Makan Konate, Dulu Dicintai Kini Dicaci

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Makan Konate, Dulu Dicintai Kini Dicaci

Tekanan besar didapatkan Makan Konatè saat tampil membela Sriwjaya FC dalam laga pembuka Piala Presiden 2018 menghadapi Persib Bandung. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (17/1), penampilan Konatè panen ejekan dari puluhan ribu bobotoh yang hadir menyaksikan secara langsung pertandingan tersebut.

Gemuruh cemoohan bobotoh membahana saat para penggawa Sriwijaya melakukan pemanasan sebelum pertandingan. Objeknya tentu saja Konatè, karena setiap kali pemain asal Mali itu melakukan pemanasan, teriakan cemoohan loyalis Persib semakin kencang terdengar.

Setelah Sriwijaya melakukan pemanasan, ejekan bobotoh kepada Konatè semakin menjadi saat pertandingan. Dari awal hingga akhir laga, cemoohan terus disuarakan bobotoh tat kala Konatè mendapatkan bola.

“Saya sudah tahu ini akan terjadi. Bagi saya ini bukan kali pertama (mendapat cemoohan suporter) karena sebelumnya saya pernah mendapat tekanan seperti ini juga. Saya pikir ini adalah hal yang wajar, di manapun seperti di Eropa pasti terjadi hal semacam ini. Mereka (bobotoh) bicara tidak bagus kepada saya, saya dapat bola mereka soraki. Tapi saya tidak masalah, ini hal wajar,” terangnya seusai pertandingan.

Sikap represif yang ditunjukkan bobotoh kepada Konatè didasari rasa sakit hati mereka kepada mantan pemain Barito Putera itu. Keputusan Konatè memilih bergabung bersama Sriwijaya di kompetisi musim 2018, telah meremukkan hati Bobotoh, yang sebelumnya begitu mencintai dan memujanya. Bobotoh menganggap Konatè sebagai pengkhianat yang ingkar dengan janjinya.

Sebelum berseragam Sriwijaya, Konatè merupakan salah satu pilar penting dalam skuat emas Persib saat menjuarai kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2014 dan Piala Presiden 2015. Perannya begitu vital di lini tengah Persib kala itu, hingga membuat posisinya seakan tak tergantikan.

Saat kisruh sepakbola Indonesia akibat sanksi FIFA pada 2015 lalu, kompetisi sepakbola Indonesia mengalami ketidakjelasan. Beberapa kesebelasan mengalami kolaps karena ditinggal sponsor, Persib menjadi salah satunya. Kendati demikian, pada 2015 Persib masih ikut ambil bagian di ajang Piala Jenderal Sudirman dengan skuat ala kadarnya, karena banyak pemain yang hengkang kala itu. Konatè masih menjadi bagian dari skuat Persib di turnamen Piala Jenderal Sudirman.

Setelah turnamen Piala Jenderal Sudirman usai digelar, Persib membubarkan diri (terbentuk lagi pada 2016). Konatè pun hijrah ke Liga Malaysia setelah menerima tawaran Trengganu Team. Sebelum pergi, Konatè menyampaikan salam perpisahan kepada bobotoh dan seluruh skuat "Maung Bandung". Sambil berurai air mata, ia berjanji akan kembali ke Persib bila kisruh sepakbola Indonesia telah usai.

Namun hingga kompetisi Liga 1 2017 yang merupakan kompetisi resmi pertama yang digelar setelah sanksi FIFA, sosok Konatè belum juga muncul dalam daftar skuat Persib. Sebelum kompetisi 2017 dimulai, Konatè pernah kembali ke Kota Bandung namun saat itu ia datang bersama Trengganu Team yang menjalani masa pra-musim di Bandung.

Selain itu, saat laga uji tanding antara Persib melawan Bali United di Stadion GBLA pada 8 April 2017 lalu, Konatè menyempatkan hadir menyaksikan laga tersebut. Sambutan hangat diberikan bobotoh kepada Konatè, namun kehadirannya kala itu hanya menyaksikan pertandingan, bukan dalam urusan transfer.

Tapi Bobotoh tetap antusias menyambut kedatangan Konatè kala itu, mereka menganggap kehadiran sosok berusia 26 tahun itu ke Kota Bandung merupakan sinyal kuat dia bakal kembali membela Persib, setidaknya di musim berikutnya, Liga 1 2018.

Setelah Liga 1 2017 rampung digelar, santer diberitakan Konatè bakal segera bergabung bersama Persib, apalagi setelah kontraknya bersama Trengganu Team tak diperpanjang, apalagi juga saat itu ada isu bahwa ia akan dinaturalisasi. Namun, tidak tanda-tanda kemunculan Konatè di skuat "Pangeran Biru". Saat bobotoh tengah menanti kepastian dari kebenaran isu tersebut, Sriwijaya tiba-tiba saja mengumumkan kepastian perekrutan Konatè. Bobotoh berang, akun Instagram pribadi Konatè pun dipenuhi hujatan.

“Saya tidak sakit hati, sekarang saya di Sriwijaya, saya fokus di sini sekarang. Dulu saya sama Persib, tapi sekarang saya di SFC. Saya tetap respek kepada bobotoh dan Persib. Tidak ada masalah. Saya tidak nervous juga. Dalam sepakbola hal seperti ini biasa terjadi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan, sudah bisa memprediksi tekanan yang akan didapatkan Konatè di laga melawan Persib. Ia mewajarkan bila publik sepakbola Bandung sangat menginginkan Konatè kembali berseragam Persib, karena pernah menorehkan sejarah manis bersama "Maung Bandung". Namun, dalam sepakbola profesional jamak terjadi bagi seorang pesepakbola harus menghadapi tim yang ia cintai dalam sebuah pertandingan.

“Bahkan kita kadang harus berkelahi dengan adik atau kakak di dalam satu warna kaos yang berbeda, ini normal dan ini suatu yang wajar,” terang sosok yang kerap disapa RD itu, dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan Persib melawan Sriwijaya.

“Saya melihat bagaimana sikap profesionalnya, dan dia juga sudah tunjukkan di beberapa klub, termasuk saat dia bekerja sama dengan saya di Malaysia. Saya tahu persis bagaimana Makan Konatè dan semoga dia tidak terbebani, saya sudah sampaikan pertandingan ini proses untuk kita belajar lebih baik lagi,” sambungnya.

Komentar