mendapat Guard of Honour dari rivalnya tersebut seiring juaranya mereka di Piala Dunia Antarklub.

Rasanya tentu akan sangat menyenangkan bagi Madrid, membayangkan saat berjalan memasuki lapangan, sang rival abadi berdiri berjejer dan memberikan tepuk tangan penuh hormat kepada mereka. Sensasi kemenangan besar akan dirasakan oleh Madrid bahkan sebelum peluit pertandingan dibunyikan oleh wasit.

Akan tetapi, sebuah pernyataan singkat dari kubu Barcelona membangunkan Madrid dari lamunan indahnya. Tidak akan ada Guard of Honour untuk Madrid!

“Di dalam klub ini, kita harus memberi Guard of Honour ketika kita berpartisipasi di dalam turnamen yang dimenangkan tim pemenang. Dan sekarang, kasusnya tidak seperti itu,” jelas Institutional Director Barcelona, Guilermo Amor kepada Independent.

Pernyataan Amor diamini oleh pemain belakang Barcelona, Jordi Alba. Dengan nada diplomatis, ia mengatakan bahwa Guard of Honour akan dilakukan oleh Barcelona jika Barca juga berpatisipasi di turnamen terkait.

“Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Tapi kupikir, kami akan memberikan Guard of Honour di dalam sebuah kompetisi yang kita mainkan. Dan kami tak bermain di Piala Dunia Antarklub,” ujarnya.

Benar saja, pada hari pertandingan tidak ada seremoni Guard of Honour yang dipersembahkan Barcelona untuk Real Madrid. Kedua tim memasuki lapangan sebagaimana biasanya. Madrid tentu kecewa dengan perlakuan itu.

Empat bulan berselang, Real Madrid tampaknya masih memendam rapat-rapat kekecewaan mereka kepada Barcelona. Bahkan waktu telah mengubah kekecewaan itu menjadi sebuah dendam; kali ini giliran Real Madrid yang ogah memberikan Guard of Honour untuk kampiun La Liga musim ini, Barcelona, pada pertemuan kedua mereka nanti di Camp Nou, Senin (7/5) nanti.

Bahkan tekad itu sudah digaungkan oleh Madrid jauh-jauh hari, saat Barcelona belum dinobatkan sebagai juara La Liga musim ini. Jelang pertandingan derbi antara Real Madrid kontra Atletico Madrid awal April lalu, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, sudah menegaskan bahwa tidak akan ada Guard of Honour yang akan dipersembahkan oleh Real Madrid, jika Barcelona berhasil menjuarai La Liga musim ini.

“Dalam waktu dekat saya akan segera ditanyai tentang hal ini, dan sikap saya sangat jelas. Ini adalah keputusan saya dan ini final. Saya tidak paham dengan konsep Guard of Honour dan dengan demikian kami tidak akan melakukannya. Barca [juga telah] mematahkan tradisi ini,” tutur pelatih Zidane sebagaimana dikutip dari Reuters.

Serupa ketika pernyataan Guilermo Amor didukung oleh Jordi Alba, kali ini pernyataanZidane pun diamini oleh pemain belakang Real Madrid, Sergio Ramos. Pemain bernomor punggung 4 itu mengaku akan menuruti perkataan Zidane.

Guard of Honour? Aku selalu mengatakan bahwa kita harus menuruti apa pun yang pelatih katakan. Mereka [Barcelona] juga tidak memberikan Guard of Honour pada kami,” ujarnya, dikutip dari Football Espana.

“Barca telah menjuarai gelar La Liga, yang mana sangat mereka inginkan. Tapi tidak akan ada Guard of Honour dari kami. Titik.”

Ramos juga mengakui bahwa kendati Barca telah menjalani musim yang hebat dengan memenangi dua trofi (La Liga dan Copa del Rey). Namun ia mengatakan bahwa trofi Liga Champions yang tengah dikejar Madrid musim ini, bisa setara dengan dua trofi Barca, bahkan melebihinya.

“Barca mengarungi musim yang baik, mereka mendapatkan dua trofi; menjuarai Copa del Rey yang dikawinkan dengan gelar La Liga. Tapi memenangkan Liga Champions, adalah pencapaian positif yang setara dengan dua trofi itu bahkan melebihinya. Untukku, musim ini akan menjadi musim yang baik bagi kedua tim,” tuturnya.

***

Jika kita perhatikan, polemik tentang Guard of Honour antara Real Madrid dan Barcelona ini hanyalah perselisihan yang terjadi karena didasari oleh dendam satu sama lain. Tidak penting untuk mencari-cari siapa yang lebih dulu memulai, karena kesalahan yang dibalas dengan kesalahan akan menjadi dua kesalahan; bukan impas. Baik Barca atau Madrid sama-sama salah.

Barcelona jelas keliru ketika mengatakan bahwa mereka tak ingin memberi Madrid Guard of Honour—atas kemenangan Madrid di Piala Dunia Antarklub 2017, hanya karena Barcelona tidak mengikuti turnamen itu. Karena Guard of Honour sendiri bukan tentang siapa mengikuti turnamen apa, melainkan bentuk respek dan ucapan selamat dari satu kesebelasan, kepada kesebelasan lain yang baru memenangi sebuah gelar.

Barca sendiri pernah mendapatkan Guard of Honour dari Villareal, ketika Barcelona baru menjadi juara di ajang Piala Dunia Antarklub tahun 2009. Villareal tetap memberikan Guard of Honour kepada Barcelona kendati mereka tidak mengikuti ajang tersebut.

Namun, alih-alih menyudahi kesalahan yang dilakukan oleh Barcelona, Real Madrid malah memperpanjang kesalahan itu dengan berencana membalas perlakuan Barcelona, untuk tidak memberikan Guard of Honour kepada mereka ketika keduanya bertemu di Camp Nou, Mei nanti. Memang bumbu rivalitas antara keduanya akan semakin bertambah dengan adanya fenomena-fenomena seperti ini, namun tetap saja hal ini tidak mencerminkan nilai sportivitas yang selalu dijunjung tinggi oleh sepakbola.

Selain itu, hal ini juga akan menjadi contoh yang tidak baik untuk generasi muda dari kedua tim. Seperti yang pernah dikatakan oleh mantan pesepakbola Spanyol, Fernando Morientes: “Saya pikir itu [Guard of Honour], adalah peraturan yang tidak tertulis. Tidak ada yang berkewajiban untuk memberikan penghormatan kepada siapa pun, tapi ini adalah masalah sportivitas dan penghormatan. Itu adalah cara terbaik untuk menunjukkannya kepada generasi muda. Anda harus melakukannya secara alami dan tenang.”

Komentar