Empat Tahun Berlalu, Masih dengan Wajah yang Sama

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Empat Tahun Berlalu, Masih dengan Wajah yang Sama

Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk dilalui. Itu pula yang dirasakan oleh Wayne Rooney, yang tak terasa sekarang sudah pulang kampung membela Everton. Meski begitu, masih ada hal yang sama meski waktu empat tahun sudah berlalu.

Jika dirunut, empat tahun silam Rooney masih menjadi bagian dari skuat Manchester United. Saat itu, tanggal 9 Desember 2012, Rooney menjadi bagian dari skuat Manchester United yang bertandang ke Stadion Etihad untuk menghadapi Manchester City. Saat itu, United masih diasuh oleh manajer kawakan Sir Alex Ferguson.

Pertandingan itu menjadi spesial bagi Rooney. Di pertandingan tersebut, ia berhasil menorehkan dua gol kemenangan United atas City. Satu gol lain berhasil dicetak oleh Robin van Persie sekaligus menjadi gol penentu kemenangan United atas City di Etihad. Sebuah kemenangan yang cukup bernilai mengingat ketika itu tensi dari Manchester derby cukup panas karena si "tetangga berisik" Manchester City sudah mulai menggeliat.

Bagi Rooney pribadi, gol tersebut menjadi spesial karena dua gol yang ia cetak membuatnya sukses menorehkan golnya yang ke-150 di ajang Liga Primer. Hal itu menahbiskannya sebagai salah satu penyerang asal Inggris yang cukup subur, bersama dengan penyerang-penyerang asal Inggris lain yang juga sudah mencetak banyak gol di ajang Liga Primer.

Lalu, empat tahun pun berlalu. Selama empat tahun tersebut, banyak yang terjadi di diri seorang Wayne Rooney. Usianya yang semakin menua membuatnya sulit bersaing dengan penyerang-penyerang lain yang ada di Manchester United. Cetakan golnya di United pun semakin berkurang dari musim ke musim, dan mulai banyak penyerang muda yang menggantikan perannya di United, macam Marcus Rashford ataupun Anthony Martial. Malah, nama Zlatan Ibrahimovic pun secara tidak langsung menggusurnya dari starting XI.

Akhirnya Rooney pun memutuskan untuk pulang kampung pada musim 2017/2018. Everton, tempat ia menimba ilmu dan merasakan atmosfer sepakbola profesional untuk pertama kalinya, menjadi tempat pelabuhan Rooney. Goodison Park, tempat ia mencetak gol pertama kali di ajang Liga Primer, tidak berubah dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia bahkan sudah mencetak gol pertamanya di musim 2017/2018 di laga perdana Everton ketika menjamu Stoke City.

Namun bukan Goodison Park saja yang tidak berubah. Dalam lawatan The Toffees ke Stadion Etihad pada pekan kedua Liga Primer musim 2017/2018, ada sesuatu yang masih sama dan tidak berubah, melewati masa empat tahun lamanya.

Kisah seorang pria, juga ayah dan anak di Etihad yang masih sama

Empat tahun lalu, kala Rooney mencetak dua gol ke gawang Manchester City, tampak ada tiga orang yang merasa tidak puas dan berteriak memaki kala Rooney melakukan perayaan gol ke arah pendukung The Citizens usai mencetak gol. Tampak ayah dan anak, beserta seorang pemuda di sisi yang lain, mengamati sekaligus mengejek Rooney yang sedang melakukan perayaan gol tersebut.

Sekarang, empat tahun sudah berlalu. Pemain berusia 31 tahun tersebut datang ke Etihad mengenakan seragam yang berbeda. Jika empat tahun yang lalu ia mengenakan jersey berwarna merah, sekarang ia mengenakan jersey berwarna biru, melambangkan sisi biru Merseyside. Namun, selalu ada hal yang tidak berubah dan tetap sama meski empat tahun sudah berlalu.

Meski sudah berseragam Everton, Rooney masih bisa mencetak gol ke gawang City. Pada pertandingan yang berlangsung pada Selasa (22/8/2017) dini hari waktu Indonesia tersebut, Rooney berhasil mencetak gol ke gawang Manchester City. Gol yang menandai gol ke-200 nya sepanjang berkarier di Liga Primer, sekaligus mengingatkan bahwa gol ke-50, 150, dan sekarang ke-200 nya di Liga Primer dicetak ke gawang The Citizens.

Selain itu, ada sebuah pemandangan unik kala Rooney melakukan perayaan gol ke arah pendukung Manchester City. Tampak tiga orang yang sama (ayah dan anak, serta seorang pemuda) kembali menghujat pemain berusia 31 tahun tersebut saat melakukan perayaan gol. Ternyata tiga orang itu adalah orang yang sama yang juga menghujat Rooney empat tahun silam, kala Rooney masih berseragam Manchester United. Hal ini pun diakui oleh Rooney sendiri lewat akun Twitter pribadinya.

Ketiga pendukung tersebut tampak kesal ketika Rooney (kembali) mencetak gol. Namun kekesalan mereka juga tampaknya tidak berlangsung lama karena Raheem Sterling pada akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Pertandingan pun berakhir imbang 1-1.

Situasi ini cukup unik dan langka terjadi. Meski telah melewati empat tahun, ternyata mereka masih duduk di tempat yang sama dan ekspresi yang juga sama. Soal tempat duduk, bisa jadi mereka merupakan pendukung setia Man City yang memegang tiket musiman, yang setiap musimnya mendapatkan tempat duduk yang sama. Tapi soal ekspresi, ini benar-benar suatu kebetulan.

Lewat kejadian tersebut, tergambar bahwa waktu empat tahun belum tentu akan banyak mengubah sesuatu. Akan ada sesuatu yang sama yang masih menyambut kita dan membuat kita kembali terseret dalam sebuah kenangan, seperti yang dialami Rooney di Stadion Etihad pada Selasa (22/8/2017) dini hari waktu Indonesia tersebut.

foto: @SquawkaNews

Komentar