Sergio Ramos, Pangeran Baru Madrid dari Andalusia

Cerita

by Sandy Firdaus 62932

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Sergio Ramos, Pangeran Baru Madrid dari Andalusia

Iker Casillas, penjaga gawang andalan Real Madrid, pernah menyandang status sebagai pangeran Madrid dalam waktu yang lama. Sekarang, status pangeran Madrid sudah bukan milik Casillas lagi. Gelar itu berpindah ke tangan seorang pemuda dari Andalusia bernama Sergio Ramos.

Sebagai pemain asli produkan La Fabrica, Casillas bisa dibilang sebagai salah satu pemain yang cukup sukses bersama Los Blancos. Memulai debut di tim senior Madrid pada 1999 silam, pemain kelahiran Mostoles ini menorehkan perjalanan yang cukup manis bersama Real Madrid. Berbagai gelar prestisius berhasil diraih oleh Casillas bersama Madrid.

Selama berkarier di Santiago Bernabeu, total sudah ada 18 trofi yang diraih oleh Saint Iker bersama Real Madrid. Raihan trofi yang ia torehkan itu pun bermacam-macam, mulai dari gelar La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, sampai gelar Liga Champions dan gelar Piala Dunia Antarklub. Saint Iker, begitu ia akrab disapa, berhasil menahbiskan dirinya sebagai pangeran Madrid. Serupa halnya dengan Totti di AS Roma.

Selain menahbiskan diri sebagai pangeran di Madrid, Casillas pun sukses menahbiskan dirinya sebagai pangeran Spanyol. Sepanjang 2008 sampai 2012, ia berhasil membawa La Roja meraih trofi bergengsi, mulai dari Piala Eropa (2008 dan 2012) sampai trofi Piala Dunia (2010). Di bawah kepemimpinannya sebagai kapten timnas, ia membawa Spanyol ke puncak prestasi.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, hubungan antara sang pangeran dengan kerajaannya di Madrid yang sudah berlangsung lama pun perlahan mulai retak. Kerajaan tampak sudah menginginkan si pangeran lengser karena usianya yang sudah semakin menua. Meski masih memiliki kharisma, kemampuannya dinilai sudah tidak lagi sama seperti ketika ia masih jaya dulu.

Akhirnya, pada 2015 silam, hubungannya dengan kerajaan Madrid pun kandas. Casillas memutuskan untuk pergi dari Madrid, dan memilih untuk menyepi di ujung semenanjung Iberia bersama FC Porto. Diiringi dengan isak tangis, Saint Iker memutuskan untuk meninggalkan kerajaan yang begitu dicintainya. Kerajaan megah bernama Real Madrid yang menjadi tempat ia mengabdi untuk waktu yang lama.

Sepeninggal Casillas, kerajaan pun segera mencari sosok pangeran baru. Bersamaan dengan itu, seorang pemuda dari Andalusia yang pernah mereka rekrut dan belajar bersama Casillas sudah matang, dan siap menjadi calon pangeran Madrid selanjutnya. Ia bernama Sergio Ramos.

***

Pada 2005, seorang pemuda dari Andalusia masuk ke dalam kerajaan Madrid. Dia adalah Sergio Ramos, pemuda yang tumbuh bersama Sevilla, namun pada 2005 memutuskan untuk mencari hal dan tantangan baru di Madrid. Ia adalah satu-satunya pemain asal Spanyol yang didatangkan Florentino Perez pada era pertama Galacticos nya di kerajaan Madrid.

Saat Ramos datang ke Madrid, Casillas sedang dalam menuju proses menjadi pangeran Madrid. Ramos yang ketika itu masih berusia cukup muda, masih berjuang untuk meraih tempat di kerajaan Madrid, karena masih banyaknya pemain-pemain lain yang memiliki pengalaman dan kualitas yang lebih baik darinya. Ia pun belajar bersama Casillas, yang usianya tidak terpaut jauh darinya.

Bersama Saint Iker, Ramos merasakan pahit manisnya sepakbola di kerajaan Madrid. Ia belajar tentang bagaimana menyikapi kegagalan, serta bagaimana caranya harus bersikap setelah meraih kemenangan. Semakin berjalannya waktu, Ramos pun tumbuh menjadi pria yang tangguh. Tempaan pengalaman di kerajaan Madrid membuatnya menjadi salah satu pemain belakang tangguh Spanyol.

Ia juga yang paling tahu tentang keadaan pangeran Madrid, Iker Casillas. Ia bahu membahu bersama Casillas mengantarkan Madrid meraih trofi demi trofi setiap musimnya. Ia juga bahu membahu bersama Saint Iker mengantarkan timnas Spanyol kepada masa kejayaan dalam rentang 2008-2012. Saat Casillas menjadi pangeran, Ramos menjadi orang yang membantu Casillas menghadapi beratnya tekanan dan rintangan menjadi seorang pangeran di kerajaan sebesar Madrid.

Saat hubungan Casillas dan Madrid retak, Ramos pun menjadi orang yang menyaksikan hal tersebut. Ia juga menjadi pihak yang menyayangkan kepergian Casillas ke Porto, dan mengucapkan rasa terima kasih atas kebersamaan yang sudah mereka jalin selama bersama di Madrid.

"10 tahun bersama dan banyak, banyak momen yang sudah kita lalui bersama. Kau kapten yang luar biasa. Terima kasih," ujar Ramos dilansir dari akun Twitter pribadinya.

Bukan hanya mengucap terima kasih, ada hal besar yang juga Ramos langsung emban seperginya Casillas ke Porto: menjadi pangeran Madrid selanjutnya, mengampu ban kapten yang Casillas tinggalkan dengan derai air mata.

***

Sekarang sudah dua tahun sejak kepergian pangeran Casillas ke Porto. Dalam waktu dua tahun itu pula, Ramos memimpin skuat Madrid dengan gagah berani, meraih trofi-trofi prestisius setiap musimnya. Gelar Liga Champions 2015/2016 serta 2016/2017 menjadi bukti dari mantapnya kepemimpinan Ramos.

Atas apa yang sudah ia lakukan untuk Madrid, ia pun didapuk menjadi pangeran Madrid selanjutnya. Lamanya waktu ia mengabdi di Madrid, walau ia berasal dari Andalusia, menjadi pertimbangan pihak kerajaan untuk menjadikannya kapten tim sekaligus pangeran Madrid. Skuat Madrid, selain ia bawa menjadi penguasa Eropa, berhasil ia bawa menjadi penguasa kompetisi domestik lewat raihan gelar La Liga pada musim 2016/2017. Raihan yang memutus dominasi Katalunya.

Sekarang, ada satu hal yang belum bisa dilakukan oleh Ramos, yaitu menjadi pangeran Spanyol. Mengantarkan La Roja juara akan menjadi pencapaian sempurna untuknya, dan akan membuatnya menyamai apa yang kompatriotnya, sahabatnya, sekaligus pangeran Spanyol sebelumnya, Casillas, lakukan. Masih ada waktu beberapa tahun untuknya, sebelum kursi pangeran itu kembali bergeser ke pemilik selanjutnya.

Komentar