Juergen Klopp vs David Wagner, Dua Sahabat Bermusuhan di Sabtu Malam

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Juergen Klopp vs David Wagner, Dua Sahabat Bermusuhan di Sabtu Malam

Liverpool akan menghadapi Huddersfield Town di Anfield pada Sabtu (28/10) malam WIB. Pertandingan yang bisa dibilang pamornya tak lebih besar dari laga Manchester United melawan Tottenham Hotspur, meski begitu pertarungan antara Liverpool melawan Huddersfield Town tetap menyuguhkan sisi menarik di dalamnya.

Laga yang akan mempertemukan dua kesebelasan penghuni papan tengah di tabel klasemen sementara Liga Primer Inggris itu bisa dibilang sebagai pertarungan dua pelatih yang memiliki hubungan pertemanan yang sangat erat.

Juergen Klopp dari kubu Liverpool, dan David Wagner yang merupakan Manajer Huddersfield merupakan dua sahabat. Persahabatan antara Klopp dan Wagner sudah terjalin sejak lama, tepatnya saat keduanya masih aktif sebagai pemain pada tahun 1991.

Saat itu Wagner yang usianya empat tahun lebih muda dari Klopp diboyong Mainz 05 dari Eintracht Frankfrut. Keduanya sama-sama berposisi sebagai penyerang. Klopp yang jauh lebih senior dan telah menjadi bagian dari Mainz sejak tahun 1990 pun menjadi pemain utama, sementara Wagner adalah pelapisnya.

"Ketika pertama kali bertemu di Mainz, dia adalah seorang striker dan saya adalah seorang striker. Dia adalah yang utama ketika saya masuk dari Eintracht Frankfurt pada tahun 1991. Kemudian saya menggantikannya dan dia duduk di bangku cadangan - ini adalah awal dari hubungan kami," kata Wagner seperti dilansir dari Daily Mail.

Persahabatan antara Klopp dan Wagner terus berlanjut saat keduanya memutuskan banting stir menjadi pelatih setelah pensiun sebagai pesepakbola. Keduanya kembali bekerjasama di Borussia Dortmund, saat itu Klopp menangani tim senior sementara Wagner menukangi tim junior Die Borussen.

Klopp selalu berbagi filosofi sepakbola, utamanya adalah filosofi menyerang yang penuh tekanan, intensitas tinggi, dan agresi yang luar biasa dalam permainan. Maklum keduanya sama-sama mantan penyerang. Jadi titik utama dalam permainan bagi keduanya adalah menyerang.

Bisa dibilang soal filosofi permainan Wagner banyak belajar dari sosok Klopp, bahkan Wagner seringkali memuji Klopp dengan menyebutnya sebagai pria terbaik dalam sepakbola. Setiap ilmu yang didapatkannya dari Klopp berhasil diterapkan saat kini ia menjadi pelatih di Huddersfield.

Bukan Sebuah Keuntungan

Dibandingkan Klopp yang kariernya di sepakbola Inggris langsung dimulai bersama Liverpool yang merupakan kesebelasan asal Liga Primer Inggris, Wagner harus memulainya dari bawah. Sejak tahun 2015, Wagner harus berjuang terlebih dahulu di Divisi Championship.

Meski begitu, Wagner dan Klopp masih berhubungan baik, hingga akhirnya pada musim 2017/2018 ia berhasil mengangkat Huddersfield promosi ke Liga Primer, dan keduanya masih bersahabat meski pada Sabtu malam nanti cerita manis soal persahabatan keduanya harus ditanggalkan terlebih dahulu, karena Klopp dan Wagner akan saling berhadapan sebagai musuh yang jelas satu sama lain saling mengincar kemenangan dalam bentrokan tersebut.

Wagner mengungkapkan bahwa meski ia banyak belajar dari Klopp mengenai sepakbola dan memiliki kedekatan khusus sebagai sahabat, namun ia menganggap tidak akan ada keuntungan yang bisa didapatkannya dari pertandingan nanti. Wagner mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak terlalu dalam mengetahui tentang pola pikir Klopp dalam melatih, apalagi kini Klopp melatih Liverpool yang ia akui tidak mengetahui bagaimana seluk beluk tim asal Merseyside itu.

"Tidak ada keuntungan bagi siapa pun karena kita berdua saling mengenal satu sama lain. Saya tidak memiliki pengetahuan lebih dalam tentang dia, atau tentang Liverpool, atau tentang bagaimana dia memikirkan pemainnya, timnya daripada dia tentang saya,” katanya kepada DW.

"Jika kita berbicara tentang timnya, maka kita berbicara tentang segala hal. Kualitas, kelemahan, dan kekuatan individu, lawan, akademi pemuda, dewan, apa yang dimilikinya di Liverpool dan apa yang saya miliki di Huddersfield. Tentu saja, kita masih berbicara tentang hal lain selain sepakbola,” tegas Wagner.

Sebelum menghadapi Liverpool, Huddersfield Town secara mengejutkan mampu mengalahkan Manchester United 2-1. Permainan yang ditunjukkan Huddersfield saat menumbangkan Setan Merah sungguh memukau, mereka berani tampil menyerang untuk memukul mundur pasukan Jose Mourinho itu kembali ke Manchester dengan kepala tertunduk.

Sementara Liverpool, harus menelan pil pahit setelah takluk dengan skor telak 1-4 dari Tottenham Hotspur. Setelah kekalahan memalukan dari Spurs, Liverpool membutuhkan kemenangan untuk setidaknya memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara. Klopp tentu tidak akan bersikap melankolis untuk memberikan kesempatan bagi Wagner mencuri poin di Anfield.

"Ketika saya masih muda, ketika saya masih kecil, saya selalu bermain melawan teman baik saya dan saya tidak menikmati apa-apa selain menang melawan teman-teman terbaik saya. Dia (Wagner) adalah sahabat terbaik saya dan kami memiliki hubungan dekat yang nyata tapi tidak ada perubahan untuk permainan ini," tegas Klopp seperti dilansir dari halaman resmi Liverpool.

"Persahabatan kami akan berlangsung selama sisa hidup kami, apapun yang terjadi dalam game ini. Saya ingin memenangkan pertandingan itu dan itu berarti kita harus mengalahkan Huddersfield dan hanya itu. Aku mengenalnya cukup baik untuk mengetahui bahwa dia berpikir persis sama, jadi saya tidak masalah dengan itu, begitulah selalu.

Foto: Goal.com, Liverpool

Komentar