Aksi Solidaritas Pererat Hubungan Baik Prancis-Inggris

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Aksi Solidaritas Pererat Hubungan Baik Prancis-Inggris

Beberapa waktu lalu, dunia dibuat geram karena serangkaian aksi teror yang menyerang Inggris. Setidaknya dalam rentang waktu Mei sampai Juni, ada dua aksi teror yang dilakukan pada tiga lokasi berbeda. Pada 22 Mei, seorang pemuda keturunan Inggris-Libya bernama Salman Abedi melakukan aksi bom bunuh diri di Manchester Arena. Saat itu salah satu artis Internasional asal Amerika Serikat, Ariana Grande, sedang melakukan konser. Akibat dari aksi keji tersebut, 22 orang tewas dan 59 orang luka parah.

Beberapa pekan kemudian, tepatnya pada 4 Juni, serangan kembali terjadi di London Bridge dan di Borough Market. Di London Bridge sebuah mobil van dengan sengaja menabrak para pejalan kaki, sementara di Borough Market tiga pria dengan membabi buta menusuk orang-orang yang sedang berada di sana. Akibatnya, dilaporkan enam orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Kecaman berdatangan mengutuk aksi pengecut tersebut. Beberapa pihak juga memberi simpati kepada para korban termasuk dari ranah sepakbola. Salah satunya pesepakbola Inggris, Michael Carrick, yang melambangkan simpatinya itu dengan mendedikasikan laga testimonialnya untuk mereka yang menjadi korban serangan teroris di Manchester dan London belum lama ini.

Aksi simpati kemudian berlanjut pada rabu (14/6) dini hari WIB di Prancis, saat Inggris melakoni laga persahabatan internasional melawan Prancis di Stade de Franc, Saint-Dennis, Paris. Sebelum laga berlangsung, para pemain dan fans dari kedua kesebelasan memberikan penghormatan kepada para korban serangan teror Manchester dan London.

Saat para pemain dari kedua tim masuk ke dalam lapangan, seisi Stade de Franc yang didominasi oleh pendukung Prancis serentak menyanyikan lagu `Don`t Look Back In Anger`, milik grup band asal Inggris, Oasis. Lagu tersebut merupakan anthem solidaritas setelah tragedi mengerikan yang terjadi di Manchester. Selain itu, para pendukung Prancis juga ikut menyanyikan lagu kebangsaan Inggris ‘God Save the Queen”.

Aksi simpatik tersebut kemudian disambut antusias oleh para penonton yang hadir, salah satunya adalah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris, Theresa May. Setelah `God Save The Queen` dikumandangkan, kedua pemimpin negara itu bersama para suporter lainnya langsung bertepuk tangan sebelum para pemain Inggris dan Prancis berkumpul membentuk satu barisan untuk mengheningkan cipta selama satu menit.

Bisa dibilang ini merupakan aksi balasan yang diberikan para pendukung Prancis kepada suporter Inggris. Pada 2015 lalu, aksi teror yang tak kalah keji juga pernah terjadi di Prancis. Saat itu terdapat serangkaian aksi teror yang terjadi di sekitar Stadion Stade de France ketika Prancis sedang menjalani laga uji tanding melawan Jerman. Akibat serangan yang terjadi di sekitar Stade de Franc, tiga orang meninggal dunia yang ketiganya merupakan pelaku bom bunuh diri.

Tak hanya itu, dalam waktu bersamaan juga terjadi penyerangan di gedung konser Bataclan. Saat itu ribuan orang tengah menikmati konser grup rock asal Amerika Serikat, Eagle of Death Metal. Akibat aksi terencana itu, sebanyak 130 orang tewas dan 350 orang lainnya luka-luka.

Pada November 2015, timnas Prancis kemudian melakukan pertandingan uji tanding melawan Inggris di Stadion Wembley, London. Saat itu sebelum pertandingan, bar-bar stadion akan tutup selama lima menit sebelum kick-off demi memberi kesempatan para penggemar menyampaikan penghormatan termasuk hening satu menit.

Di dalam stadion, fans Inggris ikut menyanyikan lagu kebangsaan Prancis berjudul `La Marseillaise`. Agar semua yang berada di Stadion bisa melafalkan lirik laga kebangsaan Prancis itu dengan benar, teks atau lirik lagu tersebut pun dipajang di layar Stadion Wembley. Setelahnya, kapten kedua kesebelasan, Wayne Rooney dan Hugo Lloris, meletakkan karangan bunga sebagai simbol penghormatan.

Sementara itu, pertandingan persahabatan Prancis melawan Inggris di Stade de Franc pada Rabu (14/6) dini hari WIB tadi dimenangkan tuan rumah 3-2. Inggris sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui Harry Kane yang mencetak gol pada menit 9. Namun, Samuel Umtiti (22), Djibril Sidibe (43), dan Ousmane Dembelle (78) mampu membalas gol Inggris itu. Satu gol Three Lyon lainnya dicetak melalui Kane pada menit 48.

Foto: Twitter timnas Inggris

Komentar