Melihat Keputusan Wasit untuk VAR di Laga Feyenord vs Vitesse

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Melihat Keputusan Wasit untuk VAR di Laga Feyenord vs Vitesse

Feyenoord Rotterdam keluar sebagai juara di ajang Piala Super Belanda. Menghadapi Vitesse di Stadion Feijenoord, Sabtu (5/8) malam WIB, Feyenoord menang dengan skor 4-2 (1-1) lewat darma adu penalti. Namun kemenangan tim asuhan Giovanni van Bronckhorst dalam laga tersebut diwarnai kejadian unik setelah wasit membatalkan gol kedua Feyenoord yang diciptakan oleh Nicolai Jorgensen pada menit 54.

Nahas bagi Feyenoord, karena sesaat setelah pembatalan gol tersebut wasit justru memberikan hadiah penalti kepada Vitesse. Sebelum proses gol terjadi, ada duel di kotak penalti yang melibatkan penyerang Vitesse Tim Matavz dengan gelandang Feyenoord Karim El Ahmadi Al Aroos. Wasit kemudian melihat tayangan ulang dari duel tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR).

Dalam tayangan ulang, wasit melihat Ahmadi melakukan kontak yang cukup keras kepada Matvz yang membuat wasit akhirnya memberi penalti bagi Vitesse, selain itu Ahmadi pun diganjar kartu kuning. Eksekusi yang dilakukan oleh Alexander Buettner berbuah gol yang membuat skor berubah 1-1 yang bertahan hingga akhir laga.

Beruntung, Feyenoord berhasil memenangkan pertandingan melalui babak adu penalti, meski demikian banyak pihak yang mempertanyakan keputusan wasit saat ia menggunakan VAR untuk memberi penalti kepada Vitesse.

Dari postingan video akun twitter EPL Bibel yang memosting video kejadian tersebut, banyak netizen yang mempertanyakan keputusan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Beberapa dari mereka bahkan menganggap bahwa itu adalah keputusan yang tidak benar, atau bahkan sebuah keputusan konyol. Intinya, mereka menganggap bahwa dalam laga tersebut wasit telah melakukan kesalahan.

Seperti, yang diungkapkan oleh akun @travsta1 yang mengatakan bahwa seharusnya ada sedikit waktu yang diberikan wasit untuk menghentikan pertandingan untuk melihat VAR, setelah duel di kotak penalti, yang kemudian membuat Feyenoord seharusnya tidak melakukan serangan balik yang justru berbuah gol yang dianulir.

“Aturannya benar-benar konyol, seharusnya hanya ada sedikit waktu yang bisa diberikan,” tulisnya dalam akun @travsta1.

Dalam tayangan video pendek yang diunggah oleh akun @EPLBibel, sekilas wasit memang seperti melakukan kesalahan. Demi memberikan penalti kepada Vitesse, wasit malah menganulir gol Feyenoord yang tentunya itu sangat merugikan bagi juara Erdivise musim lalu itu. Sebab seandainya gol tersebut tak dianulir dan penalti tak diberikan maka Feyenoord bisa memastikan gelar juara lebih cepat, tanpa harus melewati babak perpanjangan hingga adu penalti.

Tapi, apakah benar wasit melakukan kesalahan? Jawabannya tentu saja tidak. Wasit tidak melakukan sedikitpun kesalahan dalam pertandingan tersebut. Menganulir gol kedua Feyenoord adalah keputusan yang sesuai, karena sebelum mengeksekusi bola muntah rekannya, Tony Emilio Vilhena, Jorgensen sudah terlebih dahulu terjebak dalam posisi offside. Jadi, sah kalau wasit kemudian menganulir gol tersebut.

Kemudian, karena merasa ragu dengan dengan duel yang terjadi sebelumnya, ia kemudian memanfaatkan VAR untuk memberikan keputusan atas apa yang terjadi sebelumnya. Hingga akhirnya, ia memberi penalti untuk Vitesse yang berhasil dimanfaatkan mereka dengan baik menjadi gol penyama kedudukan.

Tapi Anda mungkin masih bertanya-tanya, kenapa wasit tidak langsung menghentikan pertandingan untuk melihat tayangan video ulang saat duel di kotak penalti itu terjadi? Jawabannya, tidak ada yang salah dengan timing keputusan yang dibuat wasit dalam pertandingan tersebut.

Sebab setelah duel dikotak penalti tersebut, Feyenoord langsung melancarkan serangan cepat yang tentunya itu adalah kesempatan bagi mereka untuk menambah pundi-pundi golnya. Merujuk pada aturan penggunaan VAR, bahwa wasit baru boleh melihat tayangan ulang dari sebuah kejadian yang terjadi di lapangan ketika pertandingan terhenti karena bola keluar, terjadi pelanggaran, atau hal-hal lain yang membuat laga terhenti secara alami.

Sementara, wasit tidak boleh menghentikan pertandingan untuk menyaksikan tayangan ulang kejadian yang terjadi sebelumnya saat saat salah satu tim tengah mendapatkan bola yang menguntungkan untuk melakukan serangan. Artinya, bila hal tersebut terjadi maka wasit baru boleh melihat tayangan ulang kejadian tersebut bila serangan sudah dilancarkan dengan apapun hasilnya.

Karena pada saat itu gol yang dibukukan Jorgensen dianulir karena sebelumnya terjadi pelanggaran offside, maka pertandingan otomatis terhenti dan wasit berhak untuk melihat tayangan ulang dari kejadian sebelumnya.

Foto: Prime News Ghana

Komentar